Analisa Ilmuwan : Jumlah Asteroid Hantam Bumi Naik Tiga Kali Lipat

Dythia Novianty

Jum'at, 18 Januari 2019 | 11:27 WIB
Analisa Ilmuwan : Jumlah Asteroid Hantam Bumi Naik Tiga Kali Lipat
Ilustrasi asteroid. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan telah menemukan bahwa planet kita telah 'dihantam' oleh lebih banyak asteroid daripada yang diperkirakan sebelumnya. Sepotong penelitian baru telah mengklaim frekuensi hantaman asteroid telah tiga kali lipat sejak dinosaurus pertama kali muncul di Bumi.

Para peneliti memeriksa dan memberi tanggal pada kawah-kawah di bulan menggunakan gambar-gambar yang dihasilkan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter NASA untuk mengetahui berapa banyak asteroid yang menabrak planet ini.

Mereka menemukan bahwa jumlah tabrakan telah meningkat hingga tiga kali lipat selama 290 juta tahun terakhir.

"Penelitian kami menyediakan bukti untuk perubahan dramatis dalam tingkat dampak asteroid di Bumi dan Bulan. Implikasinya adalah bahwa sejak saat itu kita berada dalam periode tingkat dampak asteroid yang relatif tinggi, 2,6 kali lebih tinggi daripada sebelum 290 juta tahun yang lalu," kata Sara Mazrouei dari University of Toronto, yang merupakan penulis utama makalah yang merinci temuan tersebut.

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pemboman itu, tetapi kemungkinan besar tabrakan di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter mungkin telah menghasilkan puing-puing yang kemudian menghujani Bumi.

"Temuan ini mungkin juga memiliki implikasi bagi sejarah kehidupan di Bumi, yang diselingi oleh peristiwa kepunahan dan evolusi cepat spesies baru," kata Rebecca Ghent, rekan penulis studi.

"Meskipun kekuatan yang mendorong peristiwa ini rumit dan mungkin termasuk penyebab geologis lainnya, seperti letusan gunung berapi besar, dikombinasikan dengan faktor biologis, dampak asteroid pasti memainkan peran dalam kisah yang sedang berlangsung ini."

Peningkatan jumlah hantaman asteroid adalah berita yang sangat buruk bagi dinosaurus, yang kala itu menguasai Bumi sampai mereka terhapus ketika sebuah batu bernama penabrak Chicxulub menabrak planet kita. Rekan penulis Dr Thomas Gernon dari University of Southampton mengatakan para dinosaurus itu sangat rentan terhadap dampak besar dari perjalanan.

"Mungkin kepunahan dinosaurus adalah takdir di mana mereka agak tak terhindarkan mengingat gelombang besar batu ruang angkasa yang bertabrakan dengan Bumi," tambahnya. [Metro]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati, NASA Lansir Peringatan Tiga Asteroid Melintas Bumi !

Hati-hati, NASA Lansir Peringatan Tiga Asteroid Melintas Bumi !

Tekno | Rabu, 16 Januari 2019 | 15:00 WIB

Ilmuwan Mengindikasikan Alien Hidup di Planet Dekat Bumi

Ilmuwan Mengindikasikan Alien Hidup di Planet Dekat Bumi

Tekno | Selasa, 15 Januari 2019 | 16:05 WIB

Matematikawan Sir Michael Atiyah Tutup Usia

Matematikawan Sir Michael Atiyah Tutup Usia

Tekno | Minggu, 13 Januari 2019 | 06:05 WIB

NASA Siapkan Strategi Selamatkan Manusia dari Datangnya Kiamat

NASA Siapkan Strategi Selamatkan Manusia dari Datangnya Kiamat

Tekno | Rabu, 09 Januari 2019 | 06:14 WIB

Baru Pertama di 2019, Ditemukan Spesies Hiu yang Langka

Baru Pertama di 2019, Ditemukan Spesies Hiu yang Langka

Tekno | Selasa, 08 Januari 2019 | 16:58 WIB

Ilmuwan NASA Prediksi Kiamat 2019 Bisa Terjadi Karena Ini

Ilmuwan NASA Prediksi Kiamat 2019 Bisa Terjadi Karena Ini

Tekno | Selasa, 01 Januari 2019 | 20:11 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×