Ini Alasan Mengapa Asteroid Makin Sering Menabrak Bumi

Ade Indra Kusuma, Tivan Rahmat

Selasa, 05 Februari 2019 | 13:22 WIB
Ini Alasan Mengapa Asteroid Makin Sering Menabrak Bumi
Ilustras asteroid menghantam Bumi. [Shutterstock]

Suara.com - Ini Alasan Mengapa Asteroid Makin Sering Menabrak Bumi.

Sebuah studi dari University of Southampton, Inggris, menyimpulkan bahwa frekuensi asteroid yang memasuki Bumi meningkat tiga kali lipat dalam 290 juta tahun terakhir.

Meski studi tersebut tidak bisa memastikan penyebabnya, namun penulis studi menilai bahwa peristiwa tersebut tidak terlepas dari benturan besar di sabuk asteroid utama antara Planet Mars dan Jupiter pada  290 juta tahun lalu.

William Bottke, penulis studi sekaligus Direktur Studi Ruang Angkasa di Southwest Research Institute, pun menjelaskan skala kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh hantaman asteroid di Bumi.

"Kehancuran sebenarnya bisa sangat besar. Untungnya, peluang terjadinya itu cukup rendah. Akan tetapi bukan nol, dan itulah sebabnya penting untuk dapat menemukan obyek-obyek ini," papar Bottke seperti dilansir dari Express pada Selasa (5/2/2019).

Sementara itu, studi ini dilakukan untuk merespon laporan NASA yang menyebutkan bahwa Asteroid 2019 BW1 tengah mencapai "Jarak Dekat Bumi".

Laporan NASA tersebut mengungkap adanya asteroid besar  yang melaju kencang melewati Bumi pada Sabtu sore (2/2/2019) ketika mencapai jarak terdekatnya ke Bumi. Dalam keterangan resminya, pelacak asteroid NASA di Jet Propulsion Laboratory (JPL) menyebut bahwa tabrakan terjadi pada pukul 4.22 sore waktu setempat. 

Sedangkan proses pemantauan JPL terhadap asteroid sudah dilakukan sejak 25 Januari 2019. NASA juga menyebut bahwa ukuran asteroid tersebut delapan kali lebih panjang dari bus double-decker London dan 30 kali lebih panjang dari tempat tidur Queen.

Bicara soal skala kerusakan akibat hantaman asteroid ke Bumi, salah satu yang palinh parah terjadi pada Meteor Chelyabinsk yang meledak di Oblast Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013 lalu.

baca juga

Batuan selebar 65,6 kaki atau sekitar 20 meter terlontar langsung ke Bumi dari arah Matahari. Meteor Chelyabinsk akhirnya meledak di atas langit Rusia dengan kekuatan 30 kali dari bom nuklir Hiroshima. Pada peristiwa itu, lebih dari 1.500 orang terluka dan 7.000 lebih bangunan rusak akibat efek ledakan tersebut.

"Insiden Chelyabinsk menarik perhatian luas terhadap apa yang perlu dilakukan untuk mendeteksi asteroid yang bahkan lebih besar sebelum mereka menyerang planet kita," ujar Pejabat Pertahanan Planet NASA Lindley Johnson.

Namun untuk kasus Asteroid BW1, NASA tidak memperkirakan bahwa benda luar angkasa itu akan menabrak bumi karena masuk dalam kategori "Objek Dekat-Bumi" (NEOs). NEO sendiri merupakan komet dan asteroid pada lintasan orbit, sehingga membuat posisinya dekat dengan Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Baru Ungkap Pembentukan Bulan Menghasilkan Kehidupan di Bumi

Studi Baru Ungkap Pembentukan Bulan Menghasilkan Kehidupan di Bumi

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 12:45 WIB

Seram! Asteroid Dinamai Dewa Kekacauan, Kejahatan dan Kegelapan Mesir

Seram! Asteroid Dinamai Dewa Kekacauan, Kejahatan dan Kegelapan Mesir

Tekno | Selasa, 22 Januari 2019 | 08:03 WIB

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Ini yang Akan Dilakukan Ilmuwan saat Kiamat Hampir Tiba

Tekno | Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:13 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×