Astronom Temukan Cincin Debu di Orbit Merkurius

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Astronom Temukan Cincin Debu di Orbit Merkurius
Ilustrasi Merkurius, planet terkecil dan yang paling dekat dengan Matahari di tata surya kita. [Shutterstock]

Sekelompok astronom baru-baru ini berhasil menemukan bahwa Merkurius memiliki cincin debu yang berada di orbitnya.

Suara.com - Sekelompok astronom baru-baru ini berhasil menemukan bahwa Merkurius memiliki cincin debu yang berada di orbitnya. Cincin tersebut berisi segerombolan asteroid.

Sebenarnya, penemuan cincin debu bukanlah hal yang baru dalam dunia astronomi. Namun, selama ini Merkurius dianggap menjadi planet yang bebas dari fitur cincin debu semacam itu.

Namun, setelah menganalisis gambar yang diambil oleh Solar and Terrestrial Relations Observatory (STEREO), sebuah wahana antariksa milik NASA, sekelompok astronom yang dipimpin oleh Guillermo Stenborg, seorang astronom dari Naval Research Laboratory Amerika Serikat, berhasil menciptakan model keberadaan cincin debu di orbit Merkurius tersebut.

"Orang-orang berpikir bahwa Merkurius, tidak seperti Bumi atau Venus, terlalu kecil dan terlalu dekat dengan Matahari untuk menangkap cincin debu," ucap Guillermo Stenborg, seperti yang dikutip dari Space.com.

Ilustrasi debu cincin. [Shutterstock]
Ilustrasi debu cincin. [Shutterstock]

Ketika Stenborg dan timnya menerapkan model yang dibuat pada gambar-gambar yang diambil oleh STEREO, para astronom tersebut melihat fitur cincin debu yang berjumlah jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut makalah ilmiahnya yang diterbitkan di The Astrophysical Journal, ia dan timnya menghitung dan menemukan bahwa cincin debu yang berbagi orbit dengan Merkurius ini memiliki lebar sekitar 15 juta kilometer.

Sementara itu, Marc Kuchner, salah satu astronom yang tergabung dalam studi ini yang berasal dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard, mengatakan para astronom tengah meneliti kembali untuk mengetahui darimana cincin debu tersebut berasal. Menurut simulasi komputer yang dilakukan, cincin debu tersebut kemungkinan berasal dari populasi asteroid yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS