Ini Penjelasan Ilmiahnya, Mengapa Lama Waktu Terasa Semakin Cepat

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:13 WIB
Ini Penjelasan Ilmiahnya, Mengapa Lama Waktu Terasa Semakin Cepat

Suara.com - Sering kali waktu akan terasa semakin cepat entah tak diketahui sebabnya, oleh karena itu seorang peneliti dari Duke University baru saja mengunggah penelitiannya di jurnal European Review.

Penelitian tersebut sangat menarik, yaitu mengungkap penjelasan ilmiah mengapa kita merasa bahwa waktu semakin cepat.

Peneliti yang bernama Adrian Bejan ini menjelaskan bahwa semakin manusia beranjak dewasa maka mereka akan merasa waktu semakin cepat berlalu.

Santai saja, ini bukan karena manusia dewasa sudah sibuk dengan pekerjaan dan deadline, namun ini karena kondisi otak kita.

Bejan mengatakan bahwa manusia merasakan waktu berubah ketika gambar yang dirasakan juga berubah.

Dengan kata lain, masa kini berbeda dari masa lalu karena pandangan mental telah berubah, bukan karena jam yang bertambah cepat.

Dalam makalahnya, ia menyebut bahwa tingkat perubahan citra mental dirasakan menurun seiring bertambahnya usia.

Anak-anak diketahui dapat menerima dan memproses lebih banyak citra mental per detik daripada orang dewasa.

Fiksasi pada anak sangat pendek sehingga mampu merekam gambar lebih banyak. (Pixabay/ Tookapic)
Fiksasi pada anak sangat pendek sehingga mampu merekam gambar lebih banyak. (Pixabay/ Tookapic)

Itu membuat anak-anak akan merasa mempunyai lebih banyak waktu dan merasakan bahwa waktu berjalan lambat.

baca juga

Mata manusia terus bergerak, dan begitu ia memproses gambar, ia mengalihkan fokusnya ke sesuatu yang lain.

Gerakan mata yang cepat ini disebut ''saccades'' dan dipisahkan oleh periode diam yang pendek yang disebut ''fiksasi''.

Penelitian menyebutkan bahwa mata orang dewasa rata-rata menghasilkan 3 hingga 5 saccades per detik. Itu diselingi oleh fiksasi 200 hingga 300 milidetik.

Namun waktu fiksasi secara signifikan lebih pendek pada anak-anak. Oleh karena itu, mereka mampu membuat lebih banyak saccades dan mengambil lebih banyak gambar per detik.

Ilustrasi waktu berjalan cepat. (Pixabay/ Pexels)
Ilustrasi waktu berjalan cepat. (Pixabay/ Pexels)

Dikutip dari IFLScience, semakin manusia tua, maka jaringan syaraf di otak semakin kompleks.

Itu berarti bahwa sinyal-sinyal harus bergerak lebih jauh untuk mencapai bagian otak yang terpisah sehingga merubah waktu fiksasi lebih lama.

Analogi sederhananya seperti fotografi time-lapse. Semakin banyak foto yang ditangkap per detik, semakin lambat pergerakan waktu yang muncul.

Sebaliknya, ketika interval antara foto ditingkatkan, memberikan ilusi bahwa peristiwa terjadi lebih cepat.

Itulah tadi penelitian ilmiah mengenai penyebab waktu terasa semakin cepat, apakah kamu mengalaminya juga?

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah-langkah Metode Ilmiah dalam Eksperimen IPA, Lengkap dan Mudah Dipahami

Langkah-langkah Metode Ilmiah dalam Eksperimen IPA, Lengkap dan Mudah Dipahami

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:45 WIB

WIT Studio Umumkan Anime Orisinal LONA, Usung Tema Penelitian Otak Manusia

WIT Studio Umumkan Anime Orisinal LONA, Usung Tema Penelitian Otak Manusia

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 11:50 WIB

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09 WIB

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB

BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak

BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:54 WIB

Etika Publikasi 2026: Mengakhiri Tren Dosen Numpang Nama di Riset Mahasiswa

Etika Publikasi 2026: Mengakhiri Tren Dosen Numpang Nama di Riset Mahasiswa

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 19:15 WIB

Novel The Hidden Reality: Saat Penelitian Membuka Dunia Paralel

Novel The Hidden Reality: Saat Penelitian Membuka Dunia Paralel

Your Say | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:20 WIB

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya Menurut Penelitian

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya Menurut Penelitian

Lifestyle | Rabu, 07 Januari 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Kode Voucher Belanja 10.10 di Shopee dari BRI, Ada Diskon Tambahan!

Bri | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:07 WIB

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

BRI Gandeng Eastspring Indonesia, Tambah Pilihan Investasi bagi Nasabah

Sumbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:06 WIB

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000

Sumsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:54 WIB

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

BRI Private dan Prioritas Dapat Promo Buy 1 Get 2 Tiket The Premiere Cinema XXI

Bali | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×