NASA Bakal Kirim Peralatan Misi ke Bulan Mulai 2020

Ade Indra Kusuma, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 01 Juni 2019 | 11:19 WIB
NASA Bakal Kirim Peralatan Misi ke Bulan Mulai 2020
Ukuran massa bulan menyusut. (twitter/NASA)

Suara.com - NASA Bakal Kirim Peralatan Misi ke Bulan Mulai 2020.

NASA diketahui berencana untuk mempercepat misinya dalam hal mengirimkan kembali orang Amerika ke Bulan. Namun, sebelum misi tersebut dilaksanakan, NASA juga akan mengirim instrumen ilmiah dan alat teknologi lainnya ke Bulan mulai pada tahun 2020.

NASA telah memilih beberapa perusahaan Amerika seperti Astrobotic, Intuitive Machines, dan Orbit Beyond untuk mengirim instrumen dan peralatan ilmiah launnya ke Bulan sebagai bagian dari program Artemis.

Setiap perusahaan telah mengembangkan pendarat Bulan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Nantinya, pendarat tersebut akan mengirimkan hingga 23 muatan kecil berisi peralatan yang disediakan NASA. Peralatan tersebut mencakup alat untuk mengumpulkan informasi, menavigasi, dan melindungi para astronot dari radiasi.

Ilustrasi astronot sedang bekerja di Mars. (NASA)
Ilustrasi peralatan dan astronot yang sedang bekerja. (NASA)

"Tahun depan, penelitian sains dan teknologi awal kami akan berada di permukaan Bulan, yang akan membantu mendukung pengiriman astronot perempuan pertama dan astronot laki-laki berikutnya ke Bulan dalam lima tahun. Berinvestasi dalam layanan pendaratan komersial ini juga merupakan langkah kuat lain untuk membangun ekonomi ruang komersial di luar orbit rendah Bumi," ucap Jim Bridenstine, Administrator NASA.

Dilansir dari Phys.org, pendarat dari Orbit Beyond diprediksi akan mendarat di Mare Imbrium, sebuah dataran lava di kawah Bulan pada September 2020. Sementara pendarat milik Intuitive Machines akan mendarat pada Juli 2021 di Oceanous Procellarum, sebuah titik gelap di Bulan yang terlihat dari Bumi. Sedangkan, pendarat dari Astrobotic akan menargetkan Lacus Mortis, sebuah kawah besar di sisi dekat Bulan pada Juli 2021.

NASA sendiri diketahui memberi masing-masing perusahaan dana sebesar 77 juta hingga 97 juta dolar AS untuk pengembangan pendarat. Seperti yang diketahui sebelumnya, manusia terakhir yang pernah mendarat di permukaan Bulan adalah Eugene Cernan, astronot Amerika Serikat yang sukses melakukan misinya pada bulan Desember 1972 dalam misi Apollo 17.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menurut NASA dan NOAA, Jaringan 5G Bisa Sebabkan Masalah Berbahaya Ini

Menurut NASA dan NOAA, Jaringan 5G Bisa Sebabkan Masalah Berbahaya Ini

Tekno | Minggu, 26 Mei 2019 | 16:09 WIB

Misi Tahun 2020, NASA Bagikan Tiket Boarding Pass ke Mars

Misi Tahun 2020, NASA Bagikan Tiket Boarding Pass ke Mars

Tekno | Jum'at, 24 Mei 2019 | 11:25 WIB

Tahun 2020, NASA Kembali Kirim Sel Hidup ke Luar Angkasa

Tahun 2020, NASA Kembali Kirim Sel Hidup ke Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 23 Mei 2019 | 10:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×