Mengapa Lebih Mudah Memaafkan saat Lebaran?

Liberty Jemadu

Selasa, 04 Juni 2019 | 15:26 WIB
Mengapa Lebih Mudah Memaafkan saat Lebaran?
Tradisi bermaaf-maafan saat Lebaran atau Idul Fitri. [Shutterstock]

Suara.com - Bersilaturahmi dan saling memaafkan pada Hari Raya Idul Fitri merupakan tradisi khas Indonesia setelah sebulan penuh umat Islam berpuasa Ramadan.

Momen Lebaran membawa setiap orang untuk saling bertemu dalam suasana hangat untuk meminta maaf atas kesalahan yang sengaja diperbuat maupun tidak sengaja, baik lisan maupun perbuatan, baik lahir maupun batin. Penerima maaf pun akan memberikan maaf dengan sukarela.

Karena itu, Idul Fitri merupakan rekonsiliasi masif dan massal yang menciptakan suasana tenteram dan akrab di masyarakat. Tradisi ini bukan hanya dapat dimaknai sebagai peristiwa teologis, tapi juga fenomena budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

Mengapa kita mudah meminta maaf dan memberikan maaf saat Lebaran, tapi amat sulit melakukannya saat hari-hari biasa? Bagaimana ilmu perilaku menjelaskan momen meminta dan memberi maaf ini sebagai fenomena psikologis? Sejumlah riset menunjukkan, hati yang bahagia dan adanya kesamaan identitas sosial antara peminta dan pemberi maaf mendorong hati seseorang lapang dada memaafkan kesalahan.

Identitas personal dan identitas sosial

Dalam ilmu psikologi sosial, para ilmuwan percaya bahwa manusia adalah individu yang tidak hanya memiliki identitas personal, tapi juga identitas sosial. Identitas personal adalah struktur fisik dan fitur kepribadian yang kita miliki sebagai seorang individu.

Misalnya orang bernama Adi Darmawan adalah individu yang memiliki rambut ikal, kulit berwarna kuning langsat, pemalu, dan bertutur dengan lembut. Identitas personal menjelaskan siapa Adi dengan segala keunikan individualnya sebagai seorang manusia.

Selain itu, Adi juga memiliki identitas sosial. Identitas sosial menjelaskan identitas Adi sebagai bagian dari kelompok sosialnya. Kita ambil contoh, Adi berprofesi sebagai polisi. Identitas sebagai seorang polisi membuat Adi bersikap dan berperilaku sesuai dengan standar perilaku polisi.

Artinya, semua tindak tanduk yang ditunjukkan Adi dalam hubungan sosial merupakan representasi dari upaya Adi untuk menghayati nilai-nilai keprofesiannya dalam tingkah laku sehari-hari. Adi menampilkan diri sebagai sosok yang tegas karena identitas sosialnya sebagai penegak hukum meski ia sebenarnya pribadi yang lembut.

baca juga

Pengaruh suasana hati

Penjelasan tentang konsep identitas personal dan identitas sosial ini relevan untuk menjelaskan konteks permaafan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam peristiwa khusus seperti Idul Fitri. Dalam konteks sehari-hari, meminta maaf dan memberi maaf atas suatu kesalahan merupakan hal yang cenderung lebih sulit dilakukan karena ia merupakan hasil evaluasi atas reaksi psikologis atas yang ia rasakan dan berkaitan erat dengan harga diri.

Selanjutnya, kita masih akan perlu melewati berbagai evaluasi dan pengambilan keputusan untuk meminta atau memberi maaf kepada orang lain. Semuanya didasarkan pada keputusan individual yang merupakan akumulasi struktur dan fitur identitas personal kita.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Feng Jiang dan tim peneliti dari Central University of Finance and Economics Beijing Cina, mereka meminta para partisipan penelitian untuk memikirkan kemungkinan memberikan maaf kepada pelaku kejahatan. Para peneliti ini membuat beberapa skenario pembunuhan dan menanyakan kepada para subjek penelitian apakah mereka akan memberikan maaf kepada para pelaku.

Sebelum menganalisis hasilnya, Feng Jian dan tim membagi para partisipan menjadi dua kelompok besar berdasar kondisi suasana hatinya. Kelompok pertama adalah mereka yang sedang merasa bahagia saat itu. Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang cenderung merasa datar atau bahkan tidak memiliki suasana hati yang senang hari itu.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa tendensi untuk memaafkan lebih mudah dilakukan oleh para partisipan yang suasana hatinya sedang bahagia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam situasi sehari-hari, keputusan untuk memberi maaf sangat tergantung dari disposisi individual, termasuk suasana hati yang sedang dirasakan.

Spiritualitas relasional

Sedangkan fenomena permaafan dalam konteks hari raya merupakan permaafan yang melibatkan identitas sosial. Artinya, seseorang meminta dan memberi maaf sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab yang ia lakukan sebagai pemeluk agama yang ia anut.

Literatur-literatur tentang dinamika psikologis manusia dalam menjalankan ajaran agama menunjukkan bahwa agama juga berperan sebagai standar baku tentang perilaku ideal yang harus ditunjukkan pemeluk. Dengan memiliki identitas sosial yang kuat terhadap agama, maka seorang individu akan mengevaluasi semua sikap dan perilakunya selaras mungkin dengan apa yang diajarkan oleh agama, sekalipun itu bertentangan dengan sikap dan preferensi pribadinya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Chelsea L. Greer dan timnya dari Virginia Commonwealth University, mereka membuat sebuah eksperimen tentang sejauh mana para partisipan penelitian akan memaafkan orang yang membuat mereka tersinggung. Dalam penelitian ini, Greer dan tim merancang sebuah kondisi yang menggambarkan orang yang membuat mereka tersinggung adalah anggota dari komunitas agama yang sama dengan para partisipan penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat para partisipan memiliki keterikatan dengan agamanya, semakin kuat pula kemungkinan bahwa ia akan memberikan maaf kepada anggota komunitas yang membuatnya tersinggung.

Melalui konsep spiritualitas relasional (relational spirituality), Greer dan kolega percaya bahwa memaafkan pemeluk agama yang sama memiliki dimensi kesakralan. Hal ini membuat para pemeluk bereaksi dengan tidak ofensif ketika tersinggung dengan sesama rekan pemeluk dari komunitas agama yang sama. Anggota komunitas keagamaan yang membuat para partisipan tersinggung masih dipersepsikan sebagai saudara (in-group member) dan bukan musuh (out-group member).

Dari hasil-hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa memahami kesamaan identitas sosial dengan orang-orang yang membuat kita tersinggung akan membantu kita meminta dan memberikan permaafan dan melakukan rekonsiliasi. Momen Idul Fitri membuat kita meminta dan memberi maaf kepada sesama umat Islam lainnya sebagai saudara seiman.

Tapi kita tidak boleh melupakan bahwa sebenarnya kita juga memiliki kesamaan identitas sosial dengan umat agama lain. Kita sama satu bangsa, bangsa Indonesia. Bahkan di atas semuanya itu, kita hakikatnya adalah insan yang sama-sama mendambakan perdamaian dan kebahagiaan untuk semua makhluk di bumi. Kesadaran ini mestinya bisa membawa kita untuk memiliki hati yang pemaaf dalam kehidupan keseharian.

Artikel ini sebelumnya ditayangkan di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urutan Zodiak dari yang Paling Gampang Memaafkan sampai yang Paling Pendendam

Urutan Zodiak dari yang Paling Gampang Memaafkan sampai yang Paling Pendendam

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 20:30 WIB

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 12:27 WIB

Tafsir Lagu Pamungkas: Memaknai BKKASM dalam Relasi Orang Tua dan Anak

Tafsir Lagu Pamungkas: Memaknai BKKASM dalam Relasi Orang Tua dan Anak

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 14:15 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:31 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:19 WIB

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 14:19 WIB

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×