Sayangnya, Gerhana Matahari Total Ini Tak Bisa Diamati di Indonesia

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 28 Juni 2019 | 11:40 WIB
Sayangnya, Gerhana Matahari Total Ini Tak Bisa Diamati di Indonesia
Gerhana Matahari total 2017 , mulai detik-detik Matahari tertutup Bulan sampai menjadi total Solar eclipse [Shutterstock].

Suara.com - Gerhana Matahari total alias total solar eclipse akan terjadi pada 2 Juli 2019. Sayangnya, peristiwa langit itu tidak bisa diamati di Indonesia.

Oeno Atoll dalam gugus kepulauan  the Pitcairn Islands adalah lokasi penting pemijahan burung. Bakal menjadi lokasi pertama perlintasan gerhana Matahari total 2019, pekan depan [Shutterstock].
Oeno Atoll dalam gugus kepulauan the Pitcairn Islands adalah lokasi penting pemijahan burung. Bakal menjadi lokasi pertama perlintasan gerhana Matahari total 2019, pekan depan [Shutterstock].

Gerhana Matahari total sendiri adalah peristiwa angkasa ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari. Disebut sebagai Gerhana Matahari total karena permukaan Matahari ditutup sepenuhnya oleh Bulan.

Dilansir dari Space.com, gerhana Matahari total ini adalah yang pertama terjadi setelah gerhana Matahari total pada 21 Agustus 2017.

Peristiwa gerhana Matahari total selalu memiliki jalur totalitas, yaitu sebuah jalur di mana wilayah-wilayah yang dilintasinya berkesempatan melihat gerhana itu, sementara wilayah lainnya yang tidak dilalui hanya akan melihat gerhana parsial.

Jalur totalitas gerhana Matahari total pada 2 Juli 2019 akan melintasi luasan selebar 200 km. Sebagian besar jalur totalitas gerhana Matahari total kali ini akan melintasi Samudera Pasifik dan berakhir di pantai timur Amerika Selatan.

Wilayah-wilayah yang akan dilewati mencakup La Serena, Cile, dan berakhir di Buenos Aires, Argentina. Sementara itu, gerhana parsial akan terlihat di Uruguay, Paraguay, Ekuador, dan Brasil.

Fase totalitas gerhana akan pertama kali terlihat di Pulau Oeno atau Holiday Island di Samudera Pasifik Selatan, yang masuk wilayah teritorial yurisdiksi Britania Raya, pada pukul 10.24 waktu setempat (18.24 GMT).

Selanjutnya, tempat pertama di Amerika Selatan yang berkesempatan melihat totalitas akan berada di dekat La Serena, Cile, di mana totalitas akan dimulai pada 04.39 waktu setempat (19.39 GMT). Gerhana Matahari Total ini akan berlangsung selama 2 menit 53 detik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sempat Lihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang

Donald Trump Sempat Lihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang

News | Selasa, 22 Agustus 2017 | 07:08 WIB

Ini Alasan Jangan Melihat Gerhana Matahari Total Langsung

Ini Alasan Jangan Melihat Gerhana Matahari Total Langsung

Tekno | Kamis, 17 Agustus 2017 | 08:38 WIB

Kisah Para Ilmuwan Pemburu Gerhana Matahari Total

Kisah Para Ilmuwan Pemburu Gerhana Matahari Total

Tekno | Sabtu, 12 Maret 2016 | 19:45 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×