Ilmuwan Ini Pakai Teknologi Baru untuk Lihat Isi Otak Manusia Secara Detail

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Ilmuwan Ini Pakai Teknologi Baru untuk Lihat Isi Otak Manusia Secara Detail
Tampilan otak secara mendetail melalui MRI teknologi baru. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)

Isi otak manusia yang dipindai membantu ilmuwan untuk lebih memahami anatomi otak dan beberapa penyakit tertentu.

Suara.com - Ilmuwan dari Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat berhasil mengembangkan mesin MRI yang dapat merekam isi otak manusia secara detail, hal ini memungkinkan dilakukan dengan menggunakan terknologi terbaru. 

Peralatan yang sudah disetujui oleh lembaga resmi FDA Amerika Serikat itu dapat menghadirkan gambar sampel postmortem yang sangat tepat.

Sebanyak 100 jam pemindaian (scanning) menghasilkan gambar 3D dari seluruh otak manusia yang lebih detail daripada mesin MRI biasanya.

Tampilan baru, diaktifkan oleh MRI yang kuat, memiliki resolusi yang berpotensi untuk menemukan objek yang lebarnya lebih kecil dari 0,1 milimeter.

"Kami belum pernah melihat seluruh otak dalam gambaran seperti ini. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata ilmuwan bernama Priti Balchandani dari Icahn School of Medicine, New York City, Amerika Serikat yang tidak terlibat dalam penelitian.

Tampilan otak dari berbagai sisi. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)
Tampilan otak dari berbagai sisi. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)

Pemindaian menunjukkan struktur otak seperti amigdala dengan detail yang jelas.

Gambar dapat menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana perubahan halus dalam anatomi yang dapat berhubungan dengan gangguan seperti stres pasca-trauma.

Struktur amigdala diyakini merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi.

Peneitian tentang pemindaian otak secara mendetail ini telah diterbitkan di jurnal Biorxiv dan dapat diakses secara gratis oleh publik.

Tampilan otak secara mendetail. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)
Tampilan otak secara mendetail. (Jurnal Biorxiv/ Brian L. Edlow)

Para peneliti mempelajari otak wanita berusia 58 tahun yang meninggal karena penyakit pneumonia yang disebabkan oleh virus.

Otaknya disumbangkan, dianggap sehat, dan disimpan selama hampir 3 tahun.

Peneliti kemudian mengeluarkannya dan mulai memindai dengan mesin MRI yang disebut 7T atau 7 Tesla.

Dalam waktu lima hari, otak tersebut dipindai dengan mesin MRI 7T.

Dikutip dari Science News, para peneliti tidak bisa mendapatkan resolusi yang sama pada otak manusia yang hidup.

Sebagai catatan, manusia tidak bisa mentolerir pemindaian selama 100 jam.

Bahkan gerakan kecil, seperti yang berasal dari pernapasan dan aliran darah dapat mengaburkan gambar.

Penelitian mengenai pemindaian otak manusia secara detail ini diharapkan dapat membantu ilmuwan untuk menemukan kelainan otak yang sulit dilihat seperti koma dan kondisi kejiwaan seperti depresi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS