Dongkrak Ekspor, Sharp Tambah Lini Mesin Cuci Satu Tabung

Dythia Novianty
Dongkrak Ekspor, Sharp Tambah Lini Mesin Cuci Satu Tabung
Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Terbaru di Pabrik Mesin Cuci Sharp Indonesia, KIIC, Jawa Barat, Selasa (16/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

PT Sharp Electronics Indonesia melihat tingginya minat mesin cuci sebagai peluang besar dalam mendongkrak nilai ekspor.

Suara.com - Tingginya minat negara-negara dengan produk elektronik buatan Indonesia, seperti mesin cuci satu tabung dilihat PT Sharp Electronics Indonesia sebagai peluang besar dalam mendongkrak nilai ekspor. Pabrikan asal Negeri Sakura ini menambah lini produksi mesin cuci satu tabung atau full auto.

Tadashi Ohyama, CEO PT Sharp Electronics Indonesia, mengakui bahwa penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor. Meski banyak fitur dan desain yang dibuat khusus untuk pasar tanah air, ternyata banyak mesin cuci kami yang diminati oleh negara tetangga dengan karakteristik konsumen serupa, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Timur Tengah dan banyak negara lainnya.

"Hadirnya lini produksi terbaru diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global tersebut. Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, semoga kami bisa membuktikan kesiapan baik produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaing di kancah internasional," ucapnya di Karawang, Selasa (16/7/2019).

Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Terbaru di Pabrik Mesin Cuci Sharp Indonesia, KIIC, Jawa Barat, Selasa (16/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Terbaru di Pabrik Mesin Cuci Sharp Indonesia, KIIC, Jawa Barat, Selasa (16/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Inisiatif Sharp untuk membantu menopang bisnis ekspor manufaktur elektronik juga disambut positif oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.

“Ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar ekspor,” ujar Menperin.

Penambahan produksi mesin cuci tipe satu tabung kini direlokasi ke pabrik mesin cuci Sharp Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC). Seremoni ini turut diresmikan oleh Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Dady Iskandar (Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan), Tadayuki Miyashita (Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia), serta segenap manajemen Sharp Corporation maupun Sharp Indonesia.

Awalnya, pabrik mesin cuci Sharp Indonesia pertama kali beroperasi pada tahun 2008 di Pulogadung dengan luas pabrik 4.537 m². Pabrik mesin cuci dipindahkan ke KIIC di tahun 2013 dengan luas mencapai 11.400 m². Hasilnya, pencapaian produksi mesin cuci tipe dua tabung meningkat pesat hingga sebesar 1,2 juta unit per tahun.

Adapun mesin cuci satu tabung yang diproduksi Sharp Indonesia di pabrik Karawang terdiri dari 14 model dengan kapasitas cuci 8 kg hingga 12 kg, termasuk mesin cuci megamouth gold series yang dibalut dengan warna emas dan diproduksi terbatas hanya 2.000 unit saja. Mesin cuci gold series merupakan mesin cuci eksklusif yang diluncurkan dalam rangka merayakan 50 tahun kiprah Sharp Indonesia di nusantara.

Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Terbaru di Pabrik Mesin Cuci Sharp Indonesia, KIIC, Jawa Barat, Selasa (16/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Peresmian Lini Produksi Mesin Cuci Terbaru di Pabrik Mesin Cuci Sharp Indonesia, KIIC, Jawa Barat, Selasa (16/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Selain diproduksi dalam negeri, mesin cuci satu tabung/full auto juga kental dengan benaman fitur lokal yang relevan dengan kondisi Indonesia. Misalnya, mampu menghemat air lebih besar hingga 50 persen, mampu bekerja dalam kondisi tekanan air yang rendah, hingga mengantisipasi tegangan listrik yang tidak stabil. Kemunculan mesin cuci satu tabung/full auto membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia sendiri. Di samping menargetkan kapasitas produksi mesin cuci yang lebih banyak yaitu naik 10 – 15 persen dari kapasitas produksi semula, Sharp juga mematok adanya kenaikan angka ekspor hingga market share.

“Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung/full auto sendiri, kami yakin dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan ini, baik dari sisi pengembangan dan perencanaan produk, sampai menggenjot penjualan ekspor tumbuh hingga 20 persen di 2020 untuk seluruh kategori produk. Kami juga optimis hasil ekspor dapat berimbas positif pada market share kami keseluruhan,” imbuh Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS