Huawei Diduga Bantu Korut Bangun Jaringan Nirkabel

Dythia Novianty

Rabu, 24 Juli 2019 | 10:57 WIB
Huawei Diduga Bantu Korut Bangun Jaringan Nirkabel
Logo Huawei. [Shutterstock]

Suara.com - Huawei dianggap sebagai ancaman keamanan nasional di beberapa negara yang mana memungkinkan rezim komunis di sana mengumpulkan intelijen atas namanya. Mendorong beredarnya desas-desus bahwa telepon dan berbagai peralatan jaringan Huawei yang dirancang untuk memata-matai konsumen dan perusahaan asal Amerika Serikat dan mengirimkan informasi itu ke Beijing.

Seperti biasa, desas-desis itu pun selalu ditampik Huawei dan "pintu belakang" yang disebut-sebut, tidak pernah ditemukan.

Tetapi ada alasan lain untuk khawatir tentang Huawei. Washington Post dikutip Metro melaporkan, dokumen yang bocor menunjukkan bahwa perusahaan itu secara diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkabelnya dan membantu pemeliharannya.

Jika memang terbukti benar, tindakan Huawei ini melanggar sanksi internasional yang diberikan pada negara itu. Disebabkan produknya mengandung bagian Amerika, juga melanggar sanksi AS yang mencegah ekspor peralatan tertentu ke Korea Utara.

Bukti dalam bentuk spreadsheet, perintah kerja, dan kontrak dari basis data Huawei diberikan kepada The Washington Post oleh mantan karyawan Huawei. Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Huawei dan perusahaan pemerintah China yang disebut Panda International Information Technology Co. Ltd. bekerja pada berbagai proyek di Korea Utara selama lebih dari delapan tahun.

The Washington Post mengatakan bahwa keterlibatan Panda International dalam proyek-proyek ini membantu menyembunyikan partisipasi Huawei di dalamnya. Dokumen-dokumen lain diserahkan dari sumber-sumber anonim yang dicirikan oleh surat kabar itu sebagai keinginan untuk melihat materi yang dipublikasikan.

Juru bicara Huawei Joe Kelly mengatakan bahwa perusahaan itu tidak memiliki kehadiran di Korea Utara meskipun dia menolak untuk menyatakan apakah mereka melakukan bisnis di Korea Utara di masa lalu. Dia juga tidak menentang keaslian dokumen yang bocor.

Huawei mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara dan wilayah tempatnya beroperasi, termasuk semua kontrol ekspor dan undang-undang dan peraturan sanksi.

Kembali pada bulan Januari, Huawei, beberapa perusahaan terafiliasi, dan CFO Meng Wanzhou didakwa oleh Departemen Kehakiman AS atas berbagai tuduhan termasuk penipuan bank. Perusahaan itu diduga berusaha menutupi bisnis yang telah dilakukannya dengan Iran, negara lain di bawah sanksi ekonomi AS.

baca juga
Ilustrasi Amerika Serikat vs China. [Shutterstock]
Ilustrasi Amerika Serikat vs China. [Shutterstock]

Perusahaan itu juga didakwa dengan tuduhan mencuri rahasia dagang dari operator AS, T-Mobile. Kembali pada tahun 2014, T-Mobile mengajukan gugatan perdata terhadap Huawei dengan mengklaim bahwa perusahaan mencuri suku cadang termasuk lengan robot penguji telepon yang disebut "Tappy" pada tahun 2012 dan 2013.

Laporan blockbuster ini akan meningkatkan peringatan dari anggota parlemen AS yang telah mengatakan kepada sekutu bahwa mereka tidak boleh menggunakan peralatan jaringan Huawei di jaringan 5G mereka. Sementara beberapa negara telah mengindahkan peringatan ini, banyak sekutu utama AS di Eropa telah memutuskan untuk terus maju dan memungkinkan Huawei berkontribusi peralatan untuk sistem nirkabel generasi berikutnya.

Pabrikan peralatan jaringan dan telepon China lainnya juga tidak diizinkan mengakses rantai pasokan A.S-nya tahun lalu untuk jangka waktu tertentu. ZTE, yang juga dianggap sebagai ancaman keamanan nasional oleh anggota parlemen AS, membayar denda 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2017 karena menjual barang dan jasa ke Korea Utara dan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Huawei Daftarkan Paten Teknologi Kamera Sinematik

Huawei Daftarkan Paten Teknologi Kamera Sinematik

Tekno | Senin, 22 Juli 2019 | 21:39 WIB

Samsung dan Xiaomi Raup Untung dari Konflik Huawei - AS

Samsung dan Xiaomi Raup Untung dari Konflik Huawei - AS

Tekno | Senin, 22 Juli 2019 | 21:35 WIB

Wah, HongMeng Bukan OS untuk Ponsel? Begini Paparannya

Wah, HongMeng Bukan OS untuk Ponsel? Begini Paparannya

Tekno | Minggu, 21 Juli 2019 | 15:05 WIB

Tetapkan Gunakan Android, Huawei: Hongmeng Bukan untuk Ponsel

Tetapkan Gunakan Android, Huawei: Hongmeng Bukan untuk Ponsel

Tekno | Jum'at, 19 Juli 2019 | 21:01 WIB

Huawei Berencana PHK Karyawannya di Amerika Serikat

Huawei Berencana PHK Karyawannya di Amerika Serikat

News | Senin, 15 Juli 2019 | 16:21 WIB

Imbas Sengketa AS, Huawei Rumahkan Ratusan Pegawai

Imbas Sengketa AS, Huawei Rumahkan Ratusan Pegawai

Tekno | Senin, 15 Juli 2019 | 09:35 WIB

Ini Lho Nama Global untuk Sistem Operasi Milik Huawei

Ini Lho Nama Global untuk Sistem Operasi Milik Huawei

Tekno | Minggu, 14 Juli 2019 | 17:21 WIB

Lebarkan Sayap, Huawei Cloud Hadir di Indonesia

Lebarkan Sayap, Huawei Cloud Hadir di Indonesia

Tekno | Minggu, 14 Juli 2019 | 11:19 WIB

Amerika Ijinkan Menjual Produknya ke Huawei, Tetapi ....

Amerika Ijinkan Menjual Produknya ke Huawei, Tetapi ....

Tekno | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:27 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×