Mau Tinggal di Mars? Ini Persiapannya Menurut Para Ilmuwan

Vania Rossa, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 12:20 WIB
Mau Tinggal di Mars? Ini Persiapannya Menurut Para Ilmuwan
Ilustrasi planet Mars (Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan diketahui telah menyusun rencana untuk membangun koloni di Mars. Meski begitu, misi tersebut dinilai terlalu berbahaya, mengingat Mars tidak seperti Bumi yang diciptakan laik huni. Namun, tampaknya para ilmuwan telah memiliki beberapa solusi agar umat manusia dapat bertahan hidup di Mars.

Dari segi geografis, Mars memiliki kutub-kutub yang berisi tudung es, memiliki area lembah yang besar, bahkan memiliki air dalam bentuk cair di bawah permukaannya yang kering. Hal tersebut membuat Mars seolah tampak serupa dengan Bumi sehingga mencetuskan ide para ilmuwan untuk mencoba menetap di sana.

Namun, sayangnya kini kondisi Mars sangat ekstrem, karena berupa gurun pasir dingin yang tanahnya penuh dengan radioaktif beracun. Tak hanya itu, menurut NASA, planet merah tersebut hanya mendapatkan 40 persen tenaga Matahari yang didapatkan Bumi sehingga menjadikan Mars sebagai planet miskin energi.

Sumber energi lain seperti tenaga angin dan tenaga panas planet juga tidak dapat digunakan karena hampir tidak ada atmosfer di Mars. Untuk mengatasinya, sumber energi lain yang bisa digunakan adalah nuklir. Jika reaktor tersebut berhasil dikembangkan oleh para ilmuwan, maka sumber energi tersebut akan cukup untuk mengoperasikan pangkalan kecil pada tahun-tahun awal kolonisasi Mars.

Di sisi lain, kerapatan atmosfer Mars hanya sebesar 1 persen dibanding kerapatan atmosfer Bumi dan hampir seluruhnya terdiri dari karbon dioksida. Oleh karena itu, habitat tempat manusia hidup di Mars perlu memiliki tekanan dan diisi dengan atmosfer buatan yang terdiri dari nitrogen dan oksigen. Menurut Planetary Society, untuk mewujudkannya maka para ilmuwan harus memastikan habitat tempat tinggal manusia di Mars nanti memiliki bentuk tabung atau bulat.

Jika bentuknya kotak, maka sudut dan dinding yang datar akan sangat rapuh terhadap tekanan buatan. Sebaliknya, bentuk tabung atau bulat akan mampu menahan tegangan perbedaan tekanan udara di dalam dan di luar planet. Tak hanya itu, pintu-pintu tempat tinggal tersebut pun harus kedap udara atau manusia akan terkena radiasi. Selain itu, tempat tinggal pun perlu dilapisi dengan karbon dioksida beku yang tebal yang dapat langsung diperoleh dari atmosfer Mars.

Bahaya lainnya yang mengancam manusia adalah debu Mars. Menurut Space.com, debu-debu tersebut terdiri atas muatan elektrostatis yang beracun jika terhirup. Dengan begitu, umat manusia perlu robot penjelajah untuk misi-misi awal pendaratan. Robot-robot penjelajah tersebut bisa dikendalikan dalam habitat untuk melakukan penelitian, eksperimen, hingga membangun sesuatu tanpa manusia harus keluar dari habitat.

Sayangnya, hingga saat ini tampaknya para ilmuwan harus mencari solusi untuk mengatasi perbedaan gravitasi di Mars dan Bumi. Menurut NASA, tarikan gravitasi Mars yang hanya sebesar 38 persen dari gravitasi Bumi dapat menyebabkan masalah serius, seperti kematian otot, tulang keropos, masalah jantung, hingga pembuluh darah. Bagaimana, berminat pindah ke Mars?

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawah Diduga Jadi Bukti Mega Tsunami di Mars

Kawah Diduga Jadi Bukti Mega Tsunami di Mars

Tekno | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:15 WIB

Menilik Pulau Tempat Berlatih Astronaut Sebelum ke Mars

Menilik Pulau Tempat Berlatih Astronaut Sebelum ke Mars

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2019 | 15:00 WIB

Robot Milik NASA Terdeteksi di Planet Mars

Robot Milik NASA Terdeteksi di Planet Mars

Tekno | Minggu, 14 Juli 2019 | 12:04 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×