Palapa Ring Khusus Kalimantan Akan Dibangun untuk Layani Ibu Kota Baru

Liberty Jemadu
Palapa Ring Khusus Kalimantan Akan Dibangun untuk Layani Ibu Kota Baru
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara sedang menguji teknologi jaringan 5G XL di Lampung, Rabu (21/8/2019). [Antara]

Pembangunan Palapa Ring di Kalimantan akan memanfaatkan jalan yang dibangun Kementerian PUPR.

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan kemungkinan akan ada Palapa Ring khusus Kalimantan menyusul telah ditunjuknya Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota negara Indonesia baru yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini.

“Jadi, kalau kita punya Palapa Ring untuk Indonesia, untuk punya Kalimantan-nya sendiri harus banyak Palapa Ring," kata Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Untuk pembangunan infrastruktur jaringan internet berbasis kabel serat optik itu, Kominfo akan memanfaatkan jalan yang dibangun Kementerian PUPR.

"Nantinya kita akan manfaatkan bahu jalan yang sudah dibangun Kementerian PUPR di daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Yang sudah dibangun hanya kurang dari 300 kilometer, nanti kita akan bangun fiber optik, sehingga di Kalimantan itu ringnya akan semakin bagus,” kata dia.

Kendati demikian, Kominfo mengatakan itu harus dibicarakan terlebih dahulu dengan para operator seluler.

“Apakah mereka akan menggelar jaringan di sana atau tidak,” lanjut Rudiantara.

Rudiantara mengatakan jika jaringan broadband di Kalimantan sudah terkoneksi, baik melalui Palapa Ring atau dengan jaringan yang dibangun oleh operator nanti akan ada gateaway internasional yang langsung ke Kalimantan

"Tapi tetap harus kita tingkatkan lagi keandalannya. Karena mungkin 5 sampai 10 tahun lagi ada direct gateway ke internasional dari Kalimantan," katanya.

Dengan kondisi tersebut, trafik telekomunikasi tidak lagi dari Kalimantan dibawa ke Jakarta, kemudian Jakarta bawa ke Singapura, atau dibawa ke Sulawesi.

"Mungkin harus dirancang dari sekarang, seberapa besar trafiknya. Karena kalau ibu kota pindah, itu kan nanti ada jutaan penghuni baru. Kalau trafik internasional tinggi, kenapa kita tidak pikirkan suatu saat dari Kalimantan langsung ke internasional," jelasnya.

Artinya, ke depan masyarakat di Kalimantan bisa berkomunikasi secara lebih cepat, utamanya untuk telekomunikasi antarnegara. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS