Ilmuwan Merekonstruksi Wajah Prajurit Viking Perempuan Berusia 1.000 Tahun

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Ilmuwan Merekonstruksi Wajah Prajurit Viking Perempuan Berusia 1.000 Tahun
Ilustrasi baju zirah bangsa Viking.[Shutterstock]

Kerangka wajah berusia 1.000 tahun itu juga terkubur bersama dengan beberapa senjata.

Suara.com - Para ilmuwan berhasil melakukan rekonstruksi wajah bangsa Viking yang diduga merupakan seorang prajurit berjenis kelamin perempuan. Kerangka wajah itu sendiri digali lebih dari seabad lalu di Solør, Norwegia, dan ditempatkan di Museum Sejarah Budaya Oslo.

Para ilmuwan merekonstruksi wajah menggunakan teknik yang membangun lapisan otot berdasarkan bentuk tengkorak dan fitur anatomi lainnya.

Saat digali, kerangka wajah berusia 1.000 tahun itu juga terkubur bersama dengan beberapa senjata, seperti pedang, tombak, kapak perang, dan panah. Hal itu menunjukkan bahwa makam tersebut adalah makam seorang pejuang.

Tak hanya itu, di bagian dahi terdapat luka berupa sayatan yang cukup dalam. Meski begitu, bekas luka tersebut tidak bisa dibuktikan disebabkan oleh apa.

Menariknya, penemuan kerangka wajah tersebut merupakan bukti pertama seorang perempuan Viking memiliki bekas luka.

Ilustrasi bangsa Viking. [Shutterstock]

Dilansir laman IFL Science, sosok prajurit perempuan dari bangsa Viking ini sendiri telah lama menimbulkan kontroversi. Banyak peneliti yang berasumsi bahwa mereka hanyalah tokoh mitologis dari cerita rakyat. Namun, semakin banyak bukti arkeologis yang bertentangan dengan pendapat itu.

Pada 1878, para arkeolog membuka sebuah ruang pemakaman di Pulau Björkö, Swedia, dan menemukan kerangka seorang prajurit Viking yang memiliki pangkat tinggi. Kerangka tersebut dikubur bersama dengan semua senjata, dua kuda perang, dan baju perang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS