Ilmuwan China Ciptakan Chimera, Campuran Babi dan Monyet

Liberty Jemadu, Tivan Rahmat

Selasa, 10 Desember 2019 | 07:15 WIB
Ilmuwan China Ciptakan Chimera, Campuran Babi dan Monyet
Ilustrasi babi. [shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan China telah melakukan eksperimen kontroversial, dengan menciptakan mahluk chimera antara babi dan monyet, demikian diwartakan New Scientist pada pekan lalu.

Dalam eksperimen itu berhasil dilahirkan sepasang babi yang di dalam tubuhnya terkandung DNA monyel. Dalam foto yang ditayangkan, terlihat chimera itu memang berbentuk seperti anak babi biasa.

Chimera sendiri adalah mahluk yang memiliki DNA dari dua binatang berbeda. Adapun sepasang babi dengan campuran DNA monyet tersebut hanya bertahan hidup kurang dari satu pekan.

"Ini adalah laporan pertama terkait studi jangka panjang chimera babi - monyet," kata Tang Hai, peneliti pada Laboratorium Sel Punca dan Biologi Reproduktif Utama Negara, China yang berpusat di Beijing.

Tujuan besar dari eksperimen chimera ini adalah menumbuhkan organ-organ manusia dalam tubuh binatang untuk dipanen saat dibutuhkan dalam operasi donor organ. Jika berhasil studi ini akan membantu jutaan pasien yang membutuhkan donasi organ tubuh di dunia.

Meski demikian para ilmuwan dalam eksperimen itu mengakui bahwa mereka membutuhkan studi yang lebih panjang sebelum mulai menumbuhkan organ manusia seperti jantung atau ginjal di dalam tubuh babi.

Dalam eksperimen itu Tang Hai dan timnya memodifikasi sel-sel monyet secara genetik sehingga mereka menghasilkan flourescent protein yang disebut GFP.

Dari GFP para peneliti bisa mengidentifikasi asal-muasal satu sel. Mereka lalu mengambil sel-sel punca embrionik dan menyuntikannya ke embrio babi, lima hari setelah masa pembuahan.

Sebanyak 4000 embrio yang telah disuntikan dengan sel punca monyet lalu ditanam dalam rahim babi betina. Dari sana, lahir 10 ekor anak babi dan dua di antaranya adalah chimera.

baca juga

Sayang dua chimera itu mati dalam waktu kurang dari sepekan setelah dilahirkan. Dalam tubuh chimera itu ditemukan jaringan jantung, hati, limpa, paru-paru yang terbuat dari sel-sel monyet. Tetapi proporsinya sangat rendah, antara 1 dari 1000 dan 1 dari 10.000 sel.

Untuk sementara, tim penelitian berasumsi bahwa kematian anak babi itu diakibatkan oleh proses pembuahan, bukan proses chimera (pencampuran genetik).

Namun, Tang Hai mengatakan bahwa timnya akan terus melakukan rekayasa genetika untuk menciptakan chimera dan mereka akan menambah porsi sel monyet dalam eksperimen berikutnya.

Jika itu berhasil, langkah mereka selanjutnya adalah mencoba membuat babi yang satu organnya tersusun hampir seluruhnya oleh sel monyet.

Eksperimen itu sendiri menuai kecaman dari sejumlah peneliti. Mereka menilai bahwa para ilmuwan China telah melanggar kode etik ilmiah karena menciptakan chimera.

Ahli ilmu saraf Douglas Munoz di Queen's University di Kingston, Kanada, kepada Daily Mail mengatakan bahwa proyek penelitian seperti ini benar-benar membuat dia takut ketakutan.

"Bagi kami (para ilmuwan), untuk mulai memanipulasi fungsi kehidupan dengan cara seperti ini, tanpa sepenuhnya tahu cara mematikannya atau menghentikannya, jika terjadi kesalahan benar-benar membuat saya takut," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi

Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi

Your Say | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:50 WIB

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Ulasan Novel O, Garis Tipis Antara Topeng Monyet dan Topeng Kehidupan

Ulasan Novel O, Garis Tipis Antara Topeng Monyet dan Topeng Kehidupan

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:00 WIB

Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang

Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang

News | Senin, 09 Maret 2026 | 21:39 WIB

Mitos Lereng Ciremai dan Wajah Metropolitan dalam Buku Monyet Bercerita

Mitos Lereng Ciremai dan Wajah Metropolitan dalam Buku Monyet Bercerita

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:20 WIB

New Wisata Wendit: Ikon Legendaris Malang yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Keluarga

New Wisata Wendit: Ikon Legendaris Malang yang Cocok Jadi Destinasi Liburan Keluarga

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:11 WIB

Viral Monyet Punch Dibully Monyet Lain, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara

Viral Monyet Punch Dibully Monyet Lain, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara

Entertainment | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:00 WIB

Review Novel O Eka Kurniawan: Satir Pedas Tentang Monyet Berambisi Jadi Manusia

Review Novel O Eka Kurniawan: Satir Pedas Tentang Monyet Berambisi Jadi Manusia

Your Say | Minggu, 01 Februari 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:56 WIB

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:46 WIB

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:18 WIB

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×