Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
Angkatan laut AS (US Navy). [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Teknisi kapal USS Chief diserang monyet di Phuket hingga dievakuasi ke pangkalan Jepang.
  • Insiden aneh ini tidak menghentikan misi vital pembersihan ranjau Iran di Selat Hormuz.
  • Presiden AS perintahkan intensitas operasi sapu ranjau dilipatgandakan demi atasi krisis minyak dunia.

Suara.com - Seorang teknisi Angkatan Laut AS terpaksa dievakuasi usai diserang seekor monyet di Thailand. Insiden ini terjadi tepat sebelum ia bertugas membersihkan ranjau di Selat Hormuz.

Kejadian tak terduga ini menjadi ironi di tengah ketegangan militer global. Persiapan menghadapi senjata mematikan buatan Iran justru sempat terhambat oleh seekor satwa liar.

Meski terdengar sepele, evakuasi medis tetap harus dilakukan demi keselamatan sang prajurit. Sang teknisi ahli tersebut akhirnya langsung diterbangkan ke Jepang.

Kronologi Serangan Tak Terduga di Phuket

Peristiwa bermula saat kapal USS Chief berlabuh sejenak di perairan Thailand. Sang teknisi yang sedang turun ke darat tiba-tiba dicakar oleh primata nakal tersebut.

Media Axios melaporkan bahwa monyet liar di kota Phuket memang kerap berbuat onar. Beberapa insiden pencurian makanan bahkan sering berujung pada tindakan agresif terhadap manusia.

Mengutip The New York Post, seorang pejabat militer membenarkan kejadian langka ini.

“Hal-hal aneh bisa terjadi. Ini jelas merupakan sesuatu yang tidak diketahui sama sekali,” jelasnya.

Beruntung, luka yang dialami korban tidak terlalu parah atau mengancam nyawa. Ia langsung dipindahkan ke pangkalan Kepala Staf di Sasebo untuk mendapat perawatan medis.

baca juga
Ilustrasi monyet, babun, kera. (Pixabay/blende12)
Ilustrasi monyet, babun, kera. (Pixabay/blende12)

Misi Tempur USS Chief Tetap Berjalan

Ketiadaan satu kru tidak menyurutkan langkah armada Paman Sam. Kapal penyapu ranjau USS Chief terus melaju menembus perairan Timur Tengah sesuai jadwal operasi.

Kapal ini mengemban tugas krusial untuk mensterilkan jalur pelayaran dari jebakan mematikan. Ratusan kapal laut kini terjebak di Teluk Persia akibat ranjau tebaran Iran.

Krisis ini memicu guncangan pasokan dan menaikkan harga minyak global secara drastis. Blokade pelabuhan Iran pun diperketat guna menekan kendali Teheran atas lalu lintas laut.

Presiden Trump telah menginstruksikan eskalasi operasi militer pada Kamis (23/4/2026) lalu.

Arahan ini dikeluarkan demi meredam kekacauan pasokan energi dunia akibat peperangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:01 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×