Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
Kawanan monyet ekor panjang masuk ke pemukiman warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (ANTARA/Dokumentasi Warga Lembang/Yanti)
baca 10 detik
  • Malaria Knowlesi merupakan infeksi zoonotik akibat parasit Plasmodium knowlesi yang ditularkan nyamuk Anopheles dari monyet ke manusia.
  • Penyakit ini memiliki siklus replikasi cepat yang menyebabkan kondisi pasien memburuk drastis dalam waktu singkat sejak gejala muncul.
  • Masyarakat harus segera ke rumah sakit untuk diagnosis PCR dan pengobatan anti-malaria guna mencegah dampak infeksi berat.

Suara.com - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap jenis malaria yang satu ini: Malaria Knowlesi. Bukan sekadar malaria biasa, penyakit ini memiliki karakteristik unik yang berasal dari satwa liar dan berpotensi fatal jika terlambat ditangani.

Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan malaria zoonotik.

Penyebabnya adalah parasit Plasmodium knowlesi yang secara alami menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk.

Penularannya terjadi saat nyamuk Anopheles (khususnya kelompok Leucosphyrus) menggigit monyet yang terinfeksi, lalu nyamuk tersebut menggigit manusia.

Dalam dunia kesehatan, nyamuk ini berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit.

Gejala yang Menipu: Sering Dikira Flu atau DBD

Tantangan terbesar dalam mendeteksi Malaria Knowlesi adalah gejalanya yang tidak khas. Banyak pasien terkecoh dan menganggapnya sebagai demam berdarah (DBD), tipus, atau sekadar flu biasa.

Padahal, parasit ini memiliki siklus replikasi yang sangat cepat, yaitu hanya 24 jam. Artinya, kondisi pasien bisa memburuk secara drastis dalam waktu singkat.

Kenali Gejalanya:

baca juga
  • Gejala Ringan hingga Sedang: Demam, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, serta mual dan muntah.
  • Gejala Berat (Wajib Segera ke RS): Napas cepat atau sesak (ARDS), penurunan trombosit secara drastis, gangguan fungsi hati (mata dan kulit menguning), air kencing sedikit dan pekat, hingga penurunan kesadaran.

Untuk mendiagnosis penyakit ini secara akurat, diperlukan tes PCR. Pasien sangat disarankan mendapatkan pengobatan kombinasi berbasis Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala pertama muncul.

Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:

  • ACT adalah pilihan utama bagi pasien tanpa komplikasi.
  • Artesunate Intravena diberikan untuk kasus yang berat.
  • Jangan "Self-Diagnose": Hindari minum antibiotik sembarangan atau mengobati sendiri karena mengira hanya terkena tipus, DBD, atau flu.
  • Jangan Tunda ke Dokter: Segera periksakan diri setelah pulang dari kawasan hutan jika merasa demam.

"Harus segera ditangani setelah diagnosis agar tidak terjadi infeksi yang berat. Malaria ini tidak bisa dengan antibiotik harus dengan anti-malaria," ungkap Inke dalam pertemuan daring dengan media, Rabu (13/5/2026).

Dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menerangkan tentang bagaimana pencegahan diri dari penyakit malaria knowlesi pada pertemuan daring dengan media, Rabu (13/5/2026). (Sumber: tangkapan layar Zoom)
Dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis menerangkan tentang bagaimana pencegahan diri dari penyakit malaria knowlesi pada pertemuan daring dengan media, Rabu (13/5/2026). (Sumber: tangkapan layar Zoom)

Mitos vs Fakta Malaria Knowlesi

Dr. Inke juga meluruskan beberapa simpang siur informasi yang beredar di masyarakat:

  • Mitos: Penularan melalui udara.
  • Fakta: Penularan tetap melalui gigitan nyamuk dari monyet. Bukan dari udara atau kontak antara manusia dan monyet.
  • Vaksin: Hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk Malaria Knowlesi. Vaksin yang tersedia saat ini hanya untuk parasit Plasmodium falciparum.
  • Wilayah Sebaran: Penyakit ini tidak hanya ditemukan di Malaysia, tapi juga telah dilaporkan di Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Singapura.
  • Risiko Hewan Peliharaan: Memelihara monyet di rumah meningkatkan risiko terjangkit. Kontak langsung dengan monyet ekor panjang sangat tidak dianjurkan.

Langkah Pencegahan: Lindungi Diri Anda!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

Lifestyle | Senin, 20 April 2026 | 11:55 WIB

Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah

Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah

Lifestyle | Senin, 20 April 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:32 WIB

×