Homo Erectus, Manusia Pertama yang Keluar dari Afrika, Punah di Jawa

Liberty Jemadu

Sabtu, 21 Desember 2019 | 06:35 WIB
Homo Erectus, Manusia Pertama yang Keluar dari Afrika, Punah di Jawa
Gambar model wajah manusia purba Homo erectus atau Manusia Jawa (Shutterstock).

Suara.com - Hasil penghitungan ulang fosil manusia purba Homo erectus di situs purbakala Ngandong, Blora, Jawa Tengah memastikan bahwa spesies tersebut adalah jenis manusia yang bertahan hidup paling lama di dunia dan bahwa Jawa adalah tempat mereka mengakhiri perjalanan panjang dari Afrika.

Tulang-tulang tengkorak dan dua tulang kering yang ditemukan di dekat Sungai Bengawan Solo pada 1930 itu, setelah dilakukan analisis ulang, diketahui berusia antara 108.000 sampai 117.000 tahun.

Kepastian usia fosil Homo erectus itu menunjukkan bahwa area Jawa Tengah adalah tempat hidup terakhir Homo erectus sebelum punah dan bahwa spesies itu adalah manusia dengan masa hidup paling lama di dunia.

Bandingkan, misalnya, dengan spesies kita, Homo sapiens, yang baru hidup di Bumi selama 200.000 tahun atau Homo Neanderthal di Timur Tengah dan Eropa yang hanya bertahan selama 70.000 tahun.

Homo erectus sendiri, berkat temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, diketahui hidup selama 1,8 juta tahun sebelum akhirnya punah di Jawa.

"Mereka adalah spesies yang hidup sangat lama dan kami kini berhasil mengetahui kapan terakhir kali mereka hidup," kata Russel Ciochon, antropolog dari Universitas Iowa, Amerika Serikat yang terlibat dalam studi itu.

Homo erectus, yang tubuhnya sangat mirip dengan kita manusia modern, pertama kali muncul di Afrika sekitar 2 juta tahun lalu. Mereka adalah spesies manusia pertama yang berhasil meninggalkan Afrika, mengembara di Bumi hingga sampai ke Nusantara.

Selain sangat mirip Homo sapiens, mereka juga sudah memiliki kecerdasan yang lebih tinggi karena telah bisa memasak makanannya sendiri dan menciptakan alat-alat rumit untuk berburu.

Sebelumnya para ilmuwan belum bisa menentukan dengan tepat usia fosil di Ngandong yang ditemukan pada periode 1931 - 1933 oleh sejumlah pakar geologi Belanda. Ada yang bilang usia fosil itu sekitar 25.000 tahun, tetapi ada juga yang mengatakan mencapai 500.000 tahun.

baca juga

Selain fosil manusia purba, juga ditemukan 25.000 potong fosil binatang seperti harimau, kerbau air, dan gajah di situs tersebut. Fosil-fosil itu ditemukan para geolog Belanda setelah terbawa banjir dari tempatnya semula.

Dalam riset yang digelar bersama ilmuwan dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) selama 16 tahun, para peneliti menghitung usia lanskap dan fosil binatang di sekitarnnya.

Mereka misalnya menghitung usia stalagmit beberapa gua di sekitar pegunungan Ngandong dan menemukan bahwa pegunungan tersebut baru muncul sekitar 500.000 tahun silam. Lahirnya gunung-gunung itu menyebabkan Sungai Bengawan Solo berbelok ke Kendeng, yang meliputi situs purbakala Ngandong.

Lebih lanjut juga ditemukan bahwa situs Ngandong terbentuk sekitar 140.000 sampai 92.000 tahun silam. Dari sana para arkeolog berhasil menentukan tempat yang menjadi asal mula fosil-fosil tersebut.

Lokasi itu, yang hanya berisi fosil binatang, kemudian diteliti dan diketahui memiliki area-area dengan 52 usia berbeda. Temua itu kemudian dimasukkan dalam sebuah model komputer untuk dianalisis dan keluarlah hasil yang diumumkan para ilmuwan di atas.

"Mengetahui kapan satu spesies hidup dan kapan mereka punah sangat penting untuk memahami posisi mereka dalam pohon evolusi, dengan siapa mereka berinteraksi, dan mengapa mereka punah," kata Kira Westway dari Universitas Macquarie, Australia, yang juga terlibat dalam studi itu.

Dari temuan itu diketahui bahwa Homo erectus tidak pernah berjumpa dengan Homo sapiens. Tetapi mereka mungkin sempat bergaul dengan Denisovan, spesies manusia yang fosilnya ditemukan di gua-gua Siberia.

Juga diketahui dari laporan itu bahwa Homo erectus punah di Jawa ketika suhu udara mulai menghangat dan hutan yang tadinya tidak begitu padat menjelma menjadi hutan hujan tropis yang sangat lebat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:58 WIB

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores

Tekno | Rabu, 10 Desember 2025 | 13:47 WIB

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap

Tekno | Minggu, 16 November 2025 | 11:36 WIB

Sejarah yang Tersembunyi: Tengkorak 1 Juta Tahun Ungkap Masa Lalu Manusia yang Lebih Rumit

Sejarah yang Tersembunyi: Tengkorak 1 Juta Tahun Ungkap Masa Lalu Manusia yang Lebih Rumit

Tekno | Selasa, 30 September 2025 | 20:23 WIB

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba

Tekno | Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:18 WIB

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:57 WIB

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

DNA Manusia Purba dari Afrika Utara Ungkap Sejarah Tersembunyi Gurun Sahara, Apa Itu?

News | Selasa, 08 April 2025 | 22:46 WIB

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?

Tekno | Kamis, 23 Januari 2025 | 16:45 WIB

Pithecanthropus Erectus: Jejak Nenek Moyang Indonesia di Bumi Nusantara

Pithecanthropus Erectus: Jejak Nenek Moyang Indonesia di Bumi Nusantara

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2024 | 17:34 WIB

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Museum Manusia Purba Sangiran, Destinasi Wisata Edukatif yang Diakui UNESCO

Your Say | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:45 WIB

Terkini

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

Raja Yordania Buru Pembantai Jemaat Gereja Karak, Janji Tindak Tegas

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

Pakar: Cegah Karhutla, Jangan Hanya Andalkan Sanksi Hukum

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

Operasi Patuh 2026 Mulai Jam Berapa? Ini 11 Pelanggaran yang Diincar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

IHSG Bebas Jual-Beli! BEI Resmi Cabut Aturan Suspend Saham, Begini Skema Barunya

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:10 WIB

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

BEI Langsung Tandai Saham yang Terindikasi Gorengan, Rekening Efek Bisa Diblokir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

Bareskrim Turun Tangan Usut Karhutla di Kaltim dan Kalteng

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Kenapa Hari Sumpah Pemuda Tidak Tanggal Merah? Cek Penjelasan Resmi Aturannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×