Wadidaw! Gerhana Matahari Cincin 26 Desember Ternyata Paling Berbahaya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 26 Desember 2019 | 08:59 WIB
Wadidaw! Gerhana Matahari Cincin 26 Desember Ternyata Paling Berbahaya
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin. [Shutterstock]

Suara.com - Penghujung 2019, beberapa negara termasuk Indonesia berkesempatan untuk mengamati fenomena Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 26 Desember. Tapi, rupanya itu merupakan Gerhana paling berbahaya di tahun 2019.

Gerhana yang dijuluki sebagai Cincin Api ini merupakan Gerhana Matahari ketiga sekaligus terakhir di tahun 2019. Sebelumnya, Gerhana Matahari pertama tahun ini telah terjadi pada 6 Januari 2019 yang merupakan Gerhana Matahari sebagian, lalu Gerhana Matahari kedua terjadi pada 2 Juli lalu yang merupakan Gerhana Matahari total.

Meskipun kedua Gerhana Matahari tersebut tidak teramati di Indonesia, namun Gerhana Matahari kali ini akan terlihat di langit Indonesia.

Sebagaimana lansiran laman Forbes, Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 26 Desember akan menjadi Gerhana paling berbahaya di tahun 2019 karena pengamat harus menggunakan kacamata berfilter khusus untuk melihat Gerhana Matahari di setiap saat untuk menghindari ancaman kebutaan.

Pada dasarnya, Gerhana Matahari memang memiliki risiko berbahaya dan pengamat harus menggunakan kacamata berfilter khusus. Tapi, Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 2 Juli lalu dapat dilihat dengan mata telanjang.

Gerhana Matahari Total pada 2 Juli sebelumnya berlangsung selama 4 menit 33 detik. Saat itu, gerhana Matahari total hanya dapat terlihat di Pasifik Selatan, Chili, dan Argentina.

Presiden AS, Donald Trump, pada Senin (21/8), mendongak ke langit untuk melihat gerhana matahari tanpa mengenakan kacamata khusus. [AFP/Nicholas Kamm]
Presiden AS, Donald Trump, pada Senin (21/8), mendongak ke langit untuk melihat gerhana matahari tanpa mengenakan kacamata khusus. [AFP/Nicholas Kamm]

Menurut NASA, Gerhana Matahari Total saat itu dapat dilihat dengan aman oleh mata telanjang. Tapi saat memasuki Gerhana sebagian, pengamat disarankan untuk menggunakan kacamata khusus.

Karenanya, Gerhana Matahari Cincin tidak aman jika dilihat dengan mata telanjang. Bulan akan memblokir 97 persen permukaan Matahari. Meski terdengar banyak, tetapi sisa sinar Matahari yang terlihat tetap berbahaya untuk ditatap secara langsung.

Pengamat juga bisa membuat kacamata berfilter khusus tersebut sendiri dengan filter yang telah memenuhi persyaratan International Organization for Standardization.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trending Topic Twitter, Ini Cuitan Kocak Warganet #GerhanaMatahariCincin

Trending Topic Twitter, Ini Cuitan Kocak Warganet #GerhanaMatahariCincin

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 08:48 WIB

Ini 8 Mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin

Ini 8 Mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 08:02 WIB

Perdana Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh, Catat Daerah dan Waktunya

Perdana Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh, Catat Daerah dan Waktunya

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 07:34 WIB

Kurun 150 Tahun, Pertama Kali Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh

Kurun 150 Tahun, Pertama Kali Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 07:19 WIB

Besok, BMKG Pantau Gerhana Matahari Cincin di Gedung Tsunami Aceh

Besok, BMKG Pantau Gerhana Matahari Cincin di Gedung Tsunami Aceh

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 18:21 WIB

Tips Mengambil Foto Gerhana Matahari Cincin dengan Smartphone

Tips Mengambil Foto Gerhana Matahari Cincin dengan Smartphone

Tekno | Rabu, 25 Desember 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×