Pengguna Twitter, Jangan Harapkan Ada Tombol Edit

Dythia Novianty
Pengguna Twitter, Jangan Harapkan Ada Tombol Edit
Ilustrasi Twitter. [Shutterstock]

Opsi untuk mengedit tweet telah menjadi salah satu fitur yang paling banyak diminta.

Suara.com - Opsi untuk mengedit tweet telah menjadi salah satu fitur yang paling banyak diminta sejak Twitter diluncurkan lebih dari satu dekade lalu.

Tetapi menurut CEO perusahaan, itu mungkin tidak akan pernah terjadi. Jack Dorsey, yang ikut mendirikan Twitter pada 2006, mengonfirmasi sebanyak mungkin dalam wawancara video T&J dengan Wired, di mana ia menjawab pertanyaan pengguna tentang layanan tersebut.

Satu pertanyaan muncul, "Ayo @Twitter, bisakah kita mendapatkan tombol edit itu pada tahun 2020?".

Dorsey pun menjawab, "Jawabannya adalah tidak."

Miliarder itu melanjutkan dengan menjelaskan tidak ada tombol Edit karena asal Twitter sebagai layanan pesan teks publi.

"Kami memulai sebagai layanan pesan teks SMS. Jadi seperti yang Anda semua tahu, ketika Anda mengirim teks, Anda tidak dapat benar-benar menariknya kembali. Kami ingin mempertahankan getaran dan perasaan itu sejak awal," kata Dorsey dilansir dari Metro.co.uk.

Dia kemudian menguraikan beberapa masalah lain yang mungkin muncul jika memenuhi keinginan jutaan pengguna Twitter untuk mengedit tweet mereka.

CEO Twitter, Jack Dorsey dalam rapat dengar pendapat dengan senat AS. [AFP]
CEO Twitter, Jack Dorsey. [AFP]

"Anda mungkin mengirim tweet dan kemudian seseorang mungkin me-retweet itu, dan satu jam kemudian Anda benar-benar mengubah isi tweet itu. "Kemudian orang yang me-retweet tweet asli sekarang me-retweet dan menyiarkan ulang sesuatu yang sama sekali berbeda," katanya.

Dorsey mengakui bahwa perusahaan telah memikirkannya, dan byang paling dekat dengan solusi tersebut adalah jendela waktu, di mana seseorang dapat mengedit tweet mereka.

"Banyak orang menginginkannya untuk memperbaiki kesalahan ejaan cepat, tautan rusak atau yang lainnya, dan itu hebat. Kami telah mempertimbangkan jendela satu menit atau jendela 30 detik untuk memperbaiki sesuatu. Tetapi itu juga berarti bahwa kami harus menunda mengirimkan tweet itu, karena begitu itu keluar, orang melihatnya. Sebagai kesimpulan, kami tidak akan menyarankan Anda berharap adanya tombol Edit di Twitter dalam waktu dekat," beber Dorsey.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS