Dahulu Kala, Bumi Berputar Lebih Cepat

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Kamis, 12 Maret 2020 | 10:45 WIB
Dahulu Kala, Bumi Berputar Lebih Cepat
Ilustrasi Bumi dan planet-planet di sekitarnya (Shutterstock).

Suara.com - Mayoritas manusia di seluruh dunia mungkin mengira bahwa durasi satu hari adalah 24 jam. Tapi di masa lalu, Bumi berputar dengan lebih cepat.

Pada akhir era zaman dinosaurus, Bumi tercatat berputar pada porosnya sebanyak 372 kali dalam satu tahun. Sedangkan saat ini, Bumi berputar sebanyak 360 kali setahunnya.

Jadi dapat disimpulkan, lama waktu dalam satu hari pada masa itu berlangsung selama satu 23,5 jam, atau setengah jam lebih cepat dari sekarang.

Temuan ini sendiri sudah dimuat dan dipublikasikan dalam AGU's journal Paleoceanography and Paleoclimatology. Mulanya, temuan ini terungkap dari sebuah studi baru tentang fosil cangkang moluska dari zaman Cretaceous akhir.

Moluska kuno memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. Untuk studi baru ini, ilmuwan menggunakan laser untuk mencari sampel irisan cangkang kecil agar bisa menghitung cincin pertumbuhan dengan lebih akurat, ketimbang menggunakan mikroskop.

Lewat pertumbuhan cincin ini, para peneliti bisa menentukan jumlah hari dalam setahun dan lebih akurat menghitung panjang hari 70 juta tahun yang lalu.

Ilustrasi bumi. [shutterstock]
Ilustrasi bumi. [shutterstock]

Studi baru ini juga menemukan bukti yang menguatkan bahwa moluska memiliki simbion fotosintesis yang mungkin telah memicu pembentukan karang-karang di zaman sekarang.

"Kami memiliki sekitar empat hingga lima titik data per hari, dan ini adalah sesuatu yang hampir tidak pernah Anda dapatkan dalam sejarah geologi. Kami pada dasarnya dapat melihat jalannya hari pada 70 juta tahun yang lalu. Ini sangat menakjubkan," kata Niels de Winter, seorang ahli geokimia analitik di Vrije Universiteit Brussel sekaligus penulis utama studi ini, seperti dilansir laman Sci-news, Kamis (12/3/2020).

Selain mengungkap durasi waktu dalam satu hari di masa lalu, analisis kimia dari kerang ini juga berhasil menemukan indikasi bahwa temperatur lautan cenderung lebih hangat pada akhir Cretaceous, yaitu mencapai 40 derajat Celsius pada musim panas dan menurun 30 derajat Celsius pada musim dingin.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Asteroid Terbesar Ini Menjadi Ancaman Bagi Bumi di Tahun 2020

10 Asteroid Terbesar Ini Menjadi Ancaman Bagi Bumi di Tahun 2020

Tekno | Rabu, 11 Maret 2020 | 12:30 WIB

Mengenal Asteroid Apollo yang Akan Lewati Bumi Saat Ramadan

Mengenal Asteroid Apollo yang Akan Lewati Bumi Saat Ramadan

Tekno | Rabu, 11 Maret 2020 | 09:19 WIB

Catat Tanggalnya, Asteroid Apollo Bakal Mendekati Bumi di Bulan Ramadan

Catat Tanggalnya, Asteroid Apollo Bakal Mendekati Bumi di Bulan Ramadan

Tekno | Senin, 09 Maret 2020 | 06:33 WIB

Bulan Depan, Asteroid Besar Bakal Dekati Bumi

Bulan Depan, Asteroid Besar Bakal Dekati Bumi

Tekno | Kamis, 05 Maret 2020 | 08:49 WIB

Terungkap! Asal Muasal Bumi Tercipta

Terungkap! Asal Muasal Bumi Tercipta

Tekno | Rabu, 04 Maret 2020 | 11:42 WIB

Penampakan Foto Cantik Terbaru Bumi dengan Google Earth

Penampakan Foto Cantik Terbaru Bumi dengan Google Earth

Tekno | Rabu, 19 Februari 2020 | 14:33 WIB

Terkini

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 10:56 WIB

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:55 WIB

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:54 WIB

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:53 WIB

×