Bikin Geram, Mengaku Masker Disumbangkan Tapi Dijual Kembali Harga Mahal

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Bikin Geram, Mengaku Masker Disumbangkan Tapi Dijual Kembali Harga Mahal
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)

Beberapa orang diketahui menimbun masker untuk keperluan pribadi ataupun dijual kembali dengan harga tinggi.

Suara.com - Sejak beredarnya penyebaran virus Corona COVID-19 di Wuhan, harga masker di Indonesia melonjak tinggi. Biasanya hanya dibanderol sekitar harga Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kotak, sekarang para penjual menjualnya seharga ratusan ribu hingga jutaan per kotak.

Di sisi lain, beberapa orang diketahui menimbun masker untuk keperluan pribadi ataupun dijual kembali dengan harga tinggi. Hal tersebut menyebabkan masker menjadi barang langka saat ini.

Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]
Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]

Salah satunya seperti yang dialami oleh seorang pengguna Facebook dengan nama Widia Ningsih. Dibagikan kembali oleh akun Twitter @ikramarki pada 27 Maret, ia mengunggah dua gambar berupa tangkapan layar dari akun Facebook tersebut.

Dalam tangkapan layar terlihat, pemilik akun Facebook itu membuat status yang berbunyi, "Ada yang jual masker Sensi? Yang barang udah ready. Harga yang cocok saya angkat. Butuh banyak. Buat disumbangkan."

Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]
Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]

Meski mengaku membeli masker untuk disumbangkan, tetapi pada tangkapan layar selanjutnya memperlihatkan hal yang berbeda. Pemilik akun Facebook itu mengunggah gambar masker berwarna hijau ke dalam grup ANTAM (ANak TAnjung Morawa) selang beberapa hari setelah mengunggah status sebelumnya.

Dalam unggahannya di grup tersebut, pemilik akun menulis, "Ready lagi 20 pcs. 9 ribu per pcs."

Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]
Postingan warganet bilang untuk sumbangan, tetapi jadi reseller masker. [Twitter]

Unggahannya itu dinilai sangat berkebalikan dengan status yang dibuat sebelumnya. Tak hanya itu, pemilik akun pun menjual masker tersebut dengan harga yang lebih mahal.

Selanjutnya, dalam kolom komentar seorang pengguna Twitter @wikarulita mengunggah status Widia Ningsih yang menyatakan permintaan maafnya.

"Assalamualaikum. Hanya sekadar info. Di sini saya sebagai penjual masker dengan postingan yang lagi viral memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan saya harap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Masalah menyambungkan itu saya minta maaf karena bukan saya yang membuat dan saya mendapatkan masker itu juga awal niat ingin membantu karena di grup antam lagi sibuk mencari masker! Dan saya mohon maaf saya perjelaskan saya ambil untung nggak banyak. Pengambilan saya juga mahal, saya ambil untung cuma hanya dapat sedikit, cuma untuk mengisi minyak kereta abang. Dan saya juga nganter masker nggak minta ongkir sama pembeli. Dan di sini saya sebagai tersangka memohon maaf sebesar-besarnya untuk klarifikasi masalah ini. Dan saya mohon berakhir dengan sebaik-baiknya. Terima kasih," tulis pemilik akun Facebook Widia Ningsih.

Meski begitu, warganet Twitter lain dengan akun @ghostdilema menemukan unggahan penjual masker yang menjualkannya kepada Widia. Dalam pengakuannya, penjual masker menyebut Widia membeli maskernya untuk disumbangkan dan menjualnya dengan harga Rp 3 ribu per lembar.

"Yang tau alamat ini kasih tau ya, gue udah jualin ke dia katanya buat disumbangkan. Eh ternyata jual balik. Gue jual murah 3 ribu per pcs karena gue kira beneran eh malah dijual tiga kali lipat," tulis penjual masker dengan akun Facebook Neng Dewi Anjani.

Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 1.500 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang dibuat geram karenanya.

"Positif thinking aja mungkin yang didonasiin cuma selembar, sisanya dijual," tulis akun @syahrulLKMN.

"Rp 3 ribu ke Rp 9 ribu. Gitu kok ngaku nggak ambil untung banyak," komentar @elkart17.

"Bilangnya mau disumbangin. Taunya ditimbun untuk dijual dalam rangka mencari keuntungan. Astaghfirullah. Nggak tau yang kerja di bidang tenakes dan tiap hari keluar masuk tempat kontak sama pasien ketar ketir terusss," ungkap @shizukuinfires.

"Jangan menambah dosa ingin menghujat plis," tambah @dianaskrmn_.

"Ada ya orang begitu," cuit @sendhiagustina.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS