Bisakah Robot Gantikan Tenaga Medis Perangi Virus Corona ?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 31 Maret 2020 | 12:00 WIB
Bisakah Robot Gantikan Tenaga Medis Perangi Virus Corona ?
Robot dengan dispenser pembersih tangan berkeliling komplek perbelanjaan di tengah mewabahnya virus novel corona, di Shanghai, China, Rabu (4/3/2020). Sebagai ilustrasi robot penangkis serangan Corona [ANTARA Foto/REUTERS/Aly Song/foc/djo]

Suara.com - Robot telah menjadi bagian teknologi modern untuk membantu umat manusia, salah satunya dalam bidang kesehatan. Namun, apakah robot bisa menjadi sumber daya yang efektif dalam memerangi virus Corona (COVID-19)?

Robot memiliki potensi dikerahkan untuk desinfeksi, memberikan obat-obatan dan makanan, mengukur tanda-tanda vital, dan membantu mengontrol perbatasan.

Saat epidemi meningkat, peran potensial robot semakin jelas. Selama wabah Ebola tahun 2015, lokakarya yang diselenggarakan oleh White House Office of Science and Technology Policy dan National Science Foundation, mengidentifikasi tiga bidang di mana robot dapat mengambil peran, yaitu perawatan klinis (misalnya telemedicine dan dekontaminasi), logistik (misalnya pengiriman dan penanganan limbah yang terkontaminasi), dan pengintaian (misalnya pemantauan selama karantina).

Namun, dengan munculnya wabah COVID-19 telah memperkenalkan bidang keempat peran robot, mengingat tenaga medis bisa terpapar dengan kontak langsung orang yang terinfeksi. Bidang tersebut adalah kesinambungan pekerjaan dan pemeliharaan fungsi sosial ekonomi.

Pandemi COVID-19 telah memengaruhi manufaktur dan ekonomi di seluruh dunia. Hal ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang operasi jarak jauh untuk beragam aplikasi.

Masing-masing bidang tersebut memiliki perkembangan luas dan peluang unruk dieksplorasi dalam robotika. Dalam kasus perawatan klinis, bidang-bidang yang memiliki kepentingan khusus termasuk pencegahan penyakit, diagnosis dan skrining, dan perawatan pasien serta manajemen penyakit.

Sementara untuk pencegahan penyakit, disinfeksi permukaan robot yang dikendalikan non-kontak ultraviolet (UV), sedang digunakan karena virus COVID-19 menyebar tidak hanya dari orang ke orang melalui tetesan air liur, tetapi juga melalui permukaan yang terkontaminasi.

Virus Corona dapat bertahan pada permukaan seperti logam, gelas, atau plastik selama berhari-hari dan perangkat sinar UV, seperti PX-UV telah terbukti efektif dalam mengurangi kontaminasi pada permukaan di rumah sakit.

Alih-alih desinfeksi manual, robot disinfeksi otonom atau yang dikendalikan dari jarak jauh dapat bekerja lebih cepat, hemat biaya, dan efektif. Sedangkan robot seluler dapat digunakan untuk bidang diagnosis dan skrining, dengan melakukan pengukuran suhu di area publik, bandara, stasiun, hingga pelabuhan.

baca juga

Dengan menggunakan sistem kamera otomatis, robot seluler dapat digunakan untuk menyaring banyak orang secara bersamaan di area yang luas. Memasukkan sensor termal dan algoritma penglihatan ini ke robot yang dioperasikan secara otonom, dapat meningkatkan efisiensi dan cakupan penyaringan.

Robot seluler ini juga dapat digunakan untuk memonitor suhu rawat inap di berbagai area rumah sakit, dengan data yang terkait dengan sistem informasi rumah sakit. Memanfaatkan jaringan sistem keamanan dengan perangkat lunak pengenal wajah, robot dapat melacak kontak orang yang terinfeksi untuk mengingatkan orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

Sedangkan untuk pengujian diagnostik awal, sebagian negara merekomendasikan pengumpulan dan pengujian nasopharyngeal dan oropharyngeal swab, termasuk pengumpulan sampel, penanganan, transfer, dan pengujian.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dalam pandemi besar ini, masalah utama adalah kurangnya tenaga medis yang memenuhi syarat untuk melakukan tes swab dan memproses sampel. Dengan bantuan robot, itu akan mempercepat proses, mengurangi risiko infeksi, dan tenaga medis dapat melakukan tugas lainnya.

Di sisi lain, drone otonom atau kendaraan darat dapat digunakan untuk transfer sampel serta pengiriman obat-obatan untuk pasien yang terinfeksi.

Sementara dalam segi karantina pasien, robot sosial dapat dikerahkan untuk menemani dan berinteraksi dengan pasien agar tidak merasa sendirian selama masa karantina sehingga tidak berdampak negatif pada kesehatan mental.

Dilansir laman Science Mag, secara historis robot telah dikembangkan untuk melakukan pekerhaan yang berbahaya, seperti memerangi penyakit menular. Sekarang, dampak virus COVID-19 dapat mendorong penelitian lebih lanjut dalam robotika untuk mengatasi risiko penyakit menular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya 2 Hari, Tenaga Medis di Jakarta Positif Corona Naik Jadi 81 Orang

Hanya 2 Hari, Tenaga Medis di Jakarta Positif Corona Naik Jadi 81 Orang

News | Senin, 30 Maret 2020 | 19:26 WIB

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 18:02 WIB

Kocak! Tenaga Medis Punya Cara Unik Menghibur Diri

Kocak! Tenaga Medis Punya Cara Unik Menghibur Diri

Tekno | Senin, 30 Maret 2020 | 07:47 WIB

#ClapforOurCarers, Kampanye Ungkapan Terima Kasih untuk Tenaga Medis

#ClapforOurCarers, Kampanye Ungkapan Terima Kasih untuk Tenaga Medis

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 14:08 WIB

Miris! Tenaga Medis RS Persahabatan Ditolak Warga di Wilayah Domisilinya

Miris! Tenaga Medis RS Persahabatan Ditolak Warga di Wilayah Domisilinya

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 10:41 WIB

Teknologi AI Robo-Doctors Bantu Tangani Pasien Corona

Teknologi AI Robo-Doctors Bantu Tangani Pasien Corona

Your Say | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:55 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×