Kisah Menarik di Balik Karantina dan Tindak Antisipasi Pandemi COVID-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 01 April 2020 | 07:00 WIB
Kisah Menarik di Balik Karantina dan Tindak Antisipasi Pandemi COVID-19
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan imbauan berbagai antisipasi dalam mencegah penularan virus Corona (COVID-19), salah satunya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Sejak kemunculan pandemi itu, para ahli kesehatan dan ilmuwan mempelajari transmisi dan efek pandemi.

Dilansir laman Newsweek, salah satunya adalah ahli imunologi Dr. Anthony Fauci dan reporter medis Dr. Sanjay Gupta yang mengatakan bahwa kebersihan dan karantina yang baik adalah cara paling efektif untuk mencegah COVID-19.

Selain para ahli kesehatan zaman modern saat ini, seorang tokoh penting yang hidup lebih dari 1.300 tahun yang lalu juga menyarankan kebersihan dan karantina atau isolasi diri yang baik selama terjadi pandemi.

Beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Walaupun beliau sama sekali bukan ahli "tradisional" dalam hal penyakit mematikan, Nabi Muhammad SAW tetap memiliki nasihat yang baik untuk mencegah dan memerangi wabah seperti virus Corona.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Jika kamu mendengar wabah penyakit di suatu negeri, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat saat kamu berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu."

Hal itu tertuang dalam Sahih al-Bukhari 5728. Beliau juga mengatakan, "Mereka yang memiliki penyakit menular harus dijauhkan dari mereka yang sehat."

Ilustrasi karantina. [Shutterstock]
Ilustrasi karantina. [Shutterstock]

Nabi Muhammad sangat mendorong manusia untuk mematuhi praktik higenis agar membuat orang aman dari infeksi. Dalam hadis paling populer pun Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

Mencuci tangan yang disarankan WHO pun telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau mengatakan, "Cuci tanganmu setelah kamu bangun; kamu tidak tahu ke mana tanganmu bergerak saat kamu tidur".

Di sisi lain, jika seseorang sakit atau terinfeksi, Nabi Muhammad SAW meminta untuk selalu mencari perawatan medis. Beliau berkata, "Manfaatkan perawatan medis, karena Tuhan tidak membuat penyakit tanpa menetapkan obat untuknya, dengan pengecualian satu penyakit yaitu usia tua."

baca juga

Namun, beberapa kelompok orang menyarankan untuk hanya berpaku dengan doa semata dan tidak perlu melakukan berbagai tindakan antisipasi, seperti physical distancing dan karantina. Padahal, ada kisah menarik yang dapat dipelajari dari Nabi Muhammad SAW untuk fenomena tersebut.

Kisah populer yang ditulis oleh Al-Tirmidzi menceritakan, suatu hari Nabi Muhammad SAW melihat seorang lelaki Badui meninggalkan unta miliknya tanpa mengikatnya.

Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)
Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)

Beliau bertanya kepada lelaki Badui tersebut, "Mengapa kamu tidak mengikat untamu?" Orang Badui itu menjawab, "Aku menaruh kepercayaan pada Tuhan." Nabi kemudian berkata, "Ikat untamu terlebih dahulu, lalu taruh kepercayaanmu pada Tuhan."

Nabi Muhammad SAW memang menyiarkan ajaran agama Islam, tetapi beliau juga berharap manusia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dasar untuk stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan semua orang.

Dengan kata lain, Nabi Muhammad SAW berharap manusia akan menggunakan akal sehat mereka dalam menghadapi sesuatu, termasuk pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Panduan Belanja Selama Pandemi Covid-19

Begini Panduan Belanja Selama Pandemi Covid-19

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 | 18:51 WIB

Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19

Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 | 20:00 WIB

Cuma di New York, Panic Buying Anak Ayam di Tengah Pandemi Covid-19

Cuma di New York, Panic Buying Anak Ayam di Tengah Pandemi Covid-19

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2020 | 14:08 WIB

Pandemi COVID-19 Lambungkan Pendapatan Pokemon Go

Pandemi COVID-19 Lambungkan Pendapatan Pokemon Go

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 10:30 WIB

Janji, Nanti Kita Pasti Bisa Pegangan Tangan Lagi

Janji, Nanti Kita Pasti Bisa Pegangan Tangan Lagi

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2020 | 07:10 WIB

Pandemi COVID-19, Trafik Penggunaan WhatsApp Melonjak

Pandemi COVID-19, Trafik Penggunaan WhatsApp Melonjak

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 06:34 WIB

Terkini

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

Abdullah Arrosyi Ngaku Ketemu Allah, Dicium Rasulullah dan Diberi Ludahnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:26 WIB

×