Sejak 28 Maret, Sudah 72 Kali Gempa Susulan Guncang Sulteng

Liberty Jemadu
Sejak 28 Maret, Sudah 72 Kali Gempa Susulan Guncang Sulteng
Peta seismisitas atau peta aktivits gempa tektonik di Indonesia selama 2019. BMKG mengatakan ada enam area dengan aktivitas kegempaan tektonik paling tinggi di 2019. [Facebook/BMKG Daryono]

Berdasarkan analisis BMKG, pascagempa utama berkekuatan 5,8, tercatat sebanyak 44 kali gempa susulan pada tanggal 29 Maret 2020.

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu mengatakan empat hari terakhir pascagempa magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 28 Maret 2020, telah terjadi gempa susulan berskala kecil sebanyak 72 kali.

"Dari 72 kali gempa susulan, dua gempa bumi di antaranya dirasakan masyarakat," Kata Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Stasiun Geofisika kelas I Palu Hendrik Leopatty di Palu, Rabu (1/4/2020).

Berdasarkan analisis BMKG, pascagempa utama berkekuatan 5,8 SR, tercatat sebanyak 44 kali gempa susulan pada tanggal 29 Maret 2020 pada limit waktu pukul 00.00 hingga 12.00 WITA. Di hari ke dua, intensitas gempa menurun menjadi 21 guncangan.

Demikian hari ke tiga, intensitas gempa semakin menurun tinggal enam kali guncangan dan hari keempat atau tanggal 31 Maret hingga pukul 00.00 WITA terjadi hanya sekali guncangan susulan bermagnitudo 2,6.

Namun ada satu aktivitas di luar deretan gempa arah Barat Doda Kabupaten Poso, terjadi di Teluk Tomini berkekuatan 3,9. Peristiwa itu terjadi di waktu yang hampir bertepatan dengan guncangan di arah Barat Doda.

"Gempa tidak mengenal wilayah administrasi, sehingga jalur-jalur patahan sangat berpotensi menimbulkan guncangan akibat aktivitas sesar di mana garis patahan itu melintas," ungkap Hendrik.

Namun, pada Rabu (1/4/2020) dini hari sekitar pukul 01.37 WITA, guncangan masih terjadi di wilayah Doda Kabupaten Poso dengan kekuatan 2,9 SR kedalaman 10 kilometer, namun titik koordinat sedikit bergeser ke arah 10 kilometer Baratdaya Doda.

"Berselang sekitar 30 menit gempa susulan kembali terjadi di koordinat yang sama namun intensitas guncangan menurun berskala kecil 2,6 SR," kata dia menambahkan.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dengan situasi saat ini, serta lebih berhati-hati terhadap informasi kegempaan yang tidak memiliki sumber yang jelas agar tidak menimbulkan kabar hoaks atau bohong.

"Apabila terjadi guncangan kuat jangan bertahan di dalam rumah upayakan ke luar paling tidak di halaman namun tetap memperhatikan ramu yang ditetapkan pemerintah sebagai bentuk pencegahan Covid-19," demikian Hendrik. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS