Kisah Relawan Lelaki Pertama Uji Coba Vaksin Virus Corona

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 03 April 2020 | 09:30 WIB
Kisah Relawan Lelaki Pertama Uji Coba Vaksin Virus Corona
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Seluruh ilmuwan di dunia saat ini tengah mencari vaksin virus Corona (COVID-19) untuk menghentikan pandemi. Namun, sebelum digunakan pada pasien, vaksin tersebut harus diuji coba. Dalam hal ini, para penemu vaksin membutuhkan sukarelawan.

Vaksin yang pertama kali diuji pada manusia adalah jenis suntikan baru yang dikembangkan oleh Moderna Therapeutics. Langkah pertama yang saat ini sedang berjalan adalah uji coba keamanan, untuk memastikan vaksinnya tidak berbahaya dan memicu respons kekebalan.

Pada Maret 2020, sebanyak 45 orang diminta untuk menjadi sukarelawan di fasilitas Kaiser Permanente di Seattle, Amerika Serikat. Menurut formulir persetujuan sebanyak 20 halaman yang ditandatangani oleh sukarelawan, mereka mengakui bahwa mungkin ada risiko dan vaksin kemungkinan tidak akan membantu mereka.

Para sukarelawan juga setuju untuk serangkaian pengambilan darah dalam beberapa bulan mendatang, untuk berbagi informasi genetik dan tidak memiliki anak selama penelitian.

Salah satu sukarelawan bernama Ian Haydon yang merupakan spesialis komunikasi di Universitas Washington, melakukan wawancara dengan Technology Review pada 31 Maret, mengenai uji coba vaksin virus Corona ini.

Lelaki berumur 29 tahun ini menjadi relawan pertama di antara 45 orang lainnya yang mendapatkan vaksin virus Corona di Seattle. Alasan Haydon memutuskan untuk menjadi relawan karena ia seorang spesialis informasi publik di University of Washington, khususnya untuk Institute for Protein Design, yang sedang melakukan penelitian COVID-19.

"Ada 35 orang di laboratorium yang melakukan penelitian vaksin dan saya tidak pernah menjadi subjek dalam penelitian tersebut sehingga saya ingin berpartisipasi dengan cara yang berbeda," ucap Haydon dalam wawancara tersebut.

Haydon mendapatkan vaksin virus Corona pada 8 April pukul 9 pagi waktu setempat dan dosis kedua kembali diberikan satu bulan setelahnya.

Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Haydon sendiri mengaku terpilihnya ia menjadi relawan adalah sebuah keberuntungan. Mulanya, ia mengetahui tentang uji coba ini dari rekan laboratoriumnya.

baca juga

Haydon pun mendaftar dan menyerahkan informasi kesehatan dan usia. Ia tidak berharap terlalu banyak, mengingat ada ribuan sukarelawan yang mendaftar. Tak disangka, setelah melakukan pemeriksaan fisik dan darah, tim ahli bertanya kembali untuk memastikan pada Haydon apakah dia masih tertarik pada uji coba ini.

Sebelum melakukan pengujian, Haydon telah memikirkan beberapa risiko yang akan dihadapinya. Pertama, syok anafilaksis, suatu reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa.

Risiko kedua adalah peningkatan yang tergantung pada antibodi ketika vaksin memperburuk penyakit, dan risiko terakhir adalah yang tidak terduga. Kemungkinan itu selalu ada untuk setiap vaksin, terutama yang berbasis pada teknologi baru.

Haydon juga menjelaskan bagaimana vaksin virus COVID-19 itu bekerja

"Ini adalah vaksin mRNA. Bagian dari kode genetik virus dalam vaksin yang pada dasarnya adalah bola lemak. Ketika disuntikkan ke pasien seperti saya, itu seharusnya menghasilkan protein, dalam kasus ini disebut virus Corona spike protein. Itulah yang seharusnya membuat sistem kekebalan tubuh saya bereaksi dan menghasilkan antibodi. Vaksin memberikan bahan genetik dan bukan protein secara langsung," jelas Haydon.

Haydon menjelaskan tim ahli akan memantaunya selama lebih dari satu tahun untuk melihat seberapa cepat ia akan mengembangkan antibodi. Setiap kunjungan, Haydon akan melakukan pemeriksaan antibodi dan sel-sel kekebalan tubuh.

Sayangnya, dalam dokumen uji coba mengatakan penelitian akan berlangsung selama 14 bulan. Lamanya durasi waktu itu karena para ahli memiliki indikasi keselamatan yang jelas pada bulan ketiga.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Jika data keselamatan jelas pada bulan ketiga dan virus Corona masih menjadi permasalahan global, kemungkinan uji coba fase 2 akan dilakukan lebih awal.

Lelaki itu mengaku baru memberitahu kedua orang tua dan kekasihnya setelah menjalani pemeriksaan fisik. Kedua orang tuanya khawatir, namun ibunya mengaku bangga dengan keputusan anaknya untuk membantu.

"Saya menganggap diri saya beruntung berada di posisi ini. Saya beruntung cukup sehat untuk berpartisipasi. Saya beruntung telah dipilih dari sekian banyak orang dan saya berharap ada banyak orang seperti saya yang juga akan berpartisipasi," timpal Haydon.

Haydon juga secara rutin membagikan perkembangannya melalui akun Twitter @ichaydon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produsen Lucky Strike Bikin Vaksin Covid-19 dari Tembakau, Tersedia Juni

Produsen Lucky Strike Bikin Vaksin Covid-19 dari Tembakau, Tersedia Juni

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 07:10 WIB

Rusia Uji Coba Vaksin Penangkal Virus Corona

Rusia Uji Coba Vaksin Penangkal Virus Corona

News | Kamis, 02 April 2020 | 11:54 WIB

Dicari! Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Dicari! Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 15:44 WIB

Wow, Perusahaan Farmasi AS Sebut Vaksin Covid-19 Siap Beredar Tahun Depan

Wow, Perusahaan Farmasi AS Sebut Vaksin Covid-19 Siap Beredar Tahun Depan

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:49 WIB

Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Akankah Hanya Bisa Didapat Si Kaya?

Jika Vaksin Covid-19 Ditemukan, Akankah Hanya Bisa Didapat Si Kaya?

News | Minggu, 29 Maret 2020 | 18:14 WIB

Mark Zuckerberg Bantu Bill Gates Temukan Vaksin COVID-19

Mark Zuckerberg Bantu Bill Gates Temukan Vaksin COVID-19

Tekno | Minggu, 29 Maret 2020 | 12:45 WIB

Terkini

4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA

4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar

Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:57 WIB

Arti Mimpi Dikejar Seseorang atau Hewan, Baik Sambil Bawa Benda Tajam atau Tidak

Arti Mimpi Dikejar Seseorang atau Hewan, Baik Sambil Bawa Benda Tajam atau Tidak

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Korupsi Nikel Rp401 M: Dirut PT CNI Jadi Tersangka, Berperan Ekspor Ilegal dan Menyuap

Korupsi Nikel Rp401 M: Dirut PT CNI Jadi Tersangka, Berperan Ekspor Ilegal dan Menyuap

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:49 WIB

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:45 WIB

Sarang Bandar Narkoba di Kampung Ambon Nyolong Listrik, Aliran Langsung Diputus PLN

Sarang Bandar Narkoba di Kampung Ambon Nyolong Listrik, Aliran Langsung Diputus PLN

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Studi SMRC: Skor Kualitas Kepemimpinan Prabowo Cuma 5,1 dari 10

Studi SMRC: Skor Kualitas Kepemimpinan Prabowo Cuma 5,1 dari 10

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Cara Mengetahui Sepatu Terbuat dari Kulit Babi atau Bukan, Cek Ciri-cirinya

Cara Mengetahui Sepatu Terbuat dari Kulit Babi atau Bukan, Cek Ciri-cirinya

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29 WIB

×