WhatsApp Jadi Saluran Utama Hoaks Covid-19 di Indonesia

Liberty Jemadu

Sabtu, 04 April 2020 | 06:15 WIB
WhatsApp Jadi Saluran Utama Hoaks Covid-19 di Indonesia
Aplikasi WhatsApp pada sebuah ponsel Android (Shutterstock).

Suara.com - Awal Februari, Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) menyatakan wabah COVID-19 juga menyebabkan “infodemi” (infodemic).

Menurut WHO, infodemi adalah “banjir informasi, baik akurat maupun tidak, yang membuat orang kesulitan menemukan sumber dan panduan tepercaya saat mereka membutuhkannya”.

Infodemi ini yang membuat wabah ini berbeda dari wabah SARS (di tahun 2003), H1N1 (2009), MERS (2012), dan Ebola (2014) –-yang terjadi sebelum misinformasi di media sosial semakin marak.

Pemerintah menyatakan bahwa di Indonesia penyebaran hoaks virus SARS-CoV-2 terbanyak melalui WhatsApp. Memang, WhatsApp adalah jejaring sosial paling banyak digunakan di negara ini setelah YouTube.

WhatsApp mudah digunakan, tanpa iklan, dan tidak memerlukan kapasitas gawai besar; ditambah lagi, pesan di sana tidak bisa dimonitor atau dimoderasi oleh perusahaan WhatsApp (berbeda dengan platform terbuka seperti Facebook atau Twitter). Ini menjadikan WhatsApp saluran subur bagi misinformasi.

Saya melakukan survei untuk melihat pengalaman warga Indonesia di tengah lautan informasi pandemi dan sejauh mana informasi pemerintah memenuhi harapan mereka.

Survei itu menunjukkan bahwa WhatsApp adalah saluran utama warga dalam menerima segala jenis informasi tentang pandemi, baik benar atau hoaks. Sekitar separuh responden juga mengatakan bahwa informasi yang mereka terima sebagian besar hoaks dan merasa pemerintah belum berbuat banyak dalam memberikan informasi.

Pengalaman warga menghadapi infodemi

Saya membuat survei daring, yang tautannya saya bagikan melalui grup WhatsApp dan akun Facebook, Instagram, serta LinkedIn milik saya, yang dibagikan lagi oleh sejumlah orang yang menerimanya (convenience sampling, responden tidak dipilih). Pengumpulan jawaban responden dilakukan pada 28 dan 29 Maret 2020.

baca juga

Survei sederhana ini terdiri lima pertanyaan, menjangkau 275 responden laki-laki dan perempuan di 45 kota/kabupaten, mulai dari Medan, Jakarta dan kota-kota di sekitar Ibu Kota, Pontianak, Denpasar, Makassar, hingga Jayapura.

Jawaban dari responden mengonfirmasi peran dominan WhatsApp dalam pertukaran informasi antarwarga Indonesia masa kini. WhatsApp adalah saluran teratas responden (37,1%) dalam menerima segala jenis informasi tentang pandemi, sekaligus sebagai saluran utama (78,5%) dalam menerima hoaks tentangnya.

Selain itu, persentase hoaks tinggi (sekitar 50%) di dalam saluran favorit responden. Ini memprihatinkan karena bisa dikatakan separuh informasi yang diterima responen terkait pandemi ini menyesatkan.

Sebagian besar responden (lebih dari 60%) merasa informasi dari pemerintah selama ini belum memenuhi harapan mereka. Lebih dari 60% responden juga ingin menerima pasokan informasi dari pemerintah antara 4-12 kali sehari.

Survei ini tidak menanyakan jenis informasi (info terkini jumlah pasien, kondisi fasilitas kesehatan, kebijakan karantina, dsb) maupun jenis format (teks, video, poster, dsb), sehingga masih banyak ruang yang bisa diungkap tentang preferensi warga ini.

Pasokan informasi terus-menerus

Meski tidak bisa dikatakan mewakili warga Indonesia secara umum, survei di atas (dengan margin of error 6%) setidaknya bisa memberikan gambaran tentang pengalaman dan harapan warga saat ini.

Pemerintah sebagai “panglima” dalam perang melawan pandemi perlu berupaya ekstra meningkatkan mutu dan jumlah pasokan informasi kepada warganya, terutama melalui WhatsApp.

Warga terbiasa memakai WhatsApp untuk menerima informasi, bukan laman resmi atau televisi.

Pemerintah pusat maupun daerah perlu memproduksi informasi terus-menerus kepada warga, tentang kondisi dan kebijakan terkini yang diambil, karena warga menanti update, apa pun itu.

Imbauan supaya “warga hanya percaya informasi dari sumber resmi saja” tidak cukup, jika jumlah dan jangkauan informasi resmi rendah.

Pentingnya format yang sesuai

Informasi resmi dan benar juga perlu disesuaikan dengan kebiasaan pengguna WhatsApp.

Apakah kebanyakan hoaks di WhatsApp berbentuk video? Tidak. Apa berbentuk dokumen pdf berukuran besar? Tidak, karena banyak orang punya kuota internet terbatas dan malas membaca teks panjang. Sebagian besar hoaks COVID-19 berbentuk teks dan meme sederhana.

Selain itu, karakteristik pengguna WhatsApp juga perlu dipertimbangkan. Sebuah riset tentang penggunaan WhatsApp oleh perempuan Indonesia pada 2019 menemukan bahwa para perempuan cenderung mendiamkan misinformasi di grup WhatsApp karena enggan berkonflik dengan anggota grup lain.

Ini adalah tantangan, namun bisa dihadapi, misalnya melalui narasi bahwa isu kesehatan ini sangat dekat dengan perempuan dan keluarga untuk mendorong mereka untuk berbagi informasi (yang akurat dan menarik) untuk melawan wabah dan hoaks.

Informasi untuk masyarakat yang majemuk juga perlu dikemas dalam banyak bahasa yang beragam pula. Sebuah kampanye cegah corona, misalnya, dihadirkan dalam 42 bahasa daerah.

Upaya terbaik yang bisa dilakukan pemerintah dan pihak yang peduli adalah memproduksi informasi yang akurat sesering dan semenarik mungkin di saluran yang paling banyak digunakan –saat ini WhatsApp– supaya warga terdorong membaginya lebih jauh.

Dengan begitu, di dalam infodemi, warga lebih banyak berbagi informasi akurat alih-alih hoaks.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB

Tradisi Ramalan Masuk Era Digital, Hasilnya Kini Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

Tradisi Ramalan Masuk Era Digital, Hasilnya Kini Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

News | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

1 Miliar Pengguna WhatsApp Kini Pakai Passkey, Keamanan Akun Makin Diperkuat

1 Miliar Pengguna WhatsApp Kini Pakai Passkey, Keamanan Akun Makin Diperkuat

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Kenapa Akun WhatsApp Mendadak Diblokir? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Meta Business Agent Resmi Hadir di Indonesia, AI WhatsApp Bisa Jawab Chat hingga Bantu Jualan 24 Jam

Meta Business Agent Resmi Hadir di Indonesia, AI WhatsApp Bisa Jawab Chat hingga Bantu Jualan 24 Jam

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:00 WIB

WhatsApp Tiba-tiba Eror dan Muncul Tulisan 'Account in Review', Begini Cara Memulihkannya!

WhatsApp Tiba-tiba Eror dan Muncul Tulisan 'Account in Review', Begini Cara Memulihkannya!

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×