WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 18 September 2026 | 10:20 WIB
WNI Tentara Bayaran Rusia WhatsApp Jubir Kemlu RI, Apa Katanya?
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom/am.
baca 10 detik
  • Kemlu RI menerima pesan WhatsApp pribadi dari WNI yang diduga bergabung ke militer Rusia.

  • Delapan nama WNI teridentifikasi masuk barisan militer Rusia akibat iming-iming pekerjaan dan gaji tinggi.

  • Indonesia menegaskan sanksi pencabutan kewarganegaraan bagi WNI yang bergabung militer asing tanpa izin presiden.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menerima jalur komunikasi informal terkait keberadaan warga negara Indonesia di medan perang Eropa Timur sebagai tentara bayaran Rusia.

Saluran diplomatik nonformal ini menjadi pintu masuk baru untuk membongkar dugaan jaringan perekrutan tentara asing asal Indonesia.

“Ada satu pesan WhatsApp yang notabene berasal dari WNI tersebut yang masuk ke nomor pribadi saya sebagai juru bicara untuk disampaikan kepada menteri luar negeri,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang.

Ilustrasi aparat Indonesia yang menjadi tentara bayaran Rusia. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi aparat Indonesia yang menjadi tentara bayaran Rusia. [Suara.com/Syahda]

Pesan singkat itu kini mengubah arah penanganan dugaan keterlibatan tentara bayaran asal Nusantara di barisan bersenjata Kremlin.

Diplomat pemerintah Indonesia memilih berhati-hati dalam merespons isi maupun sosok pengirim pesan serba rahasia tersebut.

Penyelidikan mendalam langsung digelar secara serentak di dua wilayah konflik serta Jakarta.

“Kami terus melakukan koordinasi erat dengan KBRI Moskow, KBRI Kiev, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus menelusuri dan memverifikasi secara komprehensif mengenai isu tersebut,” kata dia.

Pemerintah berfokus membedah pola perekrutan hingga posisi tempur yang dihuni para individu tersebut.

Penelusuran ini berupaya memastikan apakah ada unsur perdagangan orang atau tindak pidana penipuan tenaga kerja.

baca juga

“Apabila terdapat WNI yang menjadi korban, tentunya kami akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan,” kata dia.

Hukum di Indonesia memuat aturan yang sangat ketat mengenai keterlibatan warga negaranya dalam struktur pertahanan negara lain.

Sanksi terberat yang membayangi para tentara ini adalah kehilangan kewarganegaraan secara permanen.

Pemerintah menekankan bahwa izin resmi dari presiden merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Langkah verifikasi ini menyusul laporan intelijen asing yang membocorkan deretan nama warga Indonesia di korps militer Rusia.

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) mengklaim menemukan berkas berisi identitas setidaknya delapan orang WNI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tradisi Ramalan Masuk Era Digital, Hasilnya Kini Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

Tradisi Ramalan Masuk Era Digital, Hasilnya Kini Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

News | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Sukamta PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Buru-buru Bicara Sanksi

8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Sukamta PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Buru-buru Bicara Sanksi

News | Jum'at, 04 September 2026 | 19:09 WIB

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Kewarganegaraan

News | Rabu, 02 September 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Kasus Sadap Presiden Prabowo: Eks Kapolri Listyo Sigit Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:53 WIB

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:50 WIB

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Resmi Tersangka, Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polisi Ditahan di Rutan Mabes Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:42 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 20:37 WIB

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

Prabowo Pernah Larang Menteri Bahas Hal Sensitif via Telepon, Kini Listyo Sigit Tersangka Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:34 WIB

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

Jenderal Listyo Sigit dan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Didesak Dihukum Mati

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:30 WIB

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

Tak Hanya Ponsel Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Pejabat, Media hingga Pengusaha

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:26 WIB

Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix

Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:25 WIB

Mutasi 264 Perwira Polri, Kombes Heru Agung Gantikan Sonny Sebagai Kapolrestabes Palembang

Mutasi 264 Perwira Polri, Kombes Heru Agung Gantikan Sonny Sebagai Kapolrestabes Palembang

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 20:22 WIB

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 20:15 WIB

×