Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 20 April 2020 | 12:00 WIB
Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain
Ilustrasi Virus Corona. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Ancaman terhadap kesehatan masyarakat telah terjadi selama berabad-abad, sejak pandemi Black Death terjadi. Namun, manusia seperti tidak belajar dan itu menjadi ancaman yang lebih serius bagi kehidupan modern saat ini.

Sebanyak 2,5 miliar penyakit manusia dan 2,7 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit zoonosis. Para ilmuwan global menyorot pada perdagangan satwa liar dan hewan hidup yang terus meningkat.

Para ilmuwan dan pakar telah memperingatkan ancaman virus zoonis dari perdagangan satwa liar Asia pada beberapa waktu. Dalam sebuah makalah akademis 2017 yang menyoroti penjualan hewan liar di pasar China, ilmuwan memperingati kemungkinan akan adanya wabah seperti Black Death "lahir" dari sana.

Tak dapat dipungkiri, banyak masyarakat China yang menganggap bahwa mampu membeli daging langka adalah sebuah "kemewahan". Ini memicu permintaan pasar hewan liar yang mengarah pada penyelundupan, korupsi, dan pasar ilegal. Urbanisasi pun meningkatkan risiko penyakit menjadi epidemi, membawa virus Corona (Covid-19) dari Wuhan ke seluruh dunia.

Pengaruh internasional China yang berkembang juga berkontribusi dalam meningkatkan perdagangan satwa liar ilegal. Umumnya hewan-hewan seperti trenggiling dan anjing diselendupkan melalui negara tetangga seperti Myanmar, Vietnam, dan Laos.

Belt and Road Initiative, sebuah program investasi besar-besaran untuk pengembangan infrastruktur yang diadopsi oleh pemerintah China pada tahun 2013 dan didukung oleh hampir 70 negara, dapat meringankan perdagangan satwa liar ilegal dan menempatkan hewan langka tersebut dalam habitatnya.

China sendiri telah mengambil langkah untuk mengendalikan perdagangan satwa liar. Negara itu telah memberlakukan larangan sementara pada penjualan dan memakan hewan liar serta menutup pasar.

Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)
Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)

"Kita memerlukan perubahan besar dalam sikap kita terhadap penjualan hewan dan praktik budaya," ucap Jill Robinson, seorang pendiri sebuah organisasi yang mengelola tempat perlindungan beruang yang diperdagangkan di China dan Vietnam, seperti dikutip laman Independent, Senin (20/4/2020).

Menurut Robinson, pasar perdagangan satwa liar ini memiliki kondisi yang tidak bersih dan menggunakan sejumlah besar antibiotik untuk menjaga hewan tetap hidup. Wabah virus Corona baru ini membutuhkan penanganan dan perubahan besar secara global.

baca juga

Pemerintah global harus mengambil keputusan untuk melakukan perubahan besar-besaran, atau risiko virus mematikan lainnya akan segera menjadi gelombang baru bagi dunia jika perdagangan satwa liar masih terus berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?

Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 10:49 WIB

6 Fakta June Almeida, Sang Penemu Virus Corona

6 Fakta June Almeida, Sang Penemu Virus Corona

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Kehidupan Satu-satunya Tempat Bebas Virus Corona di Dunia

Ilmuwan Ungkap Kehidupan Satu-satunya Tempat Bebas Virus Corona di Dunia

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 07:00 WIB

Pandemi Covid-19, Saatnya Robot Gantikan Manusia Sebagai Pekerja?

Pandemi Covid-19, Saatnya Robot Gantikan Manusia Sebagai Pekerja?

Lifestyle | Senin, 20 April 2020 | 05:36 WIB

Planet Baru Mirip Bumi Akhirnya Ditemukan, Setahun di Sana Setara 19 Hari

Planet Baru Mirip Bumi Akhirnya Ditemukan, Setahun di Sana Setara 19 Hari

News | Minggu, 19 April 2020 | 13:45 WIB

Pandemi Corona Bakal Picu Krisis Kesehatan Mental

Pandemi Corona Bakal Picu Krisis Kesehatan Mental

News | Kamis, 16 April 2020 | 15:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×