Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 29 April 2020 | 12:00 WIB
Ilmuwan Ungkap Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi
Ilustrasi arkeologi. (Shutterstocks)

Suara.com - Para ahli mengungkap lokasi paling berbahaya sepanjang sejarah Bumi. Menurut paleontologis, Sahara adalah tempat paling berbahaya di planet ini dengan berkeliarannya reptil predator, dinosaurus, dan pemburu yang seperti buaya raksasa pada 100 juta tahun yang lalu.

Tempat itu disebut dengan Kem Kem Group yang terletak di sepanjang perbatasan Maroko dan Aljazair, sebuah formasi batuan yang menyimpan catatan bentuk kehidupan Bumi yang mencakup puluhan juta tahun berupa fosil.

Di tempat tersebut, sisa-sisa fosil ikan bertulang rawan, kura-kura, pterosaurus, dinosaurus, serta tanaman dan jejak fosil telah didokumentasikan oleh ahli paleontologi selama beberapa dekade.

Formasi Kem Kem memiliki jumlah karnivora bertubuh besar yang luar biasa tinggi dan menangkap keanekaragaman Afrika utara lebih baik daripada wilayah lainnya.

Tim ilmuwan internasional membandingkan catatan-catatan ekspedisi selama beberapa dekade yang diambil dari Kem Kem, serta meninjau kumpulan data catatan fosil yang disimpan di museum di seluruh dunia.

Ilustrasi dinosaurus. (Shutterstock)
Ilustrasi dinosaurus. (Shutterstock)

Para ilmuwan menyebut hasil perbandingan itu sebagai "karya paling komprehensif tentang fosil vertebrata dari Sahara dalam hampir satu abad" serta memberikan wawasan tentang lokasi, tanggal kapan, dan di mana tempat paling berbahaya dalam sejarah Bumi menurut ilmuwan.

Selama periode Cretaceous atau disebut juga sebagai periode Kapur yang berlangsung sekitar 145 hingga 65 juta tahun yang lalu, daerah di sekitar Kem Kem dulunya merupakan rumah bagi sistem sungai yang luas, tempat tinggal berbagai spesies hewan air dan darat.

Fosil-fosil yang ditemukan menunjukkan setidaknya tiga dinosaurus predator terbesar yang pernah didokumentasikan, termasuk Carcharodontosaurus bergigi panjang sepanjang 8 meter dan raptor Deltadromeus serta pterosaurus pernah berkeliaran di sana.

Gurun Sahara di wilayah Maroko (Shutterstock).
Gurun Sahara di wilayah Maroko (Shutterstock).

"Ini bisa dibilang tempat paling berbahaya dalam sejarah planet Bumi, tempat di mana seorang penjelajah waktu manusia tidak akan bertahan lama," ucap Dr Nizar Ibrahim, penulis utama penelitian dan asisten profesor biologi di Universitas Detroit Mercy, seperti dikutip laman IFL Science, Rabu (29/4/2020).

baca juga

Rekan penulis penelitian, profesor David Martill dari Universitas Portsmouth mengatakan bahwa lokasi tersebut juga dipenuhi dengan ikan yang sangat besar, termasuk coelacanth raksasa dan lungfish.

Martill menambahkan coelacanth pada saat itu mungkin empat atau bahkan lima kali lebih besar dari coelacanth yang ada sekarang. Penelitian tersebut telah diterbitkan di Zookeys.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Sukarelawan Vaksin Covid-19, Ilmuwan: Saya Percaya Pada Vaksin Ini

Jadi Sukarelawan Vaksin Covid-19, Ilmuwan: Saya Percaya Pada Vaksin Ini

Health | Senin, 27 April 2020 | 18:50 WIB

Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ilmuwan Sebut Bakal Lebih Berbahaya

Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ilmuwan Sebut Bakal Lebih Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2020 | 13:01 WIB

Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia

Temuan Ini Bisa Prediksi Tsunami di Indonesia

Tekno | Senin, 27 April 2020 | 06:30 WIB

Canggih, Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Diagnosis Kurang dari 2 Jam

Canggih, Alat Tes Covid-19 Ini Bisa Diagnosis Kurang dari 2 Jam

Tekno | Minggu, 26 April 2020 | 06:30 WIB

Empat Orang Ini Mengaku Penjelajah Waktu

Empat Orang Ini Mengaku Penjelajah Waktu

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 12:33 WIB

Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal

Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal

Tekno | Rabu, 22 April 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×