Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 22 April 2020 | 12:00 WIB
Ilmuwan Sebut Wabah Pertama Covid-19 Mungkin Tersebar Lebih Awal
Ilustrasi Virus Corona. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Wabah pertama virus Corona (Covid-19,) kemungkinan besar terjadi pada awal September atau lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut tim ilmuwan di University of Cambridge, yang menyelidiki asal virus dan menganalisis sejumlah besar strain virus dari seluruh dunia mengatakan bahwa wabah awal terjadi antara 13 September dan 7 Desember lalu.

Selain itu, para ahli juga meragukan gagasan yang menyebut bahwa virus Covid-19 berasal dari Wuhan.

"Virus ini mungkin telah bermutasi menjadi bentuk ‘human-efficient’ terakhir berbulan-bulan yang lalu, tetapi tetap berada di dalam kelelawar atau hewan lain atau bahkan manusia selama beberapa bulan terakhir, tanpa menulari individu lain," ucap Peter Forster, ahli genetika dari University of Cambridge, seperti dikutip laman Inkstone, Rabu (22/4/2020).

Forster dan timnya menganalisis strain virus menggunakan jaringan filogenetik, sebuah algoritma matematika yang dapat memetakan pergerakan global organisme melalui mutasi gen mereka.

Tim ahli berusaha untuk mengidentifikasi orang pertama yang terkena virus dan menjadi sumber untuk wabah awal. Dengan menganalisis jaringan, sejauh ini para ilmuwan mampu memetakan penyebaran virus saat berpindah dari China ke Australia, Eropa, dan seluruh dunia.

Para ilmuwan membuat analisis jaringan menggunakan lebih dari 1.000 genom virus Corona, termasuk tanggal infeksi dan tipe virus Corona yang menginfeksi.

Terdapat tiga tipe virus Corona, yaitu A, B, dan C. Tipe A yang paling mendekati dengan virus Corona yang ditemukan pada kelelawar, namun meski tipe ini ditemukan di Wuhan, tipe A bukan tipe utama di sana. Tipe A juga ditemukan pada orang Amerika yang pernah tinggal di Wuhan dan pada pasien lain yang didiagnosis di Amerika Serikat dan Australia.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Varian yang paling umum ditemukan di Wuhan adalah tipe B dan tipe tersebut belum banyak tersebar di luar Asia Timur sebelum bermutasi.

Sementara tipe C adalah varian yang paling sering ditemukan di Eropa berdasarkan kasus yang terjadi di Perancis, Italia, Swedia, dan Inggris. Tipe ini belum terdeteksi pada pasien di daratan China, meskipun telah ditemukan dalam sampel dari Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Forster, itu mengasumsikan tingkat mutasi yang konstan dan perkiraan waktu penyebaran bisa saja salah.

Sementara itu, dilansir laman Newsweek, Forster mengatakan bahwa kemungkinan Covid-19 bukan berasal dari Wuhan. Pasalnya, sampai 17 Januari lalu hampir semua pasien memiliki tipe B. Di Guangdong, tujuh dari sebelas pasien memiliki tipe A.

Kasus virus Corona ini pertama kali diketahui pada 17 November. Menurut laporan di South China Morning Post, data pemerintah menunjukkan seseorang berusia 55 tahun dari Hubei menjadi orang pertama yang terdeteksi.

Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)
Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)

Selain itu, publik menyebut bahwa pasar makanan laut di Wuhan menjadi tempat pertama kali tersebarnya virus. Namun ketika ditelusuri, dalam penelitian yang dipublikasikan di Lancet menunjukkan, beberapa orang pertama yang terinfeksi virus tidak memiliki kontak langsung dengan pasar.

Di sisi lain, virus Covid-19 yang berasal dari kelelawar telah ditemukan berbagi 96 persen gen identik, dengan virus Corona yang diisolasi oleh para ilmuwan China dari kotoran kelelawar di Provinsi barat daya Yunnan pada tahun 2013. Tetapi ada ratusan mutasi antara virus Corona Covid-19 dan virus Corona yang ada di Wuhan karena virus tersebut biasanya bermutasi sebulan sekali.

Karena itu, beberapa ilmuwan menduga virus mungkin telah menyebar secara diam-diam pada hewan inang dan manusia selama bertahun-tahun sebelum secara bertahap berkembang.

Forster menyebutkan bahwa diperlukan penelitian kembali untuk mengidentifikasi sumber asli virus. Penelitian mengenai jaringan milik Forster dan rekannya telah dipublikasikan di PNAS pada 8 April lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Diuji ke Manusia Besok, Vaksin Covid-19 Ditargetkan Tersedia September

Tekno | Rabu, 22 April 2020 | 10:59 WIB

Sembari Menangis, Syekh Ali Jaber: Jangan Keras Kepala, Ramadhan di Rumah

Sembari Menangis, Syekh Ali Jaber: Jangan Keras Kepala, Ramadhan di Rumah

News | Selasa, 21 April 2020 | 15:30 WIB

Hadis Nabi Muhammad SAW Marak Dijadikan Iklan Lawan Virus Corona di AS

Hadis Nabi Muhammad SAW Marak Dijadikan Iklan Lawan Virus Corona di AS

News | Selasa, 21 April 2020 | 14:38 WIB

Ilmuwan Turki Gandeng AS Kembangkan Proyek Obat Virus Corona

Ilmuwan Turki Gandeng AS Kembangkan Proyek Obat Virus Corona

Tekno | Selasa, 21 April 2020 | 07:00 WIB

Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain

Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Sebut Dunia Waspadai Pandemi Lain

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 12:00 WIB

Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?

Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 10:49 WIB

Terkini

HP OPPO Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Juni 2026: Ada Layar AMOLED dan Baterai Jumbo

HP OPPO Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Juni 2026: Ada Layar AMOLED dan Baterai Jumbo

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:05 WIB

7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X

7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:46 WIB

5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TH-65NX600G: Smart TV Premium Terjangkau Layar 65 Inci

5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TH-65NX600G: Smart TV Premium Terjangkau Layar 65 Inci

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:54 WIB

HP Samsung Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Pilihan Terbaik Bulan Juni 2026

HP Samsung Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Pilihan Terbaik Bulan Juni 2026

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:35 WIB

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula

5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:17 WIB

Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap

Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:56 WIB

4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:48 WIB

5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut

5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:35 WIB

Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega

Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:24 WIB