Data KPU Diduga Bocor, Pengamat Sebut Bukti Kemanan Siber Indonesia Lemah

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:30 WIB
Data KPU Diduga Bocor, Pengamat Sebut Bukti Kemanan Siber Indonesia Lemah
Ilustrasi pencurian data pribadi. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang hacker mengaku telah mengantongi 2,3 juta data WNI yang dibajak dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meski belum dipastikan kepastian kabar tersebut, pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya menilai bahwa kasus kebocoran data seperti ini sering terjadi di dunia dan tak pandang bulu.

"Sebenarnya kebocoran data memangsering terjadi dan bukan di Indonesia saja. Kalau diperhatikan di situs-situs penjualan data, hal ini sering terjadi," terang Alfons ketika dihubungi Suara.com, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, frekuensi jual beli data di pasar gelap internet adalah sebuah komoditas vital di era digital seperti sekarang ini.

"Data bocor karena secara de facto data sudah menjadi new oil atau komoditas penting di masa digital ini, sehingga banyak orang yang berkepentingan dengan data dan jika bisa di olah dengan baik akan menghasilkan keuntungan luar biasa," imbuhnya.

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

Berkaca dari banyaknya kasus peretasan data sekarang ini, Alfons menambahkan bahwa seharusnya situasi ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Harus diakui bahwa semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta perlu belajar banyak bagaimana mengelola dan melindungi data dengan baik. Kita jujur saja, dan kalau ada kesalahan tidak perlu saling menuding tetapi kita pelajari kesalahan itu dan belajar dari kesalahan. Lalu mencari cara bagaimana supaya kesalahan itu tidak terulang. Kalau hal ini dilakukan dengan konsisten, lama kelamaan kita akan makin baik dalam mengelola dan melindungi data," ujarnya.

PR Besar

Di sisi lain, peretasan data di lembaga pemerintah menjadi bukti bahwa keamanan siber di Tanah Air masih rendah.

baca juga

"Kalau dibandingkan dengan beberapa negara maju, memang Indonesia lebih lemah, tetapi hal ini harusnya menjadi cambuk untuk terus belajar dan memperbaiki diri," kata Alfons.

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

Ironisnya, kelemahan itu dinilai Alfons bukan berasal dari teknologi siber yang dimiliki Indonesia, melainkan dari sikap masyarakatnya sendiri.

"Tidak, bukan teknologi yang tertinggal. Kesadaran akan pentingnya data dan kedisiplinan untuk mengelola data dengan baik itu yang perlu ditanamkan. Pendidikan digital dan kesadaran atas pentingnya pengamanan data/aset digital harus ditanamkan sejak awal," terang Alfons.

"Peningkatan kemampuan SDM dalam pengelolaan data dan kesadaran akan pentingnya nilai data itu yang menjadi PR yang besar," tutup pengamat sekuriti dari Vaksincom tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:12 WIB

KPU Cek Kondisi Server Usai Jutaan Data Warga Dibobol Hacker

KPU Cek Kondisi Server Usai Jutaan Data Warga Dibobol Hacker

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:22 WIB

2,3 Juta Data Pemilih Diduga Bocor, Begini Reaksi KPU

2,3 Juta Data Pemilih Diduga Bocor, Begini Reaksi KPU

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:17 WIB

2,3 Juta Data Bocor di Pasar Gelap Milik KPU?

2,3 Juta Data Bocor di Pasar Gelap Milik KPU?

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 07:30 WIB

Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap

Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:23 WIB

KPU Minta Hentikan Saling Klaim Menang, Kubu Prabowo - Sandiaga Tak Terima

KPU Minta Hentikan Saling Klaim Menang, Kubu Prabowo - Sandiaga Tak Terima

News | Jum'at, 19 April 2019 | 20:56 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×