Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap

Dythia Novianty

Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:23 WIB
Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang hacker (peretas) mengklaim telah membocorkan data pribadi dan data pemilih sebanyak 2,3 juta warga negara Indonesia. Menurut sampel data yang dilihat Hackread.com, data tersebut muncul sejak 2013 dan tampaknya dicuri dari situs web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam bahasa Indonesia.

Data 2,36 GB telah dibagi menjadi beberapa folder yang semuanya berisi data dalam file PDF termasuk nama lengkap, alamat, nomor registrasi, nomor kartu keluarga, tanggal lahir dan tempat lahir, dan lain-lain.

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

Buruknya lagi, peretas tersebut mengklaim memiliki akses lebih dari 200 juta Data Pemilihan Tetap (DPT) milik KPU, akan dibocorkan di forum peretas.

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

"Saya memutuskan untuk berbagi dengan Anda sekitar 2,3 juta data kewarganegaraan dan pemilu Indonesia karena saya pikir data Indonesia tampaknya jarang di forum ini (merujuk pada forum peretas tempat data tersebut bocor)," tulis peretas dilansir laman hackered.com, Jumat (22/5/2020).

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

Hal ini dikomentari salah satu perwakilan dari layanan pemantauan pelanggaran Under The Breach.

“Aktor yang membocorkan basis data belum tentu orang yang pertama kali mendapatkannya, akan masuk akal jika basis data niche semacam itu berputar-putar di sekitar forum berbasis Indonesia yang lebih kecil sampai muncul di forum cybercrime yang lebih besar,” tulisnya.

Kebocoran data KPU. [Twitter]
Kebocoran data KPU. [Twitter]

Bulan lalu situs keamanan data hackread.com secara eksklusif melaporkan bagaimana Tokopedia diretas oleh peretas web gelap dan sebanyak 92 juta data pribadi pelanggannya diklaim diperdagangkan, dijual di pasar web gelap, dan beberapa forum peretas.

Seperti diketahui, beberapa minggu lalu ada kebocoran data lain hampir 13 juta akun pengguna diklaim milik Bukalapak. Basis data berasal dari 2017 dan tampaknya, Bukalapak mengakui peretasan pada 12 April 2019.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Kebocoran Data Pelanggan E-Commerce, Ini Tips dari Kaspersky

Tanggapi Kebocoran Data Pelanggan E-Commerce, Ini Tips dari Kaspersky

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 11:00 WIB

Data Pasien Positif Covid-19 Bocor, Warganet Kesal Namanya Tercantum

Data Pasien Positif Covid-19 Bocor, Warganet Kesal Namanya Tercantum

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:08 WIB

Terungkap! Situs Web Kerap Mengumpulkan Data Pengguna

Terungkap! Situs Web Kerap Mengumpulkan Data Pengguna

Tekno | Kamis, 07 November 2019 | 14:15 WIB

5 Berita Hits Tekno Pagi Ini

5 Berita Hits Tekno Pagi Ini

Tekno | Rabu, 18 September 2019 | 08:01 WIB

LBH Jakarta Terima 5.000 Laporan Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi

LBH Jakarta Terima 5.000 Laporan Kasus Penyalahgunaan Data Pribadi

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 13:29 WIB

Kemendagri: Jangan Sering Upload KTP, Apalagi Punya Pacar Baru

Kemendagri: Jangan Sering Upload KTP, Apalagi Punya Pacar Baru

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 17:38 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×