alexametrics

Dokter Klaim Lebih Banyak Pencobaan Bunuh Diri Selama Lockdown Covid-19

Dythia Novianty
Dokter Klaim Lebih Banyak Pencobaan Bunuh Diri Selama Lockdown Covid-19
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Beberapa dokter trauma mengklaim lebih banyak orang telah mencoba bunuh diri dalam empat minggu terakhir dalam masa lockdown.

Suara.com - Beberapa dokter asal California, Amerika Serikat, telah melihat upaya percobaan bunuh diri selama satu tahun hanya dalam kurun waktu empat minggu selama pemberlakukan lockdown dalam usaha menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Para profesional medis di John Muir Medical Center di Walnut Creek, California telah mengungkapkan pengalaman mereka di pusat trauma rumah sakit setelah kesehatan mental menukik di tengah masa lockdown.

"Kami belum pernah melihat angka seperti ini, dalam waktu yang singkat. Maksudku, kita telah melihat upaya bunuh diri selama satu tahun dalam empat minggu terakhir," ujar Dr Mike deBoisblank mengatakan kepada ABC 7 News, dikutip Dailymail, Sabtu (23/5/2020).

Rekannya, perawat Kacey Hansen, telah bekerja di pusat medis selama 33 tahun dan tidak pernah melihat 'cedera yang disengaja'. Hansen menambahkan bahwa sebaiknya mengunjungi orang-orang atas nama kesehatan mental, asalkan masker dipakai dan tetap jaga jarak.

Baca Juga: Berapa Gaji Astronot NASA?

Sementara menurut Dr Mike, titik pemberlakuan lockdown adalah untuk meratakan kurva, yang telah dicapai negara pada April lalu di negara tersebut. Dia mengatakan penting untuk mengakhiri lockdown dan menyelamatkan orang-orang yang menderita secara mental, dan mungkin tidak selamat jika terus berlanjut.

Dailymail telah mendekati John Muir Medical Center di Walnut-Creek untuk memberikan komentar.

Pada akhir Maret lalu, lebih banyak orang meninggal di satu daerah Tennessee karena bunuh diri daripada di seluruh negara bagian karena virus corona, dikutip Dailymail dari The Washington Examiner.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada awal Mei menemukan, setidaknya 75.000 kematian dapat disebabkan oleh kecemasan dan kecanduan obat-obatan dan alkohol selama masa lockdown.

Studi lain oleh Just Facts memasukkan berbagai data yang menunjukkan stres adalah salah satu bahaya kesehatan paling mematikan di dunia. Diklaim bahwa lockdown virus corona akan menghancurkan tujuh kali lebih banyak kehidupan manusia, daripada yang dapat diselamatkan dengan cara ketat.

Baca Juga: Uji Coba Fitur Baru, Begini Cara Mengontrol Percakapan di Twitter

Itu terjadi setelah lebih dari 500 dokter menandatangani surat kepada Presiden Donald Trump yang menyebut lockdown Covid-19 sebagai 'peristiwa korban massal' yang menyebabkan 'jutaan korban' akibat alkoholisme, tunawisma, bunuh diri, dan sebab-sebab lain.

Komentar