Dokter Klaim Lebih Banyak Pencobaan Bunuh Diri Selama Lockdown Covid-19

Dythia Novianty

Sabtu, 23 Mei 2020 | 11:48 WIB
Dokter Klaim Lebih Banyak Pencobaan Bunuh Diri Selama Lockdown Covid-19
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa dokter asal California, Amerika Serikat, telah melihat upaya percobaan bunuh diri selama satu tahun hanya dalam kurun waktu empat minggu selama pemberlakukan lockdown dalam usaha menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Para profesional medis di John Muir Medical Center di Walnut Creek, California telah mengungkapkan pengalaman mereka di pusat trauma rumah sakit setelah kesehatan mental menukik di tengah masa lockdown.

"Kami belum pernah melihat angka seperti ini, dalam waktu yang singkat. Maksudku, kita telah melihat upaya bunuh diri selama satu tahun dalam empat minggu terakhir," ujar Dr Mike deBoisblank mengatakan kepada ABC 7 News, dikutip Dailymail, Sabtu (23/5/2020).

Rekannya, perawat Kacey Hansen, telah bekerja di pusat medis selama 33 tahun dan tidak pernah melihat 'cedera yang disengaja'. Hansen menambahkan bahwa sebaiknya mengunjungi orang-orang atas nama kesehatan mental, asalkan masker dipakai dan tetap jaga jarak.

Sementara menurut Dr Mike, titik pemberlakuan lockdown adalah untuk meratakan kurva, yang telah dicapai negara pada April lalu di negara tersebut. Dia mengatakan penting untuk mengakhiri lockdown dan menyelamatkan orang-orang yang menderita secara mental, dan mungkin tidak selamat jika terus berlanjut.

Dailymail telah mendekati John Muir Medical Center di Walnut-Creek untuk memberikan komentar.

Pada akhir Maret lalu, lebih banyak orang meninggal di satu daerah Tennessee karena bunuh diri daripada di seluruh negara bagian karena virus corona, dikutip Dailymail dari The Washington Examiner.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada awal Mei menemukan, setidaknya 75.000 kematian dapat disebabkan oleh kecemasan dan kecanduan obat-obatan dan alkohol selama masa lockdown.

Studi lain oleh Just Facts memasukkan berbagai data yang menunjukkan stres adalah salah satu bahaya kesehatan paling mematikan di dunia. Diklaim bahwa lockdown virus corona akan menghancurkan tujuh kali lebih banyak kehidupan manusia, daripada yang dapat diselamatkan dengan cara ketat.

baca juga

Itu terjadi setelah lebih dari 500 dokter menandatangani surat kepada Presiden Donald Trump yang menyebut lockdown Covid-19 sebagai 'peristiwa korban massal' yang menyebabkan 'jutaan korban' akibat alkoholisme, tunawisma, bunuh diri, dan sebab-sebab lain.

Dr Simone Gold, seorang spesialis pengobatan darurat di Los Angeles telah , menandatangain surat itu, dari kelompok One Doctor A Day, yang berusaha untuk mengungkapkan kekhawatiran atas konsekuensi kesehatan negatif yang meningkat secara eksponensial dari penutupan nasional.

Kelompok itu tampaknya dibentuk dengan bantuan sebuah firma hubungan masyarakat Republik di Washington D.C. yang mendistribusikan surat itu.

Dalam surat itu, para dokter menjelaskan bahwa selama insiden korban massal, para korban segera di triaging menjadi hitam, merah, kuning, atau hijau.

Ilustrasi lockdown di Amerika Serikat. [Frederic J. BROWN / AFP]
Ilustrasi lockdown di Amerika Serikat. [Frederic J. BROWN / AFP]

"Jutaan orang Amerika sudah pada tingkat triase merah," kata dokter dalam surat itu.

Ini termasuk 150.000 orang Amerika per bulan yang akan memiliki kanker baru terdeteksi melalui skrining rutin yang belum terjadi, jutaan orang yang telah melewatkan perawatan gigi rutin untuk memperbaiki masalah yang sangat terkait dengan penyakit jantung / kematian, dan kasus stroke, serangan jantung yang dapat dicegah, dan pelecehan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Gelombang Kedua Covid-19, Trump Sebut AS Tak Akan Lockdown

Risiko Gelombang Kedua Covid-19, Trump Sebut AS Tak Akan Lockdown

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:08 WIB

PSBB Mulai Kendor, dr Erlina Sentil Pemerintah Jangan Tergiur Negara Lain

PSBB Mulai Kendor, dr Erlina Sentil Pemerintah Jangan Tergiur Negara Lain

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:14 WIB

Kepergok Main Judi Mahjong di Tengah Lockdown, Jaksa Jepang Mundur

Kepergok Main Judi Mahjong di Tengah Lockdown, Jaksa Jepang Mundur

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:31 WIB

Demi Bertemu Kekasih, Perempuan Ini Nekat Langgar Lockdown

Demi Bertemu Kekasih, Perempuan Ini Nekat Langgar Lockdown

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:49 WIB

Studi: Lockdown Lebih Awal Bisa Lebih Banyak Selamatkan Nyawa dari Corona

Studi: Lockdown Lebih Awal Bisa Lebih Banyak Selamatkan Nyawa dari Corona

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 17:05 WIB

Setelah Ditutup 2 Bulan, 50 Negara Bagian AS Siap Dibuka Lagi

Setelah Ditutup 2 Bulan, 50 Negara Bagian AS Siap Dibuka Lagi

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 08:26 WIB

Terkini

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×