Mark Zuckerberg Biarkan Donald Trump Merajalela, Pegawai Facebook Berontak

Liberty Jemadu

Selasa, 02 Juni 2020 | 06:45 WIB
Mark Zuckerberg Biarkan Donald Trump Merajalela, Pegawai Facebook Berontak
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri dengar pendapat dengan anggota Kongres AS, Rabu (23/10/2019). [AFP/Mandel Ngan]

Suara.com - Para pegawai Facebook menyuaran protes setelah pemimpin mereka Mark Zuckerberg membiarkan saja beberapa postingan kontroversial Presiden Donald Trump terkait kematian George Floyd yang memicu demonstrasi di Amerika Serikat.

Setidaknya ada enam pegawai Facebook menyuarakan kritik dan protes menggunakan Twitter, media sosial pesaing Facebook yang lebih berani menindak postingan Trump di platformnya. Pegawai-pegawai Facebook itu menulis bahwa "Zuckerberg salah" dan bahwa "diam saja adalah satu kekeliruan."

Demonstrasi telah berlangsung berhari-hari di AS, setelah polisi kulit putih di Minneapolis membunuh Floyd, warga kulit hitam, dengan cara berlutu di atas leher lelaki itu selama 9 menit.

Saat demonstrasi mulai meluas, Trump menulis postingan demikian di Facebook dan Twitter: "Ketika penjarahan dimulai, maka penembakan juga dimulai." Kalimat ini diucapkan oleh seorang kepala polisi Miami, AS pada dekade 1960an yang dikenal karena sikap diskriminatifnya terhadap warga kulit hitam.

Twitter langsung menyembunyikan postingan Trump itu karena dinilai melanggar aturan platform tersebut soal mengagungkan kekerasan. Tak lama kemudian, akun resmi Gedung Putih me-retweet postingan Trump tersebut dan kembali disembunyikan oleh Twitter.

CEO Twitter, Jack Dorsey, tampil di depan dan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas kebijakan itu.

Tetapi di Facebook, postingan Trump itu - dan postingan lain yang isinya menyesatkan dan berisi informasi hoaks - dibiarkan saja. Postingan itu kini disukai lebih dari 71.000 kali dan direspon sebanyak lebih dari 253.000 kali.

Zuckerberg dalam sebuah tulisan di Facebook mengatakan ia secara pribadi tidak setuju dengan Trump, tetapi ia harus menjaga kebebasan berpendapat di platform-nya.

"Saya sangat tidak setuju dengan cara presiden berbicara soal ini, tetapi saya percaya bahwa orang harus melihatnya sendiri, karena akuntabilitas orang-orang berkuasa hanya bisa ditagih saat kata-kata mereka diperiksa secara terbuka," jelas dia.

baca juga

Tetapi para pegawai Facebook tak setuju. Mereka malu melihat cara Facebook berhadapan dengan Trump. Menurut mereka, alih-alih menenangkan, Trump justru mendorong orang untuk melakukan kekerasan.

"Saya pegawai Facebook yang tak setuju dengan keputusan Mark untuk membiarkan postingan Trump, yang jelas-jelas memantik kekerasan," kata Jason Stirman, manajer desain pada Facebook.

"Pengagungan kekerasan di Facebook adalah menjijikan dan harus ditandai atau dihapus," imbuh Brandon Dail, salah satu teknisi Facebook.

Sementara menurut David Gillis, direktur desain produk Facebook, postingan Donald Trump "mendorong orang melakukan kekerasan dan memantik tindakan rasialisme."

"Hormat pada integritas tim Twitter untuk mengambil tindakan," kata Gills, membandingkan tindakan tegas Twitter dengan Facebook yang lembek. [CNBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Terkini

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:44 WIB

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:43 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:42 WIB

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:37 WIB

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:36 WIB

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:35 WIB

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:32 WIB

Perekrutan ABK di Jakarta Disorot, Belum Ada Agen yang Dinilai Punya Legalitas

Perekrutan ABK di Jakarta Disorot, Belum Ada Agen yang Dinilai Punya Legalitas

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:32 WIB

Teknologi Cold Chain Curi Atensi di Franchise Meet Up Day, Jadi Strategi Mixue Jaga Kualitas Produk

Teknologi Cold Chain Curi Atensi di Franchise Meet Up Day, Jadi Strategi Mixue Jaga Kualitas Produk

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 14:30 WIB

Review Film Suka Duka Tawa: Kisah Komika dan Luka Masa Lalu

Review Film Suka Duka Tawa: Kisah Komika dan Luka Masa Lalu

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:30 WIB

×