3. Konjungsi Bulan dengan Mars
![Konjungsi Bulan dan Mars Juni 2020. [In the Sky]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/02/59985-konjungsi-bulan-dan-mars-juni-2020.jpg)
Bulan akan tampak berdekatan satu sama lain dengan Planet Merah pada 13 Juni mendatang, di mana keduanya hanya berjarak sejauh 3 derajat.
Pada sekitar waktu yang sama, kedua objek juga akan melakukan pendekatan terdekat atau disebut appulse.
Bulan akan berkonjungsi dengan Mars mulai pukul 23.46 WIB dan mencapai ketinggian 86 derajat di atas cakrawala timur sebelum menghilang dari pandangan saat fajar pada pukul 05.45 WIB.
4. Solstis Juni
Tanggal 21 Juni mendatang akan menjadi hari terpendek pada sepanjang 2020 bagi seluruh wilayah di belahan Bumi selatan. Itu menjadi hari terpanjang bagi wilayah di belahan Bumi utara.
Hal ini terjadi karena dalam gerak tahunannya, Matahari sedang berada di titik paling utara di langit.
Fenomena yang dikenal solstis ini menyebabkan Matahari akan lebih lama bersinar di wilayah belahan Bumi utara. Matahari bahkan belum terbenam meski waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.

Sedangkan di Indonesia, pengaruh dari solstis Juni tidak terlalu terasa karena Indonesia berada di ekuator Bumi.
Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 21 Juni mendatang. Sayangnya, jalur Gerhana Matahari Cincin ini hanya melewati beberapa negara seperti Taiwan, China, India, Pakistan, Oman, Arab Saudi, Yaman, Eritrea, Ethiopia, Sudan, Republik Afrika tengah, Republik Demokratik Kongi, dan Republik Kongo.
Sedangkan, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki kesempatan mengamati Gerhana ini. Wilayah di Indonesia yang beruntung hanya Indonesia bagian utara seperti Aceh hingga Papua. Tak hanya itu, porsi Gerhana Matahari cincin di Indonesia pun tidak besar, paling besar hanya 33 persen di Maluku utara dan Papua barat.
Gerhana Matahari sendiri dapat diklasifikasikan sebagai total dan cincin. Menurut Ensiklopedia Britania, Gerhana ini terjadi ketika posisi Bulan terletak antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.
![Gerhana Matahari Cincin di Singkawang, Kamis (26/12/2019). [Twitter/BMKG]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/26/34958-gerhana-matahari-cincin-di-singkawang.jpg)
Jenis Gerhana Matahari akan menjadi total atau cincin tergantung pada jarak antara tiga objek langit tersebut. Karena orbit Bulan mengelilingi Bumi serta orbit Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips, jarak keduanya berubah-ubah sehingga ukuran tampak Matahari dan Bulan pun berubah-ubah.
Jika posisi Bulan cukup jauh dari Bumi, Bulan akan terlihat sedikit lebih kecil sehingga tidak dapat menutupi seluruh permukaan Matahari dan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Sebaliknya, jika Bulan berjarak cukup dekat dengan Bumi, maka akan menutupi seluruh permukaan Matahari sehingga terjadi Gerhana Matahari total.