Covid-19: China Dorong Pengobatan Tradisional

BBC

BBC

Senin, 29 Juni 2020 | 16:09 WIB
Covid-19: China Dorong Pengobatan Tradisional
[BBC].

Meski Beijing terus berupaya untuk mempromosikan pengobatan tradisional di dunia, sebagian khalayak di luar China tidak mengetahui keberadaannya.

Sejumlah kritikus menilai China kini menggunakan pandemi sebagai cara untuk mempromosikan pengobatan tradisional di luar negeri—sebuah tuduhan yang telah dibantah media pemerintah.

Dalam rangka promosi tersebut, China telah mengirim pasokan obat tradisional dan praktisinya ke Afrika, Asia Tengah, dan Eropa—beserta obat-obatan dan peralatan medis konvensional.

"Kami bersedia berbagi 'pengalaman China' dan 'solusi China' dalam penanganan Covid-19, serta membolehkan semakin banyak negara mengetahui pengobatan China, memahami pengobatan China, serta menggunakan pengobatan China," kata Yu Yanhong, wakil kepala Badan Pengobatan Tradisional China, Maret lalu.

Huang meyakini promosi TCM di luar negeri akan berujung pada perluasan pengaruh 'soft power'.

"Narasi pemerintah yang menggambarkan TCM efektif melawan Covid-19 juga berfungsi untuk mempromosikan superioritas pendekatan China dalam melawan Covid, pada saat pendekatan Barat tampak tidak efektif dalam menghentikan penyebaran virus," ujarnya.

Citra pengobatan tradisional China di dunia meroket tahun lalu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakuinya secara formal setelah China melakukan lobi selama bertahun-tahun—langkah yang dikecam komunitas medis internasional.

WHO kemudian masuk ke dalam kontroversi lanjutan setelah organisasi itu mencabut peringatan penggunaan obat-obatan tradisional dalam menangani Covid-19 dalam rekomendasi berbahasa Inggris dan China.

Kurangnya standarisasi dan hampir tidak ada uji klinis menghambat penggunaan TCM secara luas.

baca juga

Pada Mei lalu, pemerintah Swedia menguji sampel-sampel Lianhua Qingwen dan mereka menemukan 'obat' itu hanya mengandung menthol.

Kaitan dengan perdagangan satwa liar

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tahun ini pun memunculkan sorotan pada pengobatan tradisional China terkait dengan perdagangan hewan liar.

Komisi Kesehatan Nasional China dikritik setelah merekomendasi penyuntikan berisi bubuk empedu beruang sebagai pengobatan pasien Covid-19.

Baru-baru ini China melarang penggunaan trenggiling, satwa langka yang sisiknya kerap digunakan sebagai obat tradisional.

Meski demikian, para pegiat perlindungan satwa khawatir meningkatnya popularitas produk-produk obat tradisional China akan mendorong perburuan dan perdagangan satwa liar secara ilegal.

"Kalaupun spesies-spesies terancam punah ini punya khasiat pengobatan, kita seharusnya memakai produk botani sebagai alternative dalam praktik TCM," kata Dr Lixing Lao, profesor jurusan pengobatan China di Universitas Hong Kong, kepada BBC.

China hapus trenggiling dari daftar obat tradisional Tiongkok Eksploitasi alam 'mendorong sejumlah wabah penyakit baru' Benarkah kelelawar menyebarkan virus corona? Tikus yang dijual di pasar Asia Tenggara mengandung virus corona, menurut kajian ilmiah

Sementara itu, sejumlah langkah pemerintah dan media di China untuk mempromosikan pengobatan tradisional tampaknya justru menjadi bumerang.

Pada Maret lalu, para pejabat pemerintah daerah di Provinsi Yunnan menuai kritik dari masyarakat setelah muncul laporan bahwa para pelajar dipaksa mengonsumsi obat tradisional sebagai syarat untuk bisa kembali ke sekolah.

Kemudian, draf aturan yang dirancang pemerintah Kota Beijing untuk menghukum orang-orang yang "mencemarkan nama baik" TCM dihujani kritik.

"Sains bisa berdiri menghadapi pertanyaan. Pengobatan tradisional China tidak bisa ditanyai, jadi pengobatan tradisional China bukan sains," sebut seorang pengguna Weibo.

Dr Lao menegaskan bahwa satu-satunya cara agar TCM bisa diterima khalayak dunia adalah "melalui bukti ilmiah, bukan propaganda".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Selundupkan 54 Ton Batu Tembaga dan 320 Kg Sisik Trenggiling, 7 Orang Jadi Tersangka

Selundupkan 54 Ton Batu Tembaga dan 320 Kg Sisik Trenggiling, 7 Orang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pengujian Euro NCAP Ungkap Pentingnya Tombol Fisik pada Kendaraan

Pengujian Euro NCAP Ungkap Pentingnya Tombol Fisik pada Kendaraan

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Konsumen Negara ini Rela Tunda Beli Mobil Demi Menunggu Mobil Listrik China

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:10 WIB

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

The Spies Who Loved Me: Uniknya Kisah Cinta di Balik Operasi Intelijen

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Sinopsis The Lament of Autumn, Taruhan Berubah Jadi Cinta Selama 10 Hari

Sinopsis The Lament of Autumn, Taruhan Berubah Jadi Cinta Selama 10 Hari

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Sinopsis A Touch of Green, Drama China Romantis Li Xian dan Zhang Jing Yi

Sinopsis A Touch of Green, Drama China Romantis Li Xian dan Zhang Jing Yi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Profil CNGR, Perusahaan China yang Berencana Akusisi PT Gunbuster Nickel Industry

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Perusahaan Bioteknologi Asal China Jajaki Pasar Bahan Baku Berbasis Telur di Fi Asia Indonesia 2026

Perusahaan Bioteknologi Asal China Jajaki Pasar Bahan Baku Berbasis Telur di Fi Asia Indonesia 2026

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Terkini

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×