Waduh, Suhu Dingin Bisa Tingkatkan Penyebaran Covid-19

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 08 Juli 2020 | 09:00 WIB
Waduh, Suhu Dingin Bisa Tingkatkan Penyebaran Covid-19
Musim dingin di Amerika. (AFP)

Suara.com - Temperatur rendah pada musim dingin, akan menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19.

Para ilmuwan dari India mengeksplorasi hubungan antara suhu rata-rata suatu negara dan jumlah kasus Covid-19.

Mereka menemukan hubungan signifikan antara negara-negara dengan kondisi lingkungan yang lebih dingin dan wabah skala besar.

Temuan itu dapat mengindikasikan masalah yang ada di cakrawala negara-negara belahan bumi utara, saat mereka memasuki musim dingin tahun ini.

Para peneliti mengatakan, musim panas dapat memberikan jendela terbaik untuk melawan virus.

Dalam studi mereka, ahli biokimia Chandi Mandal dari Universitas Pusat Rajasthan dan Mahaveer Singh Panwar dari Universitas Hindu Banaras, menyusun suhu rata-rata dan jumlah kasus Covid-19 aktif untuk berbagai negara. Data dikumpulkan dari akhir Maret hingga pertengahan April.

Duo ini menemukan bahwa negara-negara di iklim lintang tinggi / lebih dingin, secara signifikan lebih cenderung memiliki jumlah kasus virus corona lebih tinggi.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Sebaliknya, lebih sedikit kasus yang cenderung terjadi pada penghangat dan iklim lintang rendah.

"Semua pengamatan ini menunjukkan bahwa suhu rendah mungkin menjadi faktor risiko untuk kasus Covid-19," catat para peneliti dilansir dari Dailymail, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Studi: Virus Corona Bisa Tertinggal di Sarung Bantal Pasien Covid-19

"Namun, pada saat ini, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bagaimana beberapa negara dingin memiliki kasus infeksi virus corona yang relatif lebih tinggi," tambah mereka.

"Apakah hanya kedinginan atau ada faktor tambahan?"

Pekerjaan di masa depan, mereka menambahkan, harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah relatif masing-masing kasus kanker, diabetes, hipertensi dan obesitas.

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)

Sebelumnya, para ahli menyarankan bahwa musim panas dapat memperlambat penyebaran virus corona. Hal ini mengutip manfaat tambahan produksi vitamin D dari sinar matahari untuk membantu respons kekebalan tubuh, bersama dengan peningkatan sinar UV yang dapat memperlambat penyebaran penyakit pernapasan.

"Penularan berbagai jenis virus tergantung pada suhu dan kelembaban udara," kata Profesor Mandal.

"Sementara analisis lebih lanjut diperlukan, jika suhu rendah merupakan faktor risiko untuk Covid-19, maka musim panas dapat mengurangi tingkat penularan dan infeksi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI