Tak Ada Lagi, Spesies Ikan "Bertangan" Langka Resmi Punah di 2020

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 13 Juli 2020 | 19:45 WIB
Tak Ada Lagi, Spesies Ikan "Bertangan" Langka Resmi Punah di 2020
Spesimen smooth handfish atau Sympterichthys unipennis. (CSIRO)

Suara.com - Sisi selatan dan timur perairan Australia merupakan habitat utama dari ikan bertangan atau handfish. Salah satu spesies  handfish yang cukup langka yaitu smooth handfish (Sympterichthys unipennis) telah resmi dikategorikan punah di tahun 2020.

Kabar kepunahan ini datang dari organisasi International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Smooth handfish menjadi ikat laut pertama yang punah di era modern.

Pengumuman ini menjadi pukulan telak bagi teori yang menyatakan bahwa lautan begitu luas dan ikan akan selalu menemukan rumah baru.

Lebih buruk lagi, beberapa spesies handfish lainnya mungkin sudah hilang.

Spesies handfish merah. (Handfish Conservation Project )
Spesies handfish merah. (Handfish Conservation Project )

Ikan handfish hidup dengan habitat khususnya di lepas pantai Tasmania.

Bentuk mereka sangat unik dan dijuluki ikan bertangan mengingat bentuk sirip tubuh bagian bawah menyerupai tangan.

Merek cenderung memilih berjalan di atas laut menggunakan "tangannya" dibandingkan berenang.

Handfish Conservation Project bahkan memberikan kutipan yang bisa mengingatkan kita pada spesies handfish tersebut.

baca juga

"Jika Anda belum pernah melihat handfish sebelumnya, bayangkan kalian mencelupkan seekor kodok ke dalam cat berwarna cerah, kemudian bacakan kisah sedih dan paksa ia memakai dua sarung tangan ukuran besar," tulis Handfish Conservation Project menggambarkan keunikan handfish.

Saking langkanya, setiap ekor handfish merah bisa dinamai sesuai donatur yang menyumbang uang bagi kelestarian hewan ini. (Handfish Conservation Project)
Saking langkanya, setiap ekor handfish merah bisa dinamai sesuai donatur yang menyumbang uang bagi kelestarian hewan ini. (Handfish Conservation Project)

Ilmuwan sekaligus ahli biologi bernama Dr. Jemima Stuart-Smith dari University of Tasmania menjelaskan bahwa terdapat sekitar 14 spesies handfish.

Sebagian besar dari mereka jarang terlihat pada abad ini.

Smooth handfish (Sympterichthys unipennis) hanya diketahui dari spesimen yang dikumpulkan oleh penjelajah Prancis pada awal 1800-an.

Saat ini, tiga spesies handfish masuk dalam kategori sangat langka.

Bahkan speises handfish merah jumlahnya diperkirakan kurang dari 100 ekor.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging, Lelaki Ini Kehilangan Jari

Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging, Lelaki Ini Kehilangan Jari

News | Senin, 13 Juli 2020 | 15:18 WIB

Ditabrak Ikan Blue Marlin saat Menyelam, Indra Gunawan Tewas

Ditabrak Ikan Blue Marlin saat Menyelam, Indra Gunawan Tewas

Jawa Tengah | Jum'at, 10 Juli 2020 | 10:28 WIB

Cara Ternak Ikan Cupang Lengkap, dari Memilih Induk sampai Panen

Cara Ternak Ikan Cupang Lengkap, dari Memilih Induk sampai Panen

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 19:07 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×