Diwartakan 14 Abad Silam, Pesan Antirasis Islam Kian Relevan Hari Ini

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 15 Juli 2020 | 07:45 WIB
Diwartakan 14 Abad Silam, Pesan Antirasis Islam Kian Relevan Hari Ini
Umat Islam sedang menjalankan salat di Mekah, Arab Saudi (Shutterstock).

Suara.com - Asma Afsaruddin, pakar Studi Islam di Universitas Indiana, AS mengatakan bahwa warta kesetaraan ras Nabi Muhammad di abad ke-7 menyentak masyarakat Arab saat itu. Hari-hari ini pesan itu menjadi semakin relevan.

Suatu hari di Mekah, Nabi Muhammad menyampaikan pernyataan mengejutkan kepada pengikutnya: Dia mengatakan kepada mereka bahwa semua orang diciptakan sama.

“Semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa,” kata Muhammad dalam khotbah publik terakhirnya.

“Orang Arab tidak lebih unggul dibandingkan non-Arab. Dan non-Arab tidak lebih unggul dibandingkan orang Arab. Kulit putih tidak lebih unggul dari kulit hitam, dan kulit hitam tidak lebih unggul dari kulit putih, kecuali atas sikap dan perbuatan yang baik.”

Dalam khotbah saat Haji Wada (Perpisahan) ini, yang dikenal sebagai Khotbah Perpisahan, Muhammad menjabarkan dasar cita-cita religius dan etika Islam dalam agama yang ia mulai syiarkan pada awal abad ke-7.

Kesetaraan ras adalah salah satunya. Kata-kata Muhammad menyentak masyarakat yang terbagi atas berbagai suku dan etnis.

Sekarang, ketegangan rasial dan kekerasan memanas di Amerika Serikat (AS), dan menyebar ke seluruh dunia.

Di dunia hari ini, pesan Muhammad terlihat untuk menciptakan mandat moral dan etika khusus untuk Muslim Amerika untuk mendukung gerakan protes anti-rasisme negara itu.

Menantang kekerabatan

Baca Juga: Diskriminasi terhadap Orang Papua Ada dalam Film dan Buku Anak

Selain monoteisme (menyembah hanya satu Tuhan), kepercayaan pada kesetaraan semua umat manusia di mata Tuhan juga membuat umat Islam awal berbeda dari sesama Arab di Mekah.

Surat Al Hujurat (49), ayat 13 dalam Al-Quran, menyatakan: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu…dari berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.

Ayat ini menentang banyak nilai-nilai masyarakat Arab pra-Islam yang memiliki kesenjangan sosial berdasarkan keanggotaan suku, kekerabatan dan kekayaan sebagai bagian dari kehidupan.

Kekerabatan atau keturunan (dalam bahasa Arab disebut “nasab”) adalah penentu utama status sosial seseorang.

Anggota suku yang lebih besar dan lebih menonjol seperti Quraisy memiliki kedudukan yang tinggi, sedangkan orang-orang dari suku yang kurang kaya seperti Khazraj memiliki kedudukan lebih rendah.

Al-Qur'an mengatakan bahwa kesalehan dan perbuatan pribadi adalah dasar dari nilai baik, bukan afiliasi suku – ini adalah pesan asing yang berpotensi mengacaukan masyarakat berdiri berdasarkan nasab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI