Kabar Baik, Uji Coba Vaksin Virus Corona Picu Respons Antibodi

Dythia Novianty
Kabar Baik, Uji Coba Vaksin Virus Corona Picu Respons Antibodi
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Uji coba vaksin virus corona (Covid-19) telah memicu respons antibodi.

Suara.com - Uji coba vaksin virus corona (Covid-19) telah memicu respons antibodi dan menunjukkan aman dalam tes manusia tahap awal di Amerika Serika (AS).

Hasilnya telah dipuji sebagai "kabar baik" oleh Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di Amerika.

Pada Selasa (14/7/2020), para peneliti melaporkan temuan dari 45 orang dewasa sehat pertama yang menerima vaksin eksperimental Moderna Inc pada Maret lalu, menunjukkan itu memberikan harapan untuk meningkatkan antibodi.

Para sukarelawan awal itu mengembangkan antibodi penawar dalam aliran darah mereka, yang merupakan kunci untuk memblokir infeksi, pada tingkat yang sebanding dengan yang ditemukan pada orang yang selamat dari Covid-19, tim peneliti melaporkan dalam New England Journal of Medicine.

“Ini adalah unsur penting yang diperlukan untuk bergerak maju dengan uji coba yang benar-benar dapat menentukan apakah vaksin melindungi terhadap infeksi,” kata Dr Lisa Jackson, yang memimpin penelitian dilansir Independent, Kamis (16/7/2020).

Dr Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, yang para perisetnya mengembangkan kandidat vaksin Moderna, mengatakan bahwa jika vaksin dapat memicu respons yang sebanding dengan infeksi alami, itu adalah pemenangnya.

"Itu sebabnya kami sangat senang dengan hasilnya," ujarnya.

Tidak ada sukarelawan penelitian yang mengalami efek samping yang serius, tetapi lebih dari setengahnya melaporkan reaksi ringan atau sedang seperti kelelahan, sakit kepala, kedinginan, nyeri otot atau nyeri di tempat suntikan. Ini lebih mungkin terjadi setelah dosis kedua dan pada orang yang mendapat dosis tertinggi.

Moderna adalah yang pertama memulai pengujian vaksin manusia untuk virus pada 16 Maret lalu.

Pada April lalu, uji coba fase 1 yang bertujuan untuk memastikan pengobatan yang aman dan membantu menentukan dosis efektif, diperluas untuk mencakup orang dewasa di atas usia 55tahun, yang lebih berisiko penyakit serius.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS