30.000 Orang Siap Jadi Sukarelawan Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AS

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:54 WIB
30.000 Orang Siap Jadi Sukarelawan Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AS
Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Amerika Serikat tak ingin ketinggalan dalam pengembangan vaksin Covid-19. Para peneliti dari National Institutes of Health dan Moderna Inc mengatakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan AS akan diuji coba ke manusia mulai 27 Juli mendatang.

Sebanyak 30.000 orang yang akan berpartisipasi untuk membuktikan apakah vaksin itu benar-benar cukup kuat untuk melindungi diri dari virus corona, yang sudah mewabah sejak akhir tahun lalu.

"Apa pun tanggapan Anda, ini adalah berita baik," kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular pemerintah Amerika, dikutip dari VOA Indonesia.

Pada Selasa (14/7), para peneliti melaporkan temuan yang ditunggu-tunggu itu dari 45 relawan pertama yang menerima suntikan pada Maret. Dari hasil yang diketahui, vaksin itu memberikan tambahan kekebalan yang diharapkan.

Tubuh para relawan awal itu mengembangkan apa yang disebut antibodi penawar dalam aliran darah mereka – molekul penting untuk mencegah infeksi – pada tingkat yang sebanding dengan yang ditemukan pada orang yang telah sembuh dari Covid-19. Demikian seperti dilaporkan oleh tim peneliti dalam jurnal kedokteran New England Journal of Medicine.

Hingga kini, hampir ada 150 vaksin potensial sedang diuji di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebanyak 17 kandidat dalam uji klinis, dengan satu sudah dalam Fase 3 dan dua lainnya kemungkinan masuk pada Juli.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Sementara kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminatha mengatakan akan ada satu atau lebih vaksin yang aman dan manjur tahun depan, beberapa perusahaan memperkirakan vaksin mereka dapat siap untuk mulai diproduksi secara global hanya dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Tapi, kecepatan pengembangan vaksin telah membuat para ahli kesehatan khawatir tentang keselamatan dan perlindungan jangka panjang dari vaksin itu sendiri.

Pengembangan vaksin biasanya memakan waktu lebih dari 10 tahun dan membutuhkan biaya yang besar. Umumnya, pengembangan vaksin harus melalui lima tahap.

Baca Juga: Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Mendapat Vaksin Flu

Para ahli berpendapat, mengurangi garis waktu dalam pengembangan vaksin dari bertahun-tahun ke beberapa bulan artinya dapat menghilangkan beberapa informasi tentang keselamatan dan perlindungannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI