Bantah Konspirasi, Begini Cara Ilmuwan Ketahui Covid-19 Tidak Dibuat di Lab

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:30 WIB
Bantah Konspirasi, Begini Cara Ilmuwan Ketahui Covid-19 Tidak Dibuat di Lab
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Virus Corona dan kelelewar saling bertarung dalam evolusi, di mana virus akan terus berevolusi untuk menghindari sistem kekebalan kelelawar dan kelelawar berevolusi untuk menahan infeksi dari virus Corona. Virus akan mengembangkan banyak varian, yang sebagian besar akan dihancurkan oleh sistem kekebalan kelelawar, tetapi beberapa akan bertahan dan pindah ke kelelawar lainnya.

Beberapa ilmuwan telah menyarankan bahwa Covid-19 mungkin berasal dari virus kelelawar lain yang dikenal RaTG13, yang ditemukan oleh para peneliti di Institut Virologi Wuhan. Genom kedua virus ini 96 persen mirip satu sama lain.

Faktanya, Covid-19 kemungkinan besar berevolusi dari varian virus yang tidak dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama atau yang bertahan pada tingkat rendah di kelelawar.

Secara kebetulan, itu kemampuannya berevolusi untuk menyerang sel manusia dan secara tidak sengaja menemukan jalannya untuk menginfeksi manusia, mungkin melalui hewan inang perantara dan kemudian berkembang. Atau kemungkinan itu suatu bentuk virus yang awalnya tidak berbahaya mungkin telah melompat langsung ke manusia dan kemudian berevolusi menjadi berbahaya ketika berpindah antar manusia.

Percampuran atau rekombinasi genom virus Corona yang berbeda di alam adalah salah satu mekanisme yang menghasilkan jenis virus Corona baru. Sekarang ada bukti lebih lanjut bahwa proses ini dapat terlibat dalam pembuatan Covid-19.

Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Sejak pandemi dimulai, virus Covid-19 tampaknya telah mulai berkembang menjadi dua jenis berbeda, memperoleh adaptasi untuk invasi sel manusia yang lebih efisien. Ini bisa terjadi melalui mekanisme yang dikenal sebagai selective sweep, di mana mutasi bermanfaat membantu virus menginfeksi lebih banyak inang dan menjadi lebih umum pada populasi virus.

Dilansir dari Science Alert, Jumat (17/7/2020), mekanisme yang sama akan menjelaskan kurangnya keragaman yang terlihat pada banyak genom Covid-19 yang telah diurutkan. Ini menunjukkan bahwa nenek moyang Covid-19 bisa aja beredar dalam populasi kelelawar untuk waktu yang cukup lama. Maka akan diperoleh mutasi yang memungkinkannya untuk berpindah dari kelelawar ke hewan lain, termasuk manusia.

Di sisi lain, penting juga untuk diingat bahwa sekitar satu dari lima spesies mamalia di Bumi adalah kelelawar, dengan beberapa hanya ditemukan di lokasi tertentu dan yang lain bermigrasi melintasi jarak yang sangat jauh. Keragaman dan penyebaran geografis ini menjadi tantangan untuk mengidentifikasi kelompok kelelawar yang berasal dari Covid-19.

Ada bukti bahwa kasus-kasus awal Covid-19 terjadi di luar Wuhan, China, dan tidak memiliki hubugan dengan pasar di kota tersebut. Bukti itu bukanlah bukti konspirasi.

baca juga
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Mungkin saja orang yang terinfeksi secara tidak sengaja membawa virus ke Wuhan dan pergi ke pasar, di mana kondisi yang sibuk dan tertutup meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit dengan cepat.

Ini termasuk kemungkinan salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian kelelawar terkait Covid-19 di Wuhan tanpa sadar terinfeksi dan membawa virus kembali dari tempat tinggal kelelawar yang diteliti. Hal ini masih dianggap infeksi alami, bukan kebocoran laboratorium.

Hanya melalui sains yang kuat dan penelitian tentang dunia alami manusia dapat benar-benar memahami sejarah alam dan asal-usul penyakit zoonosis seperti Covid-19. Ini penting karena hubungan manusia yang terus berubah dan meningkatnya kontak dengan satwa liar, membuat risiko penyakit zoonosis baru semakin tinggi muncul pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:30 WIB

Percaya Teori Konspirasi, 10 Ribu Warga Melbourne Tolak Tes Covid-19

Percaya Teori Konspirasi, 10 Ribu Warga Melbourne Tolak Tes Covid-19

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 16:12 WIB

Kenapa Orang Bisa Percaya Teori Konspirasi? Ini Kata Pakar Psikologi Jerman

Kenapa Orang Bisa Percaya Teori Konspirasi? Ini Kata Pakar Psikologi Jerman

Video | Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:00 WIB

Terungkap Hubungan Tingkat Kepercayaan pada Teori Konspirasi Covid-19

Terungkap Hubungan Tingkat Kepercayaan pada Teori Konspirasi Covid-19

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2020 | 14:30 WIB

Ilmuwan Klaim Covid-19 Muncul di Wuhan Lebih Awal, Ini Buktinya

Ilmuwan Klaim Covid-19 Muncul di Wuhan Lebih Awal, Ini Buktinya

Tekno | Minggu, 14 Juni 2020 | 14:45 WIB

Semakin Menyebar, Teori Konspirasi Virus Corona Sekarang Ada di TikTok!

Semakin Menyebar, Teori Konspirasi Virus Corona Sekarang Ada di TikTok!

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:05 WIB

Terkini

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

Bantargebang Berbenah, Sampah Warga Tetap Diangkut

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:49 WIB

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Evakuasi Dramatis Satu Jam Pekerja Pabrik Marmer di Gresik yang Tewas Tertimpa Reruntuhan

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:39 WIB

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

Dedi Mulyadi Sambut Baik Putusan PTUN, Sebut PLK Lembaga Tidak Sah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:37 WIB

BRI KKB Expo Hadir Lagi, Nikmati Promo Kredit Kendaraan di 131 Kantor BRI Seluruh Indonesia

BRI KKB Expo Hadir Lagi, Nikmati Promo Kredit Kendaraan di 131 Kantor BRI Seluruh Indonesia

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:36 WIB

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim Khusus Berisi 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim Khusus Berisi 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:30 WIB

Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona

Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:30 WIB

Junior Roberts Kagok Perankan Cowok Green Flag di Series A Little White Lie

Junior Roberts Kagok Perankan Cowok Green Flag di Series A Little White Lie

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:28 WIB

Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap

Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:27 WIB

Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru

Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:22 WIB

Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar

Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:21 WIB

×