Bukti Paling Awal Kehadiran Manusia di Amerika 30.000 Tahun Lalu

BBC

BBC

Senin, 27 Juli 2020 | 18:39 WIB
Bukti Paling Awal Kehadiran Manusia di Amerika 30.000 Tahun Lalu
[BBC].

"Ini adalah situs yang unik, kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," ujar Profesor Higham kepada BBC News.

"Peralatan dari batu ini sangat, sangat menarik.

"Siapa pun dapat melihat bahwa ini adalah alat batu yang sengaja dibuat dan jumlahnya banyak."

Teknik penanggalan

Tim kemudian menggali gua sedalam tiga meter - sekuens lapisan tanah yang diatur sesuai dengan urutan endapannya - dan menemukan sekitar 1.900 artefak batu yang dibuat selama ribuan tahun.

Para peneliti berhasil memeriksa usia tulang, arang dan endapan yang terkait dengan alat-alat batu, menggunakan dua teknik penanggalan ilmiah.

Yang pertama, penanggalan radiokarbon, bergantung pada cara bentuk radioaktif dari unsur karbon (karbon-14) diketahui meluruh dari waktu ke waktu.

Yang kedua, pendaran optically stimulated (OSL), bekerja dengan mengukur sedimen terakhir kali terpapar cahaya.

Menggunakan dua teknik berbeda "menambah banyak kredibilitas dan kekuatan, terutama pada bagian kronologi yang lebih tua", kata Profesor Higham.

baca juga

"Kita bisa melihat tanggal optik dan tanggal [radiokarbon] dalam kombinasi yang baik," katanya.

Dan temuan ini dapat mengarahkan para ilmuwan untuk melihat dengan pandangan baru terkait situs-situs pendudukan awal yang kontroversial di tempat lain di Amerika.

"Di Brasil, ada beberapa situs di mana Anda memiliki alat-alat batu yang terlihat kokoh dan bertanggal 26.000 - 30.000 tahun yang lalu, tanggal yang serupa dengan situs Chiquihuite," kata Prof Higham.

"Ini bisa menjadi penemuan penting yang dapat merangsang pekerjaan baru untuk menemukan situs lain di Amerika yang berasal dari periode ini."

Perspektif yang berbeda

Profesor David Meltze dari Southern Methodist University di Dallas, Texas, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, mengatakan bahwa temuan tersebut "menarik".

Namun dia menjelaskan: "Tak cukup [bukti] untuk berargrumen bahwa spesimen batu ini merupakan artifak, kita harus menunjukkan bahwa mereka tidak alami." Proses alami dapat meniru beberapa jenis alat batu, kata Prof Meltzer.

Kedua, dia menjelaskan: "Dengan tradisi alat batu yang tahan lama, orang berharap itu akan jauh lebih luas di wilayah tersebut, menimbulkan pertanyaan mengapa teknologi itu belum terlihat di tempat lain,"

Dia juga menambahkan: "Mungkin lebih penting, dengan manusia modern, orang mengharapkan untuk melihat bukti perubahan teknologi dan budaya selama rentang waktu yang lama. "

Akhirnya, dia berkata, "gua itu 1.000 meter di atas dasar lembah, tetapi mengesampingkan masalah mengapa tidak bermukim lebih dekat ke dasar lembah, mengapa terus kembali ke tempat yang sama dengan 'dasar yang relatif konstan' dalam jangka waktu lama? Saya merasa penasaran. Tidak banyak situs memiliki jenis pekerjaan jangka panjang berulang, kecuali ada sesuatu yang cukup berguna/tersedia di tempat tersebut".

Pilihan perjalanan

Antara 26.000-19.000 tahun yang lalu, permukaan laut cukup rendah bagi orang untuk menyeberang dengan mudah dari Siberia ke Amerika melalui jembatan darat Beringia. Tetapi bagaimana dengan masa-masa sebelumnya?

"Sebelum 26.000 tahun yang lalu, data terbaru menunjukkan bahwa Beringia mungkin menjadi tempat yang agak tidak menarik bagi manusia. Tempat itu mungkin berawa dan sangat sulit dilintasi," kata Prof Higham.

"Kami masih berpikir skenario yang paling mungkin adalah orang-orang datang pada rute pantai, mungkin dengan semacam teknologi maritim."

Sementara orang tampaknya telah berada di Amerika sebelum 26.000 tahun yang lalu, mereka mungkin sangat sedikit jumlahnya. Baru kemudian, antara 14.000 dan 15.000 tahun yang lalu, populasi meningkat secara substansial.

Itu bertepatan dengan lonjakan suhu di akhir Zaman Es terakhir, ketika suhu naik sekitar 7 Celsius hanya dalam waktu singkat.

Penduduk asli Amerika

Para ilmuwan juga menggunakan teknik "DNA lingkungan" untuk mencari bahan genetik manusia di sedimen gua.

Tetapi mereka tidak dapat menemukan bukti yang cukup kuat.

Bukti DNA sebelumnya menunjukkan orang-orang Clovis memiliki banyak kesamaan dengan penduduk asli Amerika modern.

Dan para ilmuwan sekarang ingin memahami bagaimana populasi yang lebih tua ini berhubungan dengan kelompok manusia kemudian yang mendiami benua tersebut.

Dalam edisi yang sama di jurnal Nature, Prof Higham dan Lorena Becerra-Valdivia, juga dari Universitas Oxford, menggambarkan bagaimana mereka menggunakan temuan di 42 situs arkeologi di Amerika Utara dan Beringia untuk mengeksplorasi bagaimana manusia berkembang.

Hasilnya mengungkapkan sinyal kehadiran manusia yang membentang ribuan tahun sebelum orang-orang Clovis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Apa Syarat Iran ke Amerika Serikat Agar Selat Hormuz Dibuka untuk Tanker Minyak?

Apa Syarat Iran ke Amerika Serikat Agar Selat Hormuz Dibuka untuk Tanker Minyak?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:46 WIB

7 Tentara AS Tewas Bentrok Berdarah di Kapal Perang USS Abraham Lincoln

7 Tentara AS Tewas Bentrok Berdarah di Kapal Perang USS Abraham Lincoln

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Beredar Rumor! Netflix Batalkan Proyek Serial Squid Game Versi AS

Beredar Rumor! Netflix Batalkan Proyek Serial Squid Game Versi AS

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Sedang Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS, SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT ke-81 RI

Sedang Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS, SBY Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR dan HUT ke-81 RI

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz

Donald Trump Umumkan Terbuka untuk Perang Lagi: Amerika Satu-satunya Pengendali Selat Hormuz

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×