Lebih 100 Tahun, Ilmuwan Masih Tak Bisa Bedakan Otak Perempuan dan Lelaki

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 16 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Lebih 100 Tahun, Ilmuwan Masih Tak Bisa Bedakan Otak Perempuan dan Lelaki
Ilustrasi otak lelaki dan otak perempuan. [Shutterstock]

Para ahli menilai apakah setiap pengukuran pada setiap indivisu mengarah ke ujung spektrum perempuan, ke arah ujung spektrum lelaki, atau berada di tengah-tengah.

Joel dan timnya menemukan bahwa hanya 3-6 persen seseorang yang secara konsisten "perempuan" atau "lelaki" untuk semua struktur.

Penyebab perbadaan jenis kelamin otak pun telah menjadi penelitian para ilmuwan. Sebuah penelitian pada tahun 1959 pertama kai menunjukkan bahwa suntikan testosteron ke hewan pengerat yang hamil menyebabkan keturunan betinanya menunjukkan perilaku seksual jantan saat dewasa.

Para penulis penelitian tersebut menyimpulkan bahwa testosteron prenatal secara permanen "mengatur" otak. Banyak penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa hal ini pada dasarnya memang benar, meskipun terlalu sederhana bagi otak manusia.

Para ilmuwan tidak dapat secara etis mengubah kadar hormon prenatal manusia, sehingga para ahli mengandalkan "eksperimen tak disengaja".

Di mana, kadar hormon prenatal ataus respons terhadapnya tidak biasa, seperti pada orang intersex atau orang yang lahir dengan variasi karakteristik seks seperti kromosom, kelenjar kelamin, hormon, atau organ genitalia yang tidak padan dengan definisi umum mengenai lelaki atau perempuan.

Tetapi efek hormonal dan lingkungan juga terikat dalam penelitian ini dan temuan perbedaan jenis kelamin otak tidak konsisten, membuat para ilmuwan tidak memiliki kesimpulan yang jelas untuk otak manusia.

Sementara hormon prenatal mungkin menyebabkan sebagian besar perbedaan jenis kelamin otak pada hewan, ada beberapa kasus di mana penyebabnya langsung bersifat genetik.

Hal ini secara dramatis ditunjukkan oleh zebra finch, burung paling umum di Australia Tengah, dengan anomali yang aneh, yaitu jantan di sisi kanan dan betina di sisi kiri.

baca juga

Struktur otak yang berhubungan dengan bunyi (suara kicauan burung) diperbesar hanya di sebelah kanan, meskipun kedua belah pihak mengalami lingkungan hormonal yang sama.

Dengan kata lain, asimetri otaknya bukan disebabkan oleh hormon, melainkan oleh gen secara langsung. Selain itu, efek langsung gen pada perbedaan jenis kelamin otak juga ditemukan pada tikus.

Dilansir dari Science Alert, Minggu (16/8/2020), banyak orang menganggap perbedaan jenis kelamin dalam otak manusia adalah bawaan, tetapi asumsi itu salah kaprah. Menurut laporan, belajar juga dapat mengubah otak.

ilustrasi perempuan tomboy. [Shutterstock]

Manusia belajar lebih cepat di masa kanak-kanak dan terus belajar sebagai orang dewasa, meskipun dengan kecepatan yang menurun. Mulai dari mengingat fakta atau percakapan hingga meningkatkan keterampilan, belajar mengubah hubungan antara sel saraf yang disebut sinapsis. Perubahan ini banyak dan sering terjadi, tetapi biasanya mikroskopis.

Studi tentang profesi yang tidak biasa menunjukkan pembelajaran dapat mengubah otak orang dewasa secara dramatis. Sebagai contoh, seorang supir taksi diharuskan untuk menghafal "pengetahuan" tentang rute kompleks, jalan, dan landmark kota.

Peneliti menemukan pembelajaran ini secara fisik mengubah hipokampus supir tersebut, sebuah wilayah otak yang penting untuk navigasi. Hipokampus posterior pengemudi taksi ditemukan lebih besar dari individu yang bukan pengemudi, dengan lebih dari 1.000 kali ukuran sinapsis.

Karenanya, tidak realistis untuk menganggap perbedaan jenis kelamin otak manusia adalah bawaan. Perbedaan itu mungkin juga hasil dari pembelajaran.

Banyak orang hidup dalam budaya gender yang fundamental, di mana pola asuh, pendidikan, harapan, dan peluang berbeda berdasarkan jenis kelamin, dari lahir hingga dewasa, yang pasti dapat mengubah otak.

Pada akhirnya, setiap perbedaan jenis kelamin dalam struktur otak kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi gen, hormon, dan pembelajaran yang kompleks dan saling berinteraksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:47 WIB

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:46 WIB

Awalnya Dikira Dinosaurus Terkecil, Ternyata Fosil Spesies Ini

Awalnya Dikira Dinosaurus Terkecil, Ternyata Fosil Spesies Ini

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:15 WIB

Tanpa Persetujuan FDA, Ilmuwan Gunakan Vaksin DIY untuk Covid-19

Tanpa Persetujuan FDA, Ilmuwan Gunakan Vaksin DIY untuk Covid-19

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:00 WIB

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Lapisan Es Utuh Terakhir di Kanada Pecah, Menumpuk Jadi Seukuran Salatiga

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 13:11 WIB

Kembangkan Logam Bahan Gembok Motor, Ilmuan Terinspirasi dari Jeruk Bali

Kembangkan Logam Bahan Gembok Motor, Ilmuan Terinspirasi dari Jeruk Bali

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×