Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:30 WIB
Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan
Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). [Earth, Planets and Space]

Suara.com - NASA meluncurkan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yang mengorbit di sekitar Bulan pada 2009 dan para ilmuwan mencoba menembakkan laser kepada satelit alami tersebut.  Secara khusus, para ahli menembakkan laser ke susunan reflektor kecil kira-kira seukuran buku kertas dan mencoba memantulkan cahaya kembali ke Bumi. Setelah hampir 10 tahun mencoba, para ilmuwan akhirnya berhasil.

Ini pertama kali foton berhasil dipantulkan kembali ke Bumi dari pengorbit Bulan, dan itu tidak hanya memberi para ahli cara baru melakukan pengukuran di sekitar Bulan, tetapi juga dapat membantu memahami kondisi di permukaan Bulan.

Sebelumnya, dalam Program Apollo NASA pada 1969 hingga 1972, para astronot meninggalkan peralatan untuk pemantauan lanjutan, seperti seismometer dan tiga reflektor laser. Program luar angkasa Soviet juga memasang reflektor di atas penjelajah robotik.

Sinar laser ditembakkan ke Bulan untuk membuat pengukuran jarak antara dua titik yang sangat akurat, berdasarkan kecepatan cahaya. Sehingga para ahli dapat menentukan seberapa jauh Bulan dengan presisi milimeter.

Seiring waktu, pengukuran tersebut dapat memberikan gambaran tentang bagaimana Bulan bergerak. Begitulah cara para ilmuwan mengetahui Bulan memiliki inti fluida, berdasarkan bagaimana satelit alami itu berputar.

Jika ada bahan padat di inti fluida tersebut, itu dapat memberi tahu manusia bagaimana Bulan pernah memberi daya pada medan magnetnya.

Pengukuran yang tepat seperti itu juga merupakan cara para ilmuwan mengetahui Bulan perlahan bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Karena itu, pengukuran jarak bisa memberi tahu para ilmuwan banyak hal.

"Sekarang kami telah mengumpulkan data selama 50 tahun, kami dapat melihat tren yang tidak dapat kami lihat sebaliknya," kata Erwan Mazarico, ilmuwan planet dari Goddard Space Flight Center NASA, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (13/8/2020).

Namun, para ahli mengalami kendala. Seiring waktu, jumlah cahaya yang dikembalikan dari reflektor Bulan tersebut telah meredup, menjadi hanya 10 persen dari yang seharusnya dan para ahli masih belum mengetahui apa penyebabnya.

Para ilmuwan meyakini bahwa kemungkinan besar itu disebabkan oleh debu Bulan dan di sinilah reflektor LRO berperan. Jika para ahli dapat menerima sinyal yang dipantulkan dari reflektornya, para ilmuwan dapat membandingkan hasil dari reflektor permukaan.

Dengan bantuan pemodelan, ini dapat membantu menentukan penyebab penurunan efisiensi reflektor permukaan. Meski begitu, ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

Para ahli mengatakan, cukup sulit untuk memantulkan laser dari reflektor permukaan Bumi, sebagian besar karena efek atmosfer Bumi dan redaman elektromagnetik.

Upaya awal tim ahli untuk mencapai reflektor menggunakan cahaya tampak hijau tidak berhasil. Kemudian para ilmuwan bekerja sama dengan tim ahli dari Université Côte d'Azur di Perancis, yang telah mengembangkan laser inframerah, cahaya yang jauh lebih efisien dalam menembus gas dan awan.

Pada 4 Septemver 2018, Laser Ranging Station di Grasse, Perancis, merekam sinar laser inframerah yang memantul kembali dari LRO untuk pertama kalinya. Kemudian, dalam dua sesi pada 23 dan 24 Agustus 2019 juga memberikan hasil yang sama.

Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). [Earth, Planets and Space]
Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). [Earth, Planets and Space]

Namun kali ini, tim juga memutar pesawat antariksa untuk mengarahkan reflektor ke Bumi, mendemonstrasikan cara menciptakan peluang jelajah laser dua arah, alih-alih hanya menunggu agar LRO berputar ke arah yang benar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Lengkap Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 juta Dapat Rp 600 ribu per Bulan

Syarat Lengkap Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 juta Dapat Rp 600 ribu per Bulan

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 11:44 WIB

Terungkap, Ini Alasan Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Putin Sudah Disetujui

Terungkap, Ini Alasan Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Putin Sudah Disetujui

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:03 WIB

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:47 WIB

Langka, NASA Temukan Sinar Ultraviolet di Langit Malam Planet Mars

Langka, NASA Temukan Sinar Ultraviolet di Langit Malam Planet Mars

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:15 WIB

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:46 WIB

Ngeri... Bintik Matahari Seukuran Mars Mengarah ke Bumi, Ini Dampaknya

Ngeri... Bintik Matahari Seukuran Mars Mengarah ke Bumi, Ini Dampaknya

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Terkini

5 Pilihan HP Rp1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Spek Dewa, Awet untuk Multitasking Harian

5 Pilihan HP Rp1 Jutaan Baterai 6000 mAh: Spek Dewa, Awet untuk Multitasking Harian

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:10 WIB

Game Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis ke iOS, Android, dan PC

Game Ragnarok Origin Classic Resmi Rilis ke iOS, Android, dan PC

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:34 WIB

5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!

5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:45 WIB

4 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta Akhir Maret 2026, Juara Gaming dan Multitasking!

4 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta Akhir Maret 2026, Juara Gaming dan Multitasking!

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:10 WIB

5 Rekomendasi Tablet Termurah di 2026 untuk Multitasking, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 Rekomendasi Tablet Termurah di 2026 untuk Multitasking, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:10 WIB

5 Smartwatch Murah Terbaik Rp200 Ribuan, Bisa Cek WA dan Pantau Kesehatan

5 Smartwatch Murah Terbaik Rp200 Ribuan, Bisa Cek WA dan Pantau Kesehatan

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:05 WIB

36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April

36 Kode Redeem FF 29 Maret 2026, Trik Murah SG2 Lumut dan Bocoran Evo Bundle April

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:45 WIB

30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis

30 Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Sambut TOTS April, Klaim Pemain Bintang Gratis

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:32 WIB

Terpopuler: Baru 2 Platform Patuhi PP Tunas, Pilihan HP Android yang Terbukti Awet

Terpopuler: Baru 2 Platform Patuhi PP Tunas, Pilihan HP Android yang Terbukti Awet

Tekno | Minggu, 29 Maret 2026 | 06:05 WIB

Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya

Bocoran iPhone 18 Terbaru: Semua Model Dapat Dynamic Island Lebih Kecil, Ini Detailnya

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB