Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Senin, 17 Agustus 2020 | 14:00 WIB
Energi Angin dan Matahari Bisa Gantikan Listrik Tenaga Batubara
Ilustrasi turbin angin. (Shutterstock)

Suara.com - Lembaga riset ilmiah Ember mencatat bahwa penggunaan tenaga surya dan angin, sebagai bagian dari listrik global telah berlipat ganda sejak 2015 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpum Ember, jumlah penggunaan energi tenaga Matahari dan angin sudah mencapai sekitar sepersepuluh dari bauran energi global, atau mencapai jumlah energi yang hampir sama dengan yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir.

Di sisi lain, sumber tenaga bebas karbon tersebut terus menggantikan batubara yang tidak ramah lingkungan karena menimbulkan polusi udara. Penggunaan pembangkit listrik tenaga batubara turun 8,3 persen pada paruh pertama 2020, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Menurut Ember, kenaikan angin dan matahari berkontribusi pada 30 persen dari penurunan penggunaan batubara, sementara faktor laonnya dipengaruhi pandemi Covid-19 yang mendorong terjadinya penurunan konsumsi listrik industri turun.

"Negara-negara di seluruh dunia sekarang berada di jalur yang sama, yaitu membangun turbin angin dan panel surya untuk menggantikan listrik dari pembangkit listrik tenaga batubara dan gas," kata Dave Jones, analis listrik senior di Ember, seperti dikutip dari The Verge, Senin (17/8/2020).

Saat ini, negara-negara di Uni Eropa memimpin dalam hal konsumsi listrik tenaga angin dan matahari. Jerman menyumbang 42 persen dari bauran listrik, 33 persen di Inggris, dan 21 persen lainnya dikonsumsi anggota Uni Eropa lainnya.

Ilustrasi batu bara dari tambang. (shutterstock)
Ilustrasi batu bara dari tambang. (shutterstock)

Jumlah tersebut juga merupakan proporsi energi terbarukan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan tiga penyumbang polusi karbon teratas di dunia saat ini, yang berasal dari China, Amerika Serikat, dan India.

Khusus untuk China, negara ini merupakan penyumbang terbesar penggunaan listrik tenaga batubara di seluruh dunia, seiring dengan masifnya pertumbuhan industri di negara tersebut.

Meski begitu, Jones mengatakan bahwa penurunan penggunaan listrik tenaga batubara yang hanya 8% masih belum bisa mengurangi perubahan iklim secara global.

baca juga

“Fakta bahwa selama pandemi global, pembangkit batubara masih hanya turun 8 persen menunjukkan seberapa jauh kita berada di luar jalur (perubahan iklim),” tutup Jones.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Korsleting Listrik, Gudang Limbah dan Rumah di Bekasi Ludes Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Gudang Limbah dan Rumah di Bekasi Ludes Terbakar

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 13:54 WIB

Jokowi Bermimpi Indonesia Jadi Pusat Produsen Baterai Lithium Dunia

Jokowi Bermimpi Indonesia Jadi Pusat Produsen Baterai Lithium Dunia

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 11:41 WIB

Luhut Pastikan Peraturan Turunan Mobil Listrik Segera Rampung

Luhut Pastikan Peraturan Turunan Mobil Listrik Segera Rampung

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 00:48 WIB

Tagihan Listrik Bengkak Hingga Rp 19 Juta,Petugas Pencatat Meteran Dipecat

Tagihan Listrik Bengkak Hingga Rp 19 Juta,Petugas Pencatat Meteran Dipecat

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 21:10 WIB

Menhub Minta Ada Jalur Khusus untuk Skuter Listrik

Menhub Minta Ada Jalur Khusus untuk Skuter Listrik

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:05 WIB

Kolaborasi Bridgestone dan Volkswagen Hasilkan Ban Khusus Mobil Listrik

Kolaborasi Bridgestone dan Volkswagen Hasilkan Ban Khusus Mobil Listrik

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:28 WIB

Terkini

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Urutan Zodiak dari yang Paling Jutek dan Galak sampai yang Paling Ramah

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:35 WIB

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Sepatu Kanky Story Honjo untuk Apa? Ini Fitur dan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bulan Oktober Bisa Jadi Waktu Paling Hoki Borong Emas, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

×