Keren! Ilmuwan Ubah Air Asin Aman Diminum Hanya 30 Menit, Begini Caranya

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:00 WIB
Keren! Ilmuwan Ubah Air Asin Aman Diminum Hanya 30 Menit, Begini Caranya
Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)

Suara.com - Para ilmuwan Australia berhasil mencari cara untuk mengubah air asin atau air payau, menjadi air minum yang aman dan bersih.

Inovasi baru ini menggunakan senyawa kerangka logam-organik (MOF), bersama sinar Matahari untuk memurnikan airnya hanya dalam waktu 30 menit, menggunakan proses yang lebih efisien daripada teknik yang ada.

Senyawa itu stabil, murah, dapat digunakan kembali, dan menghasilkan air yang memenuhi standar Desalinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan pengujian awal, sekitar 139,5 liter atau hampir 37 galon air bersih dapat diproduksi per hari dari satu kilogram bahan MOF.

Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Setelah hanya empat menit terpapar sinar Matahari, material melepaskan semua ion garam dari air dan siap digunakan lagi. Tim ahli di balik proses tersebut mengatakan bahwa mereka menyediakan beberapa peningkatan atas metode desalinasi yang ada.

"Proses desalinasi termal dengan penguapan memerlukan banyak energi dan teknologi lain, seperti osmosis balik, memiliki sejumlah kelemahan, termasuk konsumsi energi yang tinggi dan penggunaan bahan kimia dalam pembersihan membran dan deklorinasi," kata Huanting Wang, insinyur kimia dari Monash University, seperti dikutip Science Alert, Selasa (18/8/2020).

Wang menambahkan bahwa sinar Matahari adalah sumber energi paling melimpah dan terbarukan di Bumi. Pengembangan proses desalinasi berbasis adsorben baru ini, melalui penggunaan sinar Matahari untuk regenerasi memberikan solusi desalinasi yang hemat energi dan ramah lingkungan.

Para ilmuwan menciptakan MOF baru yang disebut PSP-MIL-53, yang sebagian terbuat dari bahan yang disebut MIL-53, yang sudah dikenal karena cara bereaksi terhadap air dan karbon dioksida.

Meskipun ini bukan penelitian pertama yang mengusulkan gagasan menggunakan membran MOF untuk membersihkan garam dari air laut dan air payau, temuan ini dan materi PSP-MIL-53 akan memberi para ilmuwan lebih banyak pilihan untuk dijelajahi.

baca juga

MOF pada umumnya adalah bahan yang sangat berpori, di mana hanya dengan satu sendok teh bahan yang dikompresi dapat dibuka hingga menutupi area seluas lapangan sepak bola. Sistem baru ini, berpotensi digunakan pada pipa dan sistem air lainnya untuk menghasilkan air minum bersih.

"Desalinasi telah digunakan untuk mengatasi meningkatnya kekurangan air secara global. Karena ketersediaan air payau dan air laut yang melimpah dan karena proses desalinasi dapat diandalkan, air yang diolah dapat diintegrasikan dalam sistem akuatik yang ada dengan risiko kesehatan minimal," tambah Wang.

Menurut data WHO, secara global sekitar 785 juta orang kekurangan sumber air minum bersih dalam waktu setengah jam berjalan kaki dari tempat mereka tinggal. Ketika krisis iklim mulai terjadi, masalah itu semakin parah.

Ilustrasi: Air minum. (Shutterstock)
Ilustrasi air minum. (Shutterstock)

Mengingat 97 persen air di Bumi merupakan air garam, itu adalah sumber daya yang sangat besar yang belum dimanfaatkan untuk air minum yang bermanfaat bagi kehidupan, jika solusi seperti PSP-MIL-53 dapat ditemukan untuk membuatnya sesuai dan aman dikonsumsi manusia.

Meskipun masih tidak ada kejelasan mengenai seberapa efektif sistem itu bekerja, tetapi ini merupakan hal baik. Bersamaan dengan pendekatan lain yang sedang diuji, seperti penggunaan sinar ultraviolet, filter graphene, dan sinar Matahari dan hidrogel.

Para ilmuwan sedang mencari metode untuk mengeluarkan air dari udara tipis. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di Nature Sustainability.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan

Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:30 WIB

Ilmuwan Temukan Bekas Benturan Terbesar di Tata Surya pada Bulan Jupiter

Ilmuwan Temukan Bekas Benturan Terbesar di Tata Surya pada Bulan Jupiter

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:45 WIB

NASA Petakan Kerusakan Ledakan Beirut dari Luar Angkasa

NASA Petakan Kerusakan Ledakan Beirut dari Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:13 WIB

Terungkap, Ini Alasan Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Putin Sudah Disetujui

Terungkap, Ini Alasan Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Putin Sudah Disetujui

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:03 WIB

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:47 WIB

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Nekad! Belum Teruji, Putin Klaim Beri Vaksin Covid-19 ke Anaknya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:46 WIB

Terkini

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB

Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden

Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:06 WIB

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 09:00 WIB

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 7 November 2026, Saatnya Jemput Peluang Emas!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 08:44 WIB

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari

Jawa Tengah | Sabtu, 07 November 2026 | 08:42 WIB

×