Gempa Bengkulu Pagi Tadi Picu Tsunami, Energinya Lampaui Bom Atom Hiroshima

Liberty Jemadu

Rabu, 19 Agustus 2020 | 19:50 WIB
Gempa Bengkulu Pagi Tadi Picu Tsunami, Energinya Lampaui Bom Atom Hiroshima
Gempa Bengkulu. (BMKG)

Suara.com - Gempa Bengkulu yang terjadi pada pagi tadi (19/8/2020) rupanya memicu tsunami dan energi yang dilepaskan lebih kuat dari bom atom Hiroshima di penghujung Perang Dunia II.

Ahli gempa dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko saat dihubungi dari Jakarta, Rabu, mengatakan berdasarkan pemodelan diketahui bahwa energi gempa pertama yang disebabkan mekanisme sesar naik (thrust fault) tersebut setara dengan 1,5 sampai dengan 2,2 kali kekuatan bom atom Hiroshima.

Ia memperkirakan area patahan dari gempa dengan magnitudo sebesar itu mencapai 30x15 km, dengan rata-rata geser atau slip atau dislokasi mencapai sekitar 80 sentimeter (cm).

Gempa tersebut terjadi di Zona Megathrust Mentawai-Pagai. Zona tersebut di deretan Megathurst Siberut-Mentawai (utara) dan Enggano (selatan) yang menyimpan potensi energi maksimal dengan magnitudo 8,5 hingga 8,9.

"Kita perlu menganalisis secara lebih detil dampak gempa ini terhadap potensi energi yang masih tersimpan di sana," kata Widjo saat ditanya bagaimana pengaruh gempa kembar tersebut terhadap energi megathust di sana.

Tsunami

Widjo menyebut ada tsunami atau riak kecil yang disebabkan gempa tersebut setinggi 10 cm yang terdeteksi Stasiun Pasang Surut di Pulau Enggano yang berjarak 170 km dari episenter. Waktu tempuh tsunami kecil tersebut sekitar 30 menit atau berkecepatan 340 km per jam.

Kecepatan tsunami, menurut dia, memang sangat dipengaruhi dengan kedalaman laut. Namun yang terjadi pagi tadi hanya mencapai ketinggian lima hingga 10 cm sehingga tidak berarti apa-apa.

Namun demikian ia mengatakan sensor Cable-Tsunami-Meter (CBT) terdekat yang berada di Pulau Sipora tidak mendeteksi ada perubahan elevasi muka laut yang artinya tidak ada tsunami.

baca juga

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan umumnya gempa dengan mekanisme sumber sesar naik dengan kedalaman dangkal jika berkekuatan di atas magnitudo 7,0 dapat berpotensi tsunami. Beruntung gempa kembar pagi tadi hanya memiliki magnitudo 6,6 dan 6,7, sehingga tidak berpotensi tsunami.

Gempa kembar yang berulang

Meski demikian guncangan kuat dari gempa tersebut berada dalam skala intensitas IV MMI di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, dan Kepahiang, sehingga membuat panik warga di wilayah tersebut. Mereka sempat lari berhamburan keluar rumah.

Guncangan lemah juga dapat dirasakan mereka yang tinggal di apartemen di Serpong, Tangerang Selatan, dan Singgapura. Hal tersebut, menurut Daryono, sangat mungkin terjadi karena adanya virbrasi periode panjang (Long period vibration) dari gelombang gempa.

Dari catatan BMKG, gempa kembar terdekat pernah terjadi pada 12 dan 13 September 2007 di Bengkulu dan Mentawai dengan magnitudo 8,4 dan 7,8. Kejadian alam itu karena pecahnya segmen Enggano yang menjalar dari utara Enggano sampai ujung Siberut.

Tercatat 25 orang meninggal dan 92 lainnya mengalami luka-luka. Gempa kembar tersebut dapat dirasakan di Singapura, Malaysia, bahkan Thailand.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:29 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

Mengapa Musin Hujan Tahun Ini Telat? El Nino Kuat Jadi Dalang di Balik Kemarau Panjang

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:18 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:41 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×