Dikira Punah, Ilmuwan Temukan Lagi Tikus Gajah Setelah 'Hilang' 50 Tahun

Risna Halidi, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:24 WIB
Dikira Punah, Ilmuwan Temukan Lagi Tikus Gajah Setelah 'Hilang' 50 Tahun
Tikus gajah jenis Somali Sengi (Dok. Houssein Rayaleh, Association Djibouti Nature)

Suara.com - Masyarakat dunia kembali bisa melihat wujud nyata mamalia kecil tikus gajah yang langka.  Pasalnya, para ilmuwan kembali menemukan spesies tikus gajah yang disebut Somali sengi (Elephantulus revoilii) setelah menghilang selama 50 tahun. Hewan seukuran telapak tangan itu kembali terlihat di Djibouti, negara yang terletak di Afrika Timur.

Somali sengi tidak terlihat sejak tahun 1973. Segala sesuatu yang diketahui tentang mamalia mini itu berasal dari 39 spesimen individu yang dikumpulkan puluhan tahun dan berabad-abad lalu, yang sekarang disimpan di museum, menurut pernyataan dari Global Wildlife Conservation.

Pada tahun 2019, sekelompok ilmuwan dari Amerika Serikat dan Djibouti berangkat untuk mencari spesies tersebut setelah menerima petunjuk bahwa makhluk itu mungkin bersembunyi di Djibouti, meskipun hewan tersebut sebelumnya hanya ditemukan di Somalia.

"Bagi kami yang tinggal di Djibouti, kami tidak pernah menganggap hewan ini 'hilang', tetapi penelitian baru ini membawa kembali Somali sengi ke dalam komunitas ilmiah yang kai hargai," kata Houssein Rayaeh, ahli ekologi penelitian dan konservasionis dengan organisasi nirlaba Association Djibouti Nature, seperti dikutip Live Science pada Sabtu (22/8/2020).

Dengan menggunakan informasi dari wawancara, analisis tumpukan kotoran di lokasi kandidat dan penilaian medan serta potensi perlindungan, para ahli memasang 1.259 perangkap di 12 lokasi berbeda di seluruh area berbatu.

Tim ahli memancing hewan itu ke perangkap dengan meletakkan selai kacang, oatmeal, dan ragi. Para ilmuwan kemudian berhasil menangkap salah satu mamalia tersebut dalam perangkap pertama yang dipasang.

Secara total, para ilmuwan menemukan 12 Somali sengi yang dapat dibedakan dari spesies serupa dengan jumbai rambut di ekornya. "Bagi Djibouti, ini adalah kejadian penting yang menyoroti keanekaragaman hayati yang luar biasa dari negara dan wilayah tersebut dan menunjukkan bahwa ada peluang untuk ilmu pengetahuan dan penelitian baru di sini," tambah Rayaleh.

Para ilmuwan menemukan semua Somali sengi di permukaan berbatu, daerah yang biasanya tidak ramah bagi aktivitas manusia. Dengan kata lain, kemungkinan makhluk kecil itu tidak mungkin mengalami perusakan habitat oleh manusia.

Melihat penemuan ini, para ilmuwan menyarankan agar Daftar Merah Spesies Terancam dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengubah status "kekurangan data" Somalia sengi saat ini menjadi "paling tidak memprihatinkan".

baca juga

Para ahli menyebut bahwa mereka harus bertindak cepat untuk mencegah kepunahan yang akan segera terjadi. Penemuan ini sendiri telah dipublikasikan di jurnal PeerJ pada 18 Agustus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Penyelamat Gajah di Kuil India: Penyiksa Teteskan Air Mata Buaya

Kisah Penyelamat Gajah di Kuil India: Penyiksa Teteskan Air Mata Buaya

Tekno | Senin, 17 Agustus 2020 | 23:30 WIB

Peneliti Sebut Harimau Jawa Masih Ada di Jateng, Ganjar Minta Dikonservasi

Peneliti Sebut Harimau Jawa Masih Ada di Jateng, Ganjar Minta Dikonservasi

Jawa Tengah | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 06:05 WIB

Singapura Musnahkan 9 Ton Gading Gajah Ilegal Senilai Rp 191 Miliar

Singapura Musnahkan 9 Ton Gading Gajah Ilegal Senilai Rp 191 Miliar

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:35 WIB

Terkini

IHSG Mulai Rebound ke Level 6.300 Hari Ini, Saham Prajogo Terbang

IHSG Mulai Rebound ke Level 6.300 Hari Ini, Saham Prajogo Terbang

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Toyota Avanza 1.5 G MT vs Mitsubishi Xpander GLS MT, Fiturnya Mending Mana untuk Keluarga?

Toyota Avanza 1.5 G MT vs Mitsubishi Xpander GLS MT, Fiturnya Mending Mana untuk Keluarga?

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Momentum Hari UMKM Nasional: BRI Dorong Ekonomi Desa Brilian

Momentum Hari UMKM Nasional: BRI Dorong Ekonomi Desa Brilian

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Mbok Ada Rendang Sekali-Kali

Megawati Kritik Menu MBG ke Prabowo: Mbok Ada Rendang Sekali-Kali

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:37 WIB

GoTo Terancam Terdepak dari Indeks MSCI, Saham Mentok Rp50

GoTo Terancam Terdepak dari Indeks MSCI, Saham Mentok Rp50

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Kumpulan Link Twibbon Hari Pramuka 2026 Terkeren, Pasang Foto Profilmu Sekarang!

Kumpulan Link Twibbon Hari Pramuka 2026 Terkeren, Pasang Foto Profilmu Sekarang!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Di Mana Bisa Membeli Sunscreen Tinted dengan SPF Tinggi Secara Online?

Di Mana Bisa Membeli Sunscreen Tinted dengan SPF Tinggi Secara Online?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BRI Peduli Berdayakan UMKM Desa Brilian di Hari UMKM Nasional

BRI Peduli Berdayakan UMKM Desa Brilian di Hari UMKM Nasional

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026

Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

×