Deretan Alasan Tetap Optimistis, Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada 2021

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 27 Agustus 2020 | 14:00 WIB
Deretan Alasan Tetap Optimistis, Vaksin Covid-19 Akan Tersedia pada 2021
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan di seluruh dunia saat ini tengah berupaya mengembangkan vaksin virus Corona (Covid-19) yang efektif. Sebagian besar orang bertanya-tanya apakah vaksin akan tersedia pada awal Januari 2021.

Penelitian yang dilakukan William A. Petri, dokter-ilmuwan dan spesialis penyakit menular di Universitas Virginia, mengatakan bahwa orang-orang harus tetap optimis tentang ketersediaan vaksin Covid-19 pada tahun mendatang.

"Saya terkadang ditanya bagaimana saya bisa yakin bahwa para peneliti akan mengembangkan vaksin yang berhasil mencegah Covid-19. Lagipula, kita masih belum punya satu vaksin untuk HIV. Di sinilah penilitian saat ini dilakukan, di mana saya pikir kita akan berada dalam lima bulan terakhir dan alasan mengapa kita tetap optimis tentang pemberian vaksin Covid-19," kata Petri, seperti dikutip Science Alert, Kamis (26/8/2020).

Melihat beberapa aspek, berikut lima alasan untuk tetap optimistis vaksin Covid-19 akan tersedia pada 2021:

1. Sistem kekebalan manusia menyembuhkan Covid-19

Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)
Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)

Sebanyak 99 persen dari semua kasus Covid-19, pasien sembuh dari infeksi dan virus dibersihkan dari tubuh.

Beberapa dari pasien yang pernah terinfeksi Covid-19 mungkin memiliki tingkat virus yang rendah di dalam tubuhnya hingga tiga bulan setelah terinfeksi. Tetapi dalam kebanyakan kasus, orang-orang ini tidak dapat lagi menularkan virus ke orang lain 10 hari setelah pertama kali sakit.

Oleh karena itu, akan lebih mudah membuat vaksin untuk virus Corona baru daripada untuk infeksi seperti HIV yang sistem kekebalannya gagal menyembuhkannya secara alami. Covid-19 tidak bermutasi seperti HIV, menjadikannya target yang jauh lebih mudah ditundukkan oleh sistem kekebalan tubuh atau dikendalikan oleh vaksin.

2. Antibodi yang menargetkan protein lonjakan mencegah infeksi

baca juga

Sebagian vaksin akan melindungi dengan mendorong produksi antibodi melawan protein lonjakan (spike protein) di permukaan Covid-19.

Virus membutuhkan protein lonjakan untuk menempel dan masuk ke sel manusia untuk bereproduksi. Para peneliti telah menunjukkan bahwa antibodi, seperti yang dibuat oleh sistem kekebalan manusia, mengikat protein lonjakan, menetralkannya, dan mencegah virus Corona menginfeksi sel dalam kultur laboratorium.

Vaksin dalam uji klinis telah terbukti meningkatkan antibodi anti-spike yang memblokir infeksi virus dalam sel di laboratorium.

Setidaknya tujuh perusahaan telah mengembangkan antibodi monoklonal, antibodi buatan laboratorium yang mengenali protein lonjakan. Antibodi ini memasuki uji klinis untuk menguji kemampuannya mencegah infeksi pada orang yang terpajan, misalnya, melalui kontak rumah tangga.

Antibodi monoklonal mungkin juga efektif untuk pengobatan. Selama infeksi, satu dosis dari antibodi monoklonal ini dapat menetralkan virus, memberi kesempatan pada sistem kekebalan untuk membuat antibodi sendiri melawan patogen.

3. Para ahli mengetahui cara membuat vaksin yang aman

Keamanan vaksin Covid-19 baru ditingkatkan dengan pemahaman para peneliti tentang potensi efek samping vaksin dan cara menghindarinya.

Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19. [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Satu efek samping yang terlihat di masa lalu adalah peningkatan infeksi yang bergantung pada antibodi. Ini terjadi ketika antibodi tidak menetralkan virus tetapi membiarkannya masuk ke dalam sel melalui reseptor yang ditujukan untuk antibodi.

Para peneliti telah menemukan bahwa dengan mengimunisasi dengan proten lonjakan, antibodi penawar tingkat tinggi dapat diproduksi dan ini mengurangi risiko peningkatan.

Masalah potensial kedua yang ditimbulkan oleh beberapa vaksin adalah reaksi alergi yang menyebabkan peradangan di paru-paru, seperti yang terlihat pada individu yang menerima vaksin virus respiratory syncytial pada tahun 1960-an.

Ini berbahaya karena peradangan di ruang udara paru-paru bisa membuat orang sulit bernapas. Namun, para ilmuwan kini telah mempelajari bagaimana merancang vaksin untuk menghindari respons alergi ini.

4. Beberapa vaksin berbeda dalam pengembangan

Pemerintah Amerika Serikat mendukung pengembangan beberapa vaksin berbeda melalui Operation Warp Speed. Tujuan Operation Warp Speed adalah untuk memberikan 300 juta dosis vaksin yang aman dan efektif pada Januari 2021.

Pemerintah Amerika melakukan investasi besar, memberikan 8 miliar dolar AS untuk tujuh jenis vaksin Covid-19 yang berbeda. Dari sekian banyak vaksin yang dikembangkan, hanya satu dari vaksin ini yang harus dipastikan aman dan efektif dalam uji klinis agar vaksin Covid-19 tersedia pada 2021.

5. Vaksin lolos uji fase I dan II

Uji coba fase I dan fase II dilakukan untuk menguji apakah suatu vaksin aman dan memicu respons imun. Hasil hingga saat ini dari tiga uji coba vaksin berbeda menunjukkan hasil yang menjanjikan, memicu produksi tingkat antibodi anti-spike neutralizing yang dua hingga empat kali lipat lebih tinggi daripada yang terlihat pada orang yang telah pulih dari Covid-19.

Ilustrasi vaksin (pixabay.com)
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Vaksin Oxford, Moderna, dan perusahaan China CanSino semuanya telah menunjukkan keamanan vaksin dalam uji coba fase I dan fase II.

Masih ada banyak hal yang dapat memicu optimisme kehadiran vaksin pada 2021, namun lima poin di atas merupakan salah satunya sehingga orang-orang tidak kehilangan harapan atas ketersediaan vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawarkan Vaksin Sputnik V ke Indonesia, Rusia: Harganya Lebih Murah

Tawarkan Vaksin Sputnik V ke Indonesia, Rusia: Harganya Lebih Murah

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 16:19 WIB

Belarus Jadi Negara Asing Pertama Penerima Vaksin Covid-19 Rusia

Belarus Jadi Negara Asing Pertama Penerima Vaksin Covid-19 Rusia

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 06:05 WIB

Vaksin Covid-19 Terbuat dari Janin yang Diaborsi, Gereja Australia Menolak

Vaksin Covid-19 Terbuat dari Janin yang Diaborsi, Gereja Australia Menolak

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2020 | 07:15 WIB

Jokowi Sebut 290 Juta Vaksin Merah Putih Diproduksi China dan Arab

Jokowi Sebut 290 Juta Vaksin Merah Putih Diproduksi China dan Arab

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 17:55 WIB

Mau Disuntik Virus Corona Sinovac, Ini Aktivitas Ridwan Kamil

Mau Disuntik Virus Corona Sinovac, Ini Aktivitas Ridwan Kamil

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:13 WIB

Mengenal Program COVAX, Fasilitas Evaluasi Vaksin Covid-19 Milik WHO

Mengenal Program COVAX, Fasilitas Evaluasi Vaksin Covid-19 Milik WHO

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:08 WIB

Terkini

AHY: Publik Berhak Tahu Siapa yang Perintahkan Listyo Sigit Sadap Presiden Prabowo

AHY: Publik Berhak Tahu Siapa yang Perintahkan Listyo Sigit Sadap Presiden Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:10 WIB

Dasco: Kabar Saya  Jadi Cawapres adalah Pengalihan Isu Penyadapan Presiden

Dasco: Kabar Saya Jadi Cawapres adalah Pengalihan Isu Penyadapan Presiden

News | Kamis, 05 November 2026 | 08:09 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 8 Persen Dipicu Pemilu Sela AS

Harga Minyak Dunia Anjlok 8 Persen Dipicu Pemilu Sela AS

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 08:03 WIB

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 08:00 WIB

Didukung IMI, SRX Cup Jadi Supporting Race FIA Rallycross World Cup 2026 Jakarta

Didukung IMI, SRX Cup Jadi Supporting Race FIA Rallycross World Cup 2026 Jakarta

Sport | Kamis, 05 November 2026 | 07:55 WIB

Kasus ISPA akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Riau Sempat Catat 23 Kasus Sehari

Kasus ISPA akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Riau Sempat Catat 23 Kasus Sehari

Riau | Kamis, 05 November 2026 | 07:54 WIB

Penyebab Baterai HP Boros Meski Jarang Digunakan, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Baterai HP Boros Meski Jarang Digunakan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 07:53 WIB

OJK Bongkar 3 Skandal Besar, Saham BOGA dan PANR Digoreng Habis-habisan

OJK Bongkar 3 Skandal Besar, Saham BOGA dan PANR Digoreng Habis-habisan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 07:51 WIB

4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam

4 Sleeping Moisturizer Atasi Kulit yang Kering dan Kemerahan Hanya Semalam

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 07:50 WIB

MARK Siapkan Dana Rp75 Miliar untuk Bagi-bagi Dividen Ini Jadwalnya

MARK Siapkan Dana Rp75 Miliar untuk Bagi-bagi Dividen Ini Jadwalnya

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 07:48 WIB

×